Tips Memilih Tinol Solder Yang Bagus

Agustus 4, 2018

Mungkin sudah ada sekitar 18 tahun saya sangat jarang pegang solder. Ya karena memang bukan di situ lagi dunianya. Padahal dari kelas 4 SD sampai kelas 3 SMP saya hampir setiap hari nyolder, meski ala kadarnya karena tidak ada yang mengajarinya. Bagi bapak ibu yang punya putra-putri, sebaiknya jika ada les elektronika dileskan saja, karena ini adalah ketrampilan yang dibutuhkan sampai kapanpun juga.

Kembali ke topik, kali ini saya akan membahas mengenai Timah solder, atau yang lebih sering kita kenal dengan TINOL. Tinol adalah sebuah bahan untuk menyolder. Menggunakan tinol hendaknya dipilih yang memiliki kualitas baik agar dihasilkan kualitas solderan yang bagus.

Berikut ini tips cara memilih tinol yang bagus  :

1. Harga biasanya lebih mahal

Tinol yang bagus biasanya memiliki harga yang lebih sedikit mahal bila dibandingkan dengan jenis tinol yang biasa. Hal ini dikarenakan jenis timah ini menggunakan bahan campuran borax atau semacam pasta yang berguna untuk mempermudah agar timah dapat menempel, baik pada papan circuit dan kaki komponen.

2. Mudah meleleh

Bila dilelehkan dengan solder biasanya akan mudah meleleh karena memang pengaruh dari bahan yang digunakan.

3. Asapnya tidak pedih di mata

Bila sedang menyolder, biasanya asapnya tidak pedih dimata dan juga tidak bau.

4. Lentur

Timah  yang bagus biasanya lentur atau tidak kaku.

5. Hasil solderan bersih dan mengkilap

Hasil solderan mengkilap, kelihatan kokoh dan tidak mudah retak dalam waktu lama.

6. Hasil solderan tidak mengandung lubang atau gelembung

Hasilnya tampak rapat dan bagus.

Yang biasa digunakan untuk servis elektronik adalah jenis timah ukuran sedang dengan diameter antara 0,3-0,5mm.

Dari ke 6 ciri di atas, berikut ini beberapa merek yang direkomendasikan :

1. Wellsmartm

2. Paragon

3. Goot

4. Pancing

Meski sudah menggunakan kualitas timah yang bagus, belum tentu menghasilkan suatu solderan yang baik. Hal ini bisa dikarenakan penggunaan solder yang kurang bagus kualitasnya atau cara menyolder yang kurang matang atau mungkin komponen dan papan rangkaian yang kotor. Jadi hendaknya sebelum melakukan penyolderan, semua harus bersih dari minyak dan debu. Dan untuk pengunaan pasta solder juga bisa membantu menghasilkan solderan yang jernih dan mengkilap.

Merek solder yang cukup banyak di pasaran dan direkomendasikan adalah : DEKKO. Harganya sekitar 80ribu, baik yang model tembak maupun biasa.

0

Jangan Buru-Buru Menikah Daripada Menyesal

Juli 17, 2018
Tags:

Usia sudah kepala tiga, tapi belum punya pasangan????… Tiap ketemu teman atau saudara, selalu yang ditanyakan : “Kapan menikah???”…

“Aduh, bikin nyesek deh….!!!”

Mungkin ini yang sedang Anda alami ? 

Jika Anda berpikir bahwa ketika menikah pasti akan BAHAGIA, Anda perlu meneruskan untuk membaca artikel yang saya tulis ini….

Benarkah Pernikahan itu Pengekangan ?

