Apakah Radio Komunitas Harus Bayar Pajak Penghasilan (PPh) ???

Juli 6, 2018

Beberapa customer radio streaming kami di klikhost.com adalah radio komunitas. Terkadang karena ketidaktahuan akan pajak, ada yang tiba-tiba dapat tagihan sekian juta dari kantor Pajak karena tidak melaporkan SPT selama beberapa tahun. Sudah kita ketahui bahwa jika tidak melaporkan SPT Badan, maka kena denda Rp. 1.000.000. Jika tidak lapor selama 5 tahun, berarti kena dendanya Rp. 5.000.000,-

5 Tahun terakhir ini, perpajakan semakin ketat. Hal ini tentunya mau tidak mau kita semua harus tahu perpajakan agar tidak melanggar peraturan yang ada.

Untuk radio komunitas, umumnya badan hukumnya adalah PERKUMPULAN. Sumber pendanaan umumnya berasal dari DONASI dan IURAN ANGGOTA. Nah, khusus perkumpulan seperti radio komunitas ini perlakuannya berbeda dengan jenis perkumpulan yang lain, seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Jika perkumpulan dimana anggotanya terdiri dari para Wajib Pajak yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas, misalnya Ikatan Dokter Indonesia atau Asosiasi Kontraktor Indonesia, maka iuran yang dibayarkan anggota adalah merupakan objek pajak penghasilan bagi perkumpulan tersebut. Hal ini diatur dalam pasal 4 ayat (1) huruf o Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 (UU PPh). Jenis pajaknya adalah Pajak Penghasilan (PPh) Badan karena perkumpulan termasuk dalam pengertian Badan berdasarkan pasal 2 ayat (1) huruf b. PPh Badan dikenakan terhadap penghasilan kena pajak yang dihitung berdasarkan penghasilan bruto dikurangi biaya untuk mendapatkan, menagih dan menerima penghasilan sebagaimana di atur dalam pasal 6 ayat (1) UU PPh.

Sedang perkumpulan seperti Radio Komunitas ataupun ormas, yang dimana anggotanya bukan Wajib Pajak yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas, maka iuran yang dibayarkan oleh anggota kepada perkumpulan bukan merupakan objek pajak penghasilan.

Berikut dasar hukumnya :

Pasal 4 UU No. 36 tahun 2008

(1) Yang menjadi objek pajak adalah penghasilan, yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apa pun, termasuk:

1. Penggantian atau imbalan berkenaan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau diperoleh termasuk gaji, upah, tunjangan, honorarium, komisi, bonus, gratifikasi, uang pensiun, atau imbalan dalam bentuk lainnya, kecuali ditentukan lain dalam Undang-undang ini;
2. Hadiah dari undian atau pekerjaan atau kegiatan, dan penghargaan;
3. Laba usaha;
4. Keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta termasuk:
a. keuntungan karena pengalihan harta kepada perseroan, persekutuan, dan badan lainnya sebagai pengganti saham atau penyertaan modal;
b. keuntungan karena pengalihan harta kepada pemegang saham, sekutu, atau anggota yang diperoleh perseroan, persekutuan, dan badan lainnya;
c. keuntungan karena likuidasi, penggabungan, peleburan, pemekaran, pemecahan, pengambilalihan usaha, atau reorganisasi dengan nama dan dalam bentuk apa pun;
d. keuntungan karena pengalihan harta berupa hibah, bantuan, atau sumbangan, kecuali yang diberikan kepada keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat dan badan keagamaan, badan pendidikan, badan sosial termasuk yayasan, koperasi, atau orang pribadi yang menjalankan usaha mikro dan kecil, yang ketentuannya diatur lebih lanjut dengan Peraturan Menteri Keuangan, sepanjang tidak ada hubungan dengan usaha, pekerjaan, kepemilikan, atau penguasaan di antara pihak-pihak yang bersangkutan; dan
e. keuntungan karena penjualan atau pengalihan sebagian atau seluruh hak penambangan, tanda turut serta dalam pembiayaan, atau permodalan dalam perusahaan pertambangan;
5. penerimaan kembali pembayaran pajak yang telah dibebankan sebagai biaya dan pembayaran tambahan pengembalian pajak;
6. bunga termasuk premium, diskonto, dan imbalan karena jaminan pengembalian utang;
7. dividen, dengan nama dan dalam bentuk apapun, termasuk dividen dari perusahaan asuransi kepada pemegang polis, dan pembagian sisa hasil usaha koperasi;
8. royalti atau imbalan atas penggunaan hak;
9. sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta;
10. penerimaan atau perolehan pembayaran berkala;
11. keuntungan karena pembebasan utang, kecuali sampai dengan jumlah tertentu yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah;
12. keuntungan selisih kurs mata uang asing;
13. selisih lebih karena penilaian kembali aktiva;
14. premi asuransi;
15. iuran yang diterima atau diperoleh perkumpulan dari anggotanya yang terdiri dari Wajib Pajak yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas;
16. tambahan kekayaan neto yang berasal dari penghasilan yang belum dikenakan pajak;
17. penghasilan dari usaha berbasis syariah;
18. imbalan bunga sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang yang mengatur mengenai ketentuan umum dan tata cara perpajakan; dan
19. surplus Bank Indonesia.

