Biasakanlah Negative Thinking

Telah dibaca :1330

Tidak selamanya negative thinking atau pikiran negatif itu jelek loh. Sebagai contoh ketika kata hati Anda berkata bahwa suatu hal itu tidak baik. Ada baiknya memang Anda biasakan mendengar intuisi Anda supaya Anda bertindak hati-hati. Tidak gusra-gusru.

Di kasus lain, negative thinking terhadap orang yang baru saja Anda kenal. Di pihak orang tersebut punya keyakinan bahwa : “Saya orang baik-baik. Tenang saja. Saya tidak akan mencelakakan Anda!“. Tapi pikiran Anda berkata : “Nih orang baru kenal tapi kok agresif sekali yah. Jangan-jangan nanti mencelakakan saya.” Hasilnya pikiran dan tindakan Anda jadi negative. Padahal siapa tahu orang itu adalah orang yang “dikirim” Tuhan untuk membantu Anda.

Coba kalau hal itu dibalik yah… Anda sebagai pihak orang itu.. Bagaimana perasaan Anda dicurigai seperti itu padahal Anda adalah orang baik-baik dan yang berniat baik ?? Tidak nyaman pastinya.

Di kasus lain, saya seringkali ketika menjadi penjual di internet mendapat perkataan “curiga” dari pembeli. Hal itu wajar aja sih, namanya juga baru kenal. Misalnya : “Bagaimana kalau kamu kabur???”. Atau “Bagaimana saya bisa mempercayai kamu??”. Tapi setelah terjadi transaksi, malah terkadang bisa jadi teman baik.

Saat saya dulu bekerja di sebuah klinik, saya mendapat pelajaran berharga dari owner. “Jangan pernah berpikiran negative, karena hal ini bukan saja tidak baik buat kesehatan, tapi juga buat kinerja perusahaan. Kalau semua saling curiga terhadap anggota team, mana ada rasa kepercayaan, dihormati dan saling menghargai??”.

Tidak hanya negative thinking terhadap orang lain yang harus dihindari, tetapi juga terhadap diri sendiri. Seperti “aku ga bisa…. jangan-jangan nanti kecelakaan waktu ke sana… aku tidak mampu..”.

So, tempatkan negative thinking pada porsi yang tepat. Jangan biarkan dipelihara terus menerus yang malah akan membuat tingkah kita jadi negative semua (rasa curiga, tidak percaya, malas bekerja, menyalahkan orang lain, tidak mau bertanggung jawab).

Saling percayai partner bisnis Anda dan rekan dalam tim kerja Anda.

Pikiran negatif sama berbahayanya dgn penyakit kanker, bila dibiarkan akan merambat ke pikiran negatif lainnya

Posted in Pengembangan Diri | Tagged , | 2 Comments

Target Untuk Dijalani, Bukan Dipikirkan

Telah dibaca :1031

Seorang karyawan diminta oleh managernya untuk menemui si A dalam pengurusan ijin-ijin. Karyawan ini rupanya tidak segera bergerak. Dalam pikirannya “bagaimana ya nanti kalau saya dimintai uang ??? bagaimana nanti kalau saya ditolak ?? orang ini dikenal paling sulit birokrasinya.. hmmm”. Pikiran negatif berkecamuk dalam hatinya.

Bukankah kita sering seperti ini juga??

Dalam mentargetkan sesuatu kita sering gagal saat mau mengerjakannya. Kekuatiran akan hal negatif selalu berkecamuk sebelum itu dilakukan. Padahal itu adanya cuma di dalam pikiran yang belum tentu terbukti.

Pada saat mengurus ijin SIP, saya sempat kuatir saat meminta tanda tangan saksi yang notabene adalah dokter yang tempat prakteknya 200 meter dari tempat praktek saya. Yang ada di pikiran saya “wah, gimana nanti kalau saya disemprot dan malah ga dikasi tanda tangan ? saya belum pernah menemui orang ini.. apakah dia besar dan galak? dia pasti merasa bahwa saya adalah kompetitornya.. jadi mungkin dia akan mengintimidasi saya”. Sempat saya “melarikan diri” untuk mencari dokter lain sebagai saksi, tapi malah ga ketemu karena sudah malam. Ya sudah akhirnya saya kembali ke dokter tersebut. Dan semua ketakutan itu ga terbukti.

So, jika Anda saat ini mentargetkan sesuatu, jalanin saja! Ga usah dipikirkan. Kalau dipikirkan malah ga jalan-jalan loh nantinya. He3.

Jika anak panah tidak pernah dilepaskan dari panah ke target, maka selamanya dia tidak akan pernah sampai pada target.

Entah itu tepat pada target atau tidak, yang terpenting adalah luncurkan anak panah itu. Entah nantinya itu akan terhempas angin, kita tidak tahu. Yang terpenting kita sudah melepaskannya.

Lakukan apa yang Anda menjadi target Anda sekarang juga dengan langkah-langkah kecil.

Perjalanan 1000 mil selalu dimulai dengan 1 langkah.

Posted in Pengembangan Diri | Tagged , , , , | 5 Comments

Kenapa Anda Harus Berafiliasi Dalam Bisnis

Telah dibaca :1029

If you want to get anything, you will get nothing!

Dalam bisnis, Anda tidak harus mengerjakan semua hal sendirian. Mungkin ada orang yang bisa mengerjakan banyak hal secara bersamaan, tetapi itu teramat sangat jarang.

Semisal Anda punya banyak jaringan, dan Anda mempunyai keahlian untuk menjual. Tetapi Anda tidak bisa memproduksi sesuatu. Dengan sedikit gengsi, akhirnya Anda belajar untuk memproduksi sesuatu yang lagi trend. Tapi akhirnya waktu Anda habis untuk bereksperimen.

Kenapa tidak Anda berfokus pada marketing saja ? sesuatu yang sudah Anda punyai sendiri. Serahkan produksinya pada orang yang lebih ahli.

Untuk sukses Anda tidak harus mengerjakan semua hal sendirian. Anda bisa menulis, tetapi tidak bisa membuat blog. Kenapa tidak meminta Andhika Wijaya Kurniawan untuk membuatkan personal branding blog untuk Anda ? 

Seperti yang saya lakukan sekarang, saya juga ikut “menjual” produk rekan bisnis saya. Meski saya tidak se-sen pun menerima komisi, tapi inilah proses dimana saling membantu dalam bisnis. Seperti mindset yang sudah saya tulis sebelumnya mengenai membantu orang untuk sukses, maka Anda akan sukses.

Anda bisa