Beberapa waktu lalu seorang teman bercerita bahwa ia bisa benar-benar menemukan hidupnya yang lama lagi setelah suaminya meninggal. Dulu ketika suaminya masih hidup, ia tidak boleh bekerja, tidak boleh naik sepeda motor dll… Pokoknya ia merasa terkekang… Tiap hari bertengkar melulu… Suaminya mabuk-mabukan. Tapi kini, ia merasa BEBAS.. Sekarang wajahnya pun terlihat lebih bersinar-sinar…. Wow… ternyata menikah dengan orang yang tidak TEPAT malah bikin hati tersiksa ya??? Sampai di sini kamu masih ingin buru-buru menikah ???

Kemarin saya potong rambut, dan ngobrol dengan pemotong rambut saya… Dia bercerita bahwa suami keduanya pergi begitu saja karena “kecantol” seorang PUREL (pemandu lagu)… Ia ingin bercerai saja, tapi si suami tidak mau menceraikannya karena ia PNS, padahal keduanya sudah pisah ranjang cukup lama. Ia bercerita bahwa ketika dulu suaminya masih di rumah, sering terjadi pertengkaran karena si Istri sering bekerja pulang malam… Tapi kini setelah suaminya tidak lagi ada di rumah, ia merasa BEBASSSSS… Sekarang mau pulang malampun tidak ada yang melarang. Bahkan ia juga tidak kekurangan uang untuk membiayai 2 orang anaknya yang masih SD. Ibu ini bercerita bahwa pernikahannya dengan suami kedua ini tidak didasari dengan CINTA, tetapi hanya karena KETERPAKSAAN… Terpaksa karena ketangkap basah oleh warga…

Pernikahan tanpa didasari CINTA memang bisa saja… Bisa karena keterpaksaan.. Bisa karena KASIHAN.. atau bisa juga karena UANG/MATERI.

Daripada menikah buru-buru dengan orang yang sebenarnya TIDAK NGEKLIK di hati, mending belajar bersabar untuk menunggu…. Jangan sampai karena buru-buru ingin menikah, akhirnya menikah dengan orang yang salah, bukan SURGA yang didapat tapi malah seperti NERAKA. Bukan BERKAH yang didapat, tapi malah MUSIBAH!

Di era sekarang ini, dimana emansipasi wanita dijunjung tinggi, terkadang karena pendidikan sama-sama tinggi, si wanita berani melawan suaminya. Ia tidak lagi mau MENUNDUKKAN dirinya… Sekalipun si suami sudah banyak berbuat baik, memberikan uang yang cukup dan memberikan kebebasan, tapi tetap saja bisa salah di matanya. Tapi sebenarnya tingkat pendidikan tidaklah bisa jadi patokan.. Karena kalau sifatnya memang tidak mau tunduk, diberi fasilitas apapun juga tetap tidak akan mau tunduk.

Sebelum berlanjut ke jenjang pernikahan, pelajari betul-betul karakter calon suami/istri Anda… Jika ia laki-laki, coba lihat bagaimana ia memperlakukan ibunya atau saudara perempuannya.. Apakah dengan hormat? atau acuh-acuh ? Demikian juga hal itu akan dilakukannya kepada Anda. Hal ini juga berlaku sebaliknya, jika ia perempuan bisa dilihat dari bagaimana ia memperlakukan Ayah atau saudara laki-lakinya. Pelajari BIBIT, BEBET dan BOBOT!!!

Mengubah karakter orang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Jika Anda sudah tahu bahwa pasangan Anda berkarakter tidak baik, dan sudah beberapa kali diingatkan tapi tidak berubah, Anda harus berpikir dengan jernih apakah mau dilanjutkan atau tidak. Jangan menikah karena TERPAKSA ataupun INGIN MENCOBA-COBA… Daripada Anda menyesal!

 

Memulai dengan tidak BENAR

Seorang teman mengeluhkan istrinya yang kecantol dengan laki-laki lain. Kisahnya berawal ketika dia ingin cepat-cepat menikah, tetapi tidak ada satupun cewek yang kecantol dengannya. Akhirnya ketemulah ia dengan seorang cewek yang sering keluyuran ga jelas, bapaknya juga seorang pejudi dan sering ribut dengan istrinya. Agar anak perempuan itu tidak keluyuran, akhirnya bapaknya menyetujui untuk dipinang tanpa perlu pacaran lama-lama.