Jadi, untuk radio komunitas, di SPT tetap dilaporkan jumlah iuran anggotanya di kolom “Bukan Objek Pajak”, tetapi pembayaran pajaknya adalah NIHIL karena iuran anggota radio komunitas BUKAN SEBAGAI OBJEK PAJAK PENGHASILAN.

0

10 Hal Yang Pantang Dilakukan Orang Tua

Juni 2, 2018

1. Jangan bandingkan anak sendiri sama yang lain

Anak akan jadi tidak percaya diri, tidak berani menunjukkan bakatnya.

2. Memberi hadiah (benda) untuk menghiburnya

Jangan memberi benda sebagai pujian, seperti mainan, 2-3 minggu sudah bosan.

Menghibur dengan cara menyenangkan.

3. Jangan mengatur jadwal anak

Banyak ibu suka membatasi waktu anaknya dengan jadwal. Belajar = bermain. Bermain = Belajar.

4. Jangan memberikan kelas tambahan

5. Jangan mengambil keputusan untuk anak

Biarkan anak belajar mengambil keputusan sendiri

6. Hehehe

7. Jangan memukul atau memaki anak

Jelaskan kepadanya, merupakan cara terbaik dalam mendidik.

8. Jangan berbohong dengan anak

Kalau sudah janji, harus ditepati

9. Jangan mengabaikan anak karena pekerjaan

10. Jika anak bertanya, jangan biarkan anak menunggu

 

0

Cara Sederhana Menguji Respon Frekuensi Speaker

Mei 16, 2018

Setiap speaker mempunyai frekuensi respon atau frekuensi kerja. Ada alat yang digunakan untuk mengukur hal ini, tetapi posting ini memberi Anda cara cepat untuk memeriksa respons frekuensi loudspeaker di rumah hanya dengan menggunakan mata dan telinga Anda.

Frekuensi pendengaran manusia umumnya dimulai dari 20Hz pada ujung rendah hingga 20 KHz di ujung tinggi. Kebanyakan pendengaran manusia terjadi di tengah rentang ini, antara 1500Hz dan 4500Hz, tetapi rentang yang lebih tinggi dan lebih rendah adalah penting ketika mendengarkan musik.

Speaker diharapkan memiliki “respon datar” atau FLAT, yang berarti bahwa frekuensi rendah, menengah, dan tinggi semua memiliki volume yang sama. Speaker yang baik umumnya lebih mahal karena biaya bahan, kerumitan pembuatan, dan biaya merek.

Untuk menguji respon speaker Anda, silahkan klik tombol play di video ini :

Anda mendengarkan di speaker ANda suara dari frekuensi rendah hingga tinggi ? Mulai frekuensi berapa Anda mendengarkan dan frekuensi berapa berhentinya ? Apakah ada perubahan volume ?

Coba video ini di beberapa speaker dan Anda akan dengan cepat bisa mengetahui perbedaan antara speaker satu dan yang lainnya.Video di atas menggunakan volume yang sama dari frekuensi bawah hingga tinggi.

Kebanyakan speaker yang bagus hanya mulai berbunyi pada frekuensi 40Hz hingga 15 Khz. Macbook Pro berbunyi mulai 130 Hz, sedangkan headphone monitor saya merek ISK mulai berbunyi di frekuensi 20 Hz.

 

0

Mengenali Mata Malas (Lazy Eye) dan Cara Mengatasinya

Mei 13, 2018

Mata malas (lazy eye), yang dalam bahasa aslinya disebut ambliopia, merupakan penurunan tajam penglihatan akibat abnormalitas (cacat) pada perkembangan penglihatan pada bayi dan anak di Otak. Mata malas terjadi pada sekitar 2-4% anak usia prasekolah dan menjadi penyebab tertinggi penurunan tajam penglihatan pada anak. Ini biasanya menyerang bayi prematur, bayi dengan bobot badan ringan, dan keluarga yang mempunyai riwayat mengidap katarak.

Otak manusia membutuhkan stimulasi visual untuk berkembang sepenuhnya. Pada saat perkembangan anak sejak lahir hingga usia 8 tahun, apapun yang menghalangi atau menggangu jelasnya penglihatan dapat menyebabkan ambliopia.

Mata malas terjadi ketika bagian saraf yang menghubungkan mata dengan otak tidak merespon rangsangan dengan baik. Sehingga, otak hanya mengirimkan sinyal kepada mata yang sehat saja, ini menyebabkan gangguan penglihatan pada mata lainnya dan terlihat sayu (sedih). Gejalanya kerap dikeluhkan saat anak mulai sekolah karena pada masa ini anak mulai banyak belajar lewat kemampuan visual.

Mata malas (ambliopia) biasanya hanya mempengaruhi satu mata, tetapi apabila kedua mata kurang mendapat visual yang baik dan jelas untuk periode yang berkepanjangan, kondisi dapat timbul pada kedua mata. Deteksi dini mata malas pada anak merupakan hal penting karena terapi dini memiliki angka keberhasilan lebih tinggi dalam mencegah kebutaan permanen.

Tajam penglihatan manusia mulai berkembang sejak usia bayi dan menjadi sempurna pada usia 5 tahun. Perkembangan tajam penglihatan ini dipengaruhi oleh rangsangan visual yang masuk ke mata. Apabila mata mendapat rangsangan visual yang cukup, maka mata dapat berkembang dengan sempurna. Apabila salah satu atau kedua mata mendapatkan rangsangan yang kurang, maka perkembangan tajam penglihatan mata tersebut akan terhambat dan membuat tajam penglihatan menurun atau mata akan menjadi malas.

Penyebab mata malas

Mata malas dapat disebabkan oleh beberapa kondisi. Penyebab tersering dari mata malas adalah strabismus atau mata juling. Pada mata juling, kedua mata tidak mampu menyatukan gambar yang diambil oleh satu mata dengan mata lainnya. Akibatnya, otak hanya akan memilih gambar dari satu mata dan mengabaikan yang lainnya. Dengan demikian, mata dominan akan berkembang sempurna, sedangkan mata yang lain tidak dapat berkembang semestinya dan cenderung menjadi malas untuk bergerak.