Singkat kata, setelah menikah, teman saya ini kalau pulang kerja sering larut malam karena banyaknya pekerjaan. Sampai rumah, tidak ada makanan, malah istrinya sibuk main HP, entah chat dengan siapa…. Istrinya memang tidak mau memasak, jadi makanan ya beli di warung… Karena tidak tahan melihat istrinya seperti itu, ia sampai emosi dan akhirnya mengambil HP istrinya lalu dibanting… Setelah itu istrinya kabur dengan pria lain entah kemana. Dan anaknya dititipkan ke mertuanya yang suka berjudi dan mabuk itu tadi.

Sampai di sini, masih tetap pingin buru-buru menikah dengan siapa saja tanpa mempertimbangkan efek ke depannya?

Carilah pasangan yang sepadan… Sepadan dalam iman, dalam kedewasaan, dalam pendidikan, dalam pandangan hidup, satu visi…

 

Bagaimana kalau sudah terlanjur menikah dengan orang yang “salah” ?

Masalah suami istri itu umumnya bukan salahnya salah satu pihak saja, tapi dua belah pihak sama-sama salah. Misal : istri keras, suaminya malah sama-sama keras, akhirnya berantem melulu.

Kalau terlanjur menikah dengan orang yang karakternya “buruk” menurut Anda, maka Andalah yang harus memulai untuk berubah…. Barangkali hal ini terjadi karena Anda sendiri kurang melibatkan TUHAN dalam rumah tangga Anda. Dan untuk mengubah pasangan, belajar untuk menegur dengan kelemahlembutan, bukan dengan bentak-bentak dan uring-uringan. Jaraknya tidak sampai 3 meter, tapi ngomongnya sampai ngotot dan terika-teriak, sebuah hal yang tidak baik.

Mulai saat ini berhenti menuntut dan menghakimi orang lain atas setiap permasalahan. Belajarlah untuk mendekatkan diri pada sang maha kuasa, rajin-rajinlah berdoa…. Doakan rumah tangga Anda. Kalau perlu doa + puasa… Minta pertolongan TUHAN agar kehidupan rumah tangga Anda bagaikan SORGA, yang orang lain pun bisa mengecap keharmonisan Anda.

Syukuri apapun yang Tuhan telah beri, termasuk pasangan. Kalau sudah menikah, itu artinya memang JODOHnya… Suka duka, jelek-baik harus diterima. Pasangan kita adalah cermin diri kita. Kalau pasangan masih belum sesuai harapan, kita harus juga instropeksi.

Jangan berpikir untuk CERAI… Karena akibat dari perceraian juga tidak selamanya baik seperti yang dibilang para artis… Bangun kembali pondasi pernikahan yang selama ini mungkin belum ditegakkan.

Menjalani pernikahan, mendidik anak, ini semua perlu SENI, bukan EMOSI! Libatkan Tuhan dalam segala perkara hidup Anda, maka Anda akan berbahagia.

0

Apakah Radio Komunitas Harus Bayar Pajak Penghasilan (PPh) ???

Juli 6, 2018

Beberapa customer radio streaming kami di klikhost.com adalah radio komunitas. Terkadang karena ketidaktahuan akan pajak, ada yang tiba-tiba dapat tagihan sekian juta dari kantor Pajak karena tidak melaporkan SPT selama beberapa tahun. Sudah kita ketahui bahwa jika tidak melaporkan SPT Badan, maka kena denda Rp. 1.000.000. Jika tidak lapor selama 5 tahun, berarti kena dendanya Rp. 5.000.000,-

5 Tahun terakhir ini, perpajakan semakin ketat. Hal ini tentunya mau tidak mau kita semua harus tahu perpajakan agar tidak melanggar peraturan yang ada.