Penyebab kedua tersering adalah masalah tajam penglihatan (refraksi). Penurunan tajam penglihatan (rabun dekat, rabun jauh, dan silinder atau astigmatisma) yang berat pada kedua mata dapat menyebabkan kedua mata tidak mendapat rangsangan visual yang cukup untuk menunjang perkembangan tajam penglihatan dan akhirnya akan menyebabkan mata malas. Kondisi ini diperberat apabila koreksi menggunakan kacamata terlambat dilakukan. Perbedaan tajam penglihatan yang jauh berbeda antar kedua mata juga dapat menyebabkan mata malas. Tajam penglihatan yang jauh berbeda akan memberikan fokus gambar yang jauh berbeda pula antara kedua mata. Hal ini berakibat mata yang memiliki tajam penglihatan lebih baik akan sering dipakai, sedangkan mata yang lainnya tidak dipakai dan akan menjadi malas (tidak berkembang).

Penyebab lainnya adalah penurunan tajam penglihatan akibat adanya kelainan pada mata, seperti katarak, luka pada bola mata, atau kelainan pada kelopak mata seperti kelopak mata turun sehingga menutupi mata (ptosis).

Selain itu, penyebab lainnya adalah tumor, pada beberapa kasus Amblyopia merupakan tanda pertama dari tumor mata (retinoblastoma).

Kelainan-kelainan tersebut menyebabkan mata tidak mendapat rangsangan visual yang cukup. Bila tidak diatasi sejak dini, kelainan-kelainan ini akan menyebabkan mata malas.

Jadi apa yang membuat anak saya beresiko mengidap Mata Malas (Ambliopia)?

– Refraktif (Refractive), gangguan penglihatan karena pembiasan cahaya yang tidak tepat, seperti silinder, rabun jauh, atau rabun dekat dan Astigmatisma yang besar.
– Perbedaan ukuran kacamata yang besar antara mata satu dengan lainnya
– Deprivasi (Deprivation), mata mengalami gangguan berupa penghalang pada lapisan mata yang membentuk kabut (katarak). Gangguan penglihatan karena cacat sejak lahir seperti kelopak mata turun (ptosis), katarak atau luka pada mata
– Strabismus atau mata juling dimana mata yang tidak sejajar tidak digunakan. Ini akibat ketidakseimbangan otot saraf pada mata sehingga mata tidak dapat berkoordinasi dengan baik.

– Pada kasus tertentu, gejala bisa tidak nyata sehingga perlu dilakukan pemeriksaan melalui skrining penglihatan (vision screening). Pemeriksaan ini bisa dimulai saat anak belum bisa menyatakan keluhannya yaitu dari bayi baru lahir, usia pra sekolah, dan saat sekolah.

 

Deteksi Dini

Deteksi dini mata malas pada bayi dan anak umumnya tidak mengeluhkan secara langsung adanya kelainan pada matanya. Anak dengan mata malas, umumnya mengalami kesulitan dalam melihat, memiliki posisi bola mata anak tidak simetris, atau sering memiringkan kepalanya. Pemeriksaan tajam penglihatan dan kelainan pada mata perlu dilakukan pada anak dengan keluhan seperti ini.

Tingginya angka kejadian mata malas serta buruknya hasil terapi yang terlambat dilakukan menyebabkan skrining menjadi penting untuk dilakukan. Setiap anak berusia 3-5 tahun direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan mata pada dokter mata untuk deteksi dini mata malas serta faktor risikonya. Terapi sudah bisa dimulai sejak usia 3-5 tahun, dan memberikan hasil yang memuaskan. Apabila terapi baru dilakukan setelah usia 7 tahun, umumnya hasil yang didapat kurang memuaskan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh orangtua bahwa orangtua merupakan lini terdepan dalam deteksi dini mata malas pada anak. Hampir sepertiga kasus mata malas berhasil dideteksi karena adanya kecurigaan orangtua. Anak yang mengalami kesulitan dalam melihat, memiliki posisi bola mata anak tidak simetris antara kiri dan kanan, atau anak sering memiringkan kepalanya saat melihat harus segera dibawa ke dokter mata untuk evaluasi lebih lanjut. Skrining pada usia 3-5 tahun juga perlu dilakukan walaupun anak tidak menunjukkan tanda-tanda apapun yang disadari oleh orangtua.