Untuk radio komunitas, umumnya badan hukumnya adalah PERKUMPULAN. Sumber pendanaan umumnya berasal dari DONASI dan IURAN ANGGOTA. Nah, khusus perkumpulan seperti radio komunitas ini perlakuannya berbeda dengan jenis perkumpulan yang lain, seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Jika perkumpulan dimana anggotanya terdiri dari para Wajib Pajak yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas, misalnya Ikatan Dokter Indonesia atau Asosiasi Kontraktor Indonesia, maka iuran yang dibayarkan anggota adalah merupakan objek pajak penghasilan bagi perkumpulan tersebut. Hal ini diatur dalam pasal 4 ayat (1) huruf o Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 (UU PPh). Jenis pajaknya adalah Pajak Penghasilan (PPh) Badan karena perkumpulan termasuk dalam pengertian Badan berdasarkan pasal 2 ayat (1) huruf b. PPh Badan dikenakan terhadap penghasilan kena pajak yang dihitung berdasarkan penghasilan bruto dikurangi biaya untuk mendapatkan, menagih dan menerima penghasilan sebagaimana di atur dalam pasal 6 ayat (1) UU PPh.

Sedang perkumpulan seperti Radio Komunitas ataupun ormas, yang dimana anggotanya bukan Wajib Pajak yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas, maka iuran yang dibayarkan oleh anggota kepada perkumpulan bukan merupakan objek pajak penghasilan.

Berikut dasar hukumnya :

Pasal 4 UU No. 36 tahun 2008

(1) Yang menjadi objek pajak adalah penghasilan, yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apa pun, termasuk:

1. Penggantian atau imbalan berkenaan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau diperoleh termasuk gaji, upah, tunjangan, honorarium, komisi, bonus, gratifikasi, uang pensiun, atau imbalan dalam bentuk lainnya, kecuali ditentukan lain dalam Undang-undang ini;
2. Hadiah dari undian atau pekerjaan atau kegiatan, dan penghargaan;
3. Laba usaha;
4. Keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta termasuk:
a. keuntungan karena pengalihan harta kepada perseroan, persekutuan, dan badan lainnya sebagai pengganti saham atau penyertaan modal;
b. keuntungan karena pengalihan harta kepada pemegang saham, sekutu, atau anggota yang diperoleh perseroan, persekutuan, dan badan lainnya;
c. keuntungan karena likuidasi, penggabungan, peleburan, pemekaran, pemecahan, pengambilalihan usaha, atau reorganisasi dengan nama dan dalam bentuk apa pun;
d. keuntungan karena pengalihan harta berupa hibah, bantuan, atau sumbangan, kecuali yang diberikan kepada keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat dan badan keagamaan, badan pendidikan, badan sosial termasuk yayasan, koperasi, atau orang pribadi yang menjalankan usaha mikro dan kecil, yang ketentuannya diatur lebih lanjut dengan Peraturan Menteri Keuangan, sepanjang tidak ada hubungan dengan usaha, pekerjaan, kepemilikan, atau penguasaan di antara pihak-pihak yang bersangkutan; dan
e. keuntungan karena penjualan atau pengalihan sebagian atau seluruh hak penambangan, tanda turut serta dalam pembiayaan, atau permodalan dalam perusahaan pertambangan;
5. penerimaan kembali pembayaran pajak yang telah dibebankan sebagai biaya dan pembayaran tambahan pengembalian pajak;
6. bunga termasuk premium, diskonto, dan imbalan karena jaminan pengembalian utang;
7. dividen, dengan nama dan dalam bentuk apapun, termasuk dividen dari perusahaan asuransi kepada pemegang polis, dan pembagian sisa hasil usaha koperasi;
8. royalti atau imbalan atas penggunaan hak;
9. sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta;
10. penerimaan atau perolehan pembayaran berkala;
11. keuntungan karena pembebasan utang, kecuali sampai dengan jumlah tertentu yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah;
12. keuntungan selisih kurs mata uang asing;
13. selisih lebih karena penilaian kembali aktiva;
14. premi asuransi;
15. iuran yang diterima atau diperoleh perkumpulan dari anggotanya yang terdiri dari Wajib Pajak yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas;
16. tambahan kekayaan neto yang berasal dari penghasilan yang belum dikenakan pajak;
17. penghasilan dari usaha berbasis syariah;
18. imbalan bunga sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang yang mengatur mengenai ketentuan umum dan tata cara perpajakan; dan
19. surplus Bank Indonesia.