Waspadai kemungkinan adanya lazy eyes, bila terdapat riwayat berikut:

  • Lahir prematur dengan usia kehamilan kurang dari 32 mingg atau berat kurang dari 1500 gram.
  • Berat lahir antara 1500-2000 gram, dengan riwayat kesulitan bernapas atau gangguan lain.
  • Keluarga ada yang mengalami katarak sejak lahir, tumor mata, penyakit keturunan yang mengenai mata
  • Atau bila ada salah satu jawaban ya di antara pertanyaan berikut :
    • Apakah penglihatan anak kurang baik ?
    • Apakah anak memegang benda terlalu dekat dengan matanya untuk dapat melihat benda tersebut dengan baik ? Atau pada anak yang lebih besar bila ia sering melihat TV terlalu dekat atau memiringkan kepalanya saat menonton TV.
    • Apakah matanya terlihat juling, bergerak tidak sama ?
    • Apakah matanya terlihat tidak seperti biasanya ?
    • Apakah kelopak matanya cenderung turun ?

Beberapa faktor risiko dapat menyebabkan ambliopia, dan faktor risiko ini dapat ditemukan lewat pemeriksaan dini. Bila kelainan ini tidak dikoreksi, ambliopia bisa bersifat permanen saat anak tumbuh dewasa.

Diagnosa dini meningkatkan kemungkinan suksesnya pengobatan, karena setelah usia 8 tahun, kerusakan visual dapat menjadi permanen. Sebaliknya, jika anak anda tidak mengalami ambliopia hingga usia 8 tahun, maka kemungkinan untuk mengidap ambliopia sangatlah kecil.

 

Pemeriksaan Medis

Pemeriksaan mata pada anak bisa berbeda, bergantung usianya misal:

  • Pada bayi yang baru lahir, tes dilakukan dengan perangkat bernama Ophthalmoscope untuk melihat kemungkinan adanya katarak.
  • Pada bayi (infants), tes dilakukan dengan bantuan objek bergerak untuk mengetahui respon pergerakan mata, sekaligus melihat potensi adanya mata juling (Strabismus).
  • Pada balita (toddlers), tes dilakukan dengan Photo screening, Red reflect test, atau Autorefraction.
  • Pada anak-anak pra sekolah, tes dilakukan dengan huruf dan gambar dengan menutup sebelah mata.

Pemeriksaan mata juga berfungsi untuk melihat kemungkinan terjadinya peradangan, tumor ataupun masalah pada organ dalam mata.

 

Tanda dan gejala

Anak yang mengidap ambyopia biasanya tidak mengeluh tentang penglihatan yang buruk, sehingga masalah ini terkadang baru diketahui saat penglihatan kedua mata diperiksa (contohnya saat tes mata di sekolah). Kadang kala, orang tua menyadari bahwa mata anaknya juling (strabismus) yaitu ketika satu mata tampak tidak sejajar dengan mata lainnya. Dalam kondisi tertentu ini (contohnya keberadaan strabismus, kelopak mata turun, atau halangan pada aksis visual), dokter anda perlu memeriksa penglihatan anak anda untuk keberadaan ambliopia secara teratur.