Jadi, untuk radio komunitas, di SPT tetap dilaporkan jumlah iuran anggotanya di kolom “Bukan Objek Pajak”, tetapi pembayaran pajaknya adalah NIHIL karena iuran anggota radio komunitas BUKAN SEBAGAI OBJEK PAJAK PENGHASILAN.

0

10 Hal Yang Pantang Dilakukan Orang Tua

Juni 2, 2018

1. Jangan bandingkan anak sendiri sama yang lain

Anak akan jadi tidak percaya diri, tidak berani menunjukkan bakatnya.

2. Memberi hadiah (benda) untuk menghiburnya

Jangan memberi benda sebagai pujian, seperti mainan, 2-3 minggu sudah bosan.

Menghibur dengan cara menyenangkan.

3. Jangan mengatur jadwal anak

Banyak ibu suka membatasi waktu anaknya dengan jadwal. Belajar = bermain. Bermain = Belajar.

4. Jangan memberikan kelas tambahan

5. Jangan mengambil keputusan untuk anak

Biarkan anak belajar mengambil keputusan sendiri

6. Hehehe

7. Jangan memukul atau memaki anak

Jelaskan kepadanya, merupakan cara terbaik dalam mendidik.

8. Jangan berbohong dengan anak

Kalau sudah janji, harus ditepati

9. Jangan mengabaikan anak karena pekerjaan

10. Jika anak bertanya, jangan biarkan anak menunggu

 

0

Cara Sederhana Menguji Respon Frekuensi Speaker

Mei 16, 2018

Setiap speaker mempunyai frekuensi respon atau frekuensi kerja. Ada alat yang digunakan untuk mengukur hal ini, tetapi posting ini memberi Anda cara cepat untuk memeriksa respons frekuensi loudspeaker di rumah hanya dengan menggunakan mata dan telinga Anda.

Frekuensi pendengaran manusia umumnya dimulai dari 20Hz pada ujung rendah hingga 20 KHz di ujung tinggi. Kebanyakan pendengaran manusia terjadi di tengah rentang ini, antara 1500Hz dan 4500Hz, tetapi rentang yang lebih tinggi dan lebih rendah adalah penting ketika mendengarkan musik.

Speaker diharapkan memiliki “respon datar” atau FLAT, yang berarti bahwa frekuensi rendah, menengah, dan tinggi semua memiliki volume yang sama. Speaker yang baik umumnya lebih mahal karena biaya bahan, kerumitan pembuatan, dan biaya merek.

Untuk menguji respon speaker Anda, silahkan klik tombol play di video ini :

Anda mendengarkan di speaker ANda suara dari frekuensi rendah hingga tinggi ? Mulai frekuensi berapa Anda mendengarkan dan frekuensi berapa berhentinya ? Apakah ada perubahan volume ?

Coba video ini di beberapa speaker dan Anda akan dengan cepat bisa mengetahui perbedaan antara speaker satu dan yang lainnya.Video di atas menggunakan volume yang sama dari frekuensi bawah hingga tinggi.

Kebanyakan speaker yang bagus hanya mulai berbunyi pada frekuensi 40Hz hingga 15 Khz. Macbook Pro berbunyi mulai 130 Hz, sedangkan headphone monitor saya merek ISK mulai berbunyi di frekuensi 20 Hz.

 

0