 

 

Terapi

Terapi mata malas membutuhkan waktu yang lama. Orangtua wajib memastikan anaknya menjalani terapi dengan teratur setiap hari dengan memasang penutup mata atau memberikan obat-obatan sesuai jadwal, serta memastikan anak melakukan aktivitas yang dapat merangsang mata saat memakai penutup mata atau obat, misalnya menulis dan menggambar

Pertama, jika ada ketidaknormalan ukuran kacamata, anak perlu diberikan kacamata yang sesuai untuk digunakan sepanjang waktu. Kemudian, anak perlu didorong untuk menggunakan mata yang malas. Ini biasanya dilakukan dengan menambal atau menutup mata yang baik, biasanya untuk beberapa jam setiap hari. Pengobatan mungkin memakan waktu beberapa bulan, dan bahkan beberapa tahun, dan seringkali lebih efektif ketika dimulai pada usia dini. Jika ambliopia terlambat terdeteksi (contohnya setelah usia 8 tahun), ada kemungkinan kerusakan visual tidak dapat disembuhkan. Karena itu sangatlah penting untuk memeriksakan mata anak anda jika Anda atau pelayanan kesehatan sekolah mencurigai atau menemukan problem penglihatan.

  • Kacamata korektif yang sesuai, ini dapat digunakan jika penderita juga mengalami rabun jauh, rabun dekat, atau silinder.
  • Penutup mata (Eye patches), ini digunakan oleh anak usia 4 tahun ke atas. Penutup mata digunakan dengan cara menutup bagian mata yang sehat selama 2 hingga 6 jam setiap hari, tergantung derajatnya. Ini dilakukan dengan tujuan merangsang perkembangan mata yang lemah agar berfungsi normal. Hal ini sebaiknya dilakukan sedini mungkin.
  • Obat tetes mata khusus, ini digunakan untuk memberikan efek buram sementara pada mata yang sehat (tidak bekerja pada penderita yang sudah rabun). Anda tentu heran mengapa mata yang normal harus diburamkan? Tujuannya agar merangsang anak untuk menggunakan mata yang lemah tersebut.
  • Operasi bedah mata, tindakan medis ini diperlukan bagi mereka yang terkena katarak atau yang ingin memperbaiki struktur kelopak mata.

Penanganan mata malas sebaiknya dilakukan sejak dini. Terkadang kombinasi dari pengobatan diatas juga dibutuhkan. Tindakan aktif seperti bermain puzzle, menggambar, dan bermain komputer juga dapat dicoba—khususnya dengan penggunaan penutup mata.

Tujuan pengobatan adalah perbaikan penglihatan pada masing-masing mata seoptimal mungkin.

Terapi ambliopia atau kelainan refraktif pada satu mata saat usia 3-5 tahun akan memperbaiki tajam penglihatan secara bermakna, dan secara teori akan menyebabkan perbaikan permanen selama hidup dibandingkan bila tidak ditangani. Makin cepat ditangani semakin baik

Segera konsultasikan dengan “dokter spesialis mata khusus” anak agar mendapat penanganan yang tepat! Di Surabaya ada dr. Irma dan dr. Ria di RS. Undaan.

0

Cara Reset / Restart Samsung Galaxy Note 8 Yang Hang

Mei 12, 2018

Setelah update ke versi OREO, kadang kala Samsung Galaxy Note 8 tiba-tiba Frozen…. Touch screen tidak bisa diapa-apakan. Sudah ditunggu lama, tapi masih tetap tidak bisa diklik-klik juga. Wah, katanya handphone mahal tapi kok begini ya….

Jika Note 8 Anda tiba-tiba tidak responsive atau HANG, jangan kuatir. Anda juga tidak perlu menunggu sampai kehabisan baterei. Anda juga tidak bisa melepas baterei, karena Samsung Galaxy Note 8 didesain menggunakan metal dan kaca premium yang tahan air sehingga tertutup rapat.

How to hard Reset a Frozen Galaxy Note 8

Anda tinggal tekan tombol Power dan Volume (-) secara bersamaan selama lebih dari 7 detik hingga layar berubah warna gelap dan mulai reboot.

Tenang saja, data Anda tidak ada yang hilang atau terhapus.

Kombinasi tombol ini juga berlaku untuk hampir semua jenis HP dan tablet samsung. Juga pada kebanyakan HP android. Ini adalah Universal Hard Reboot.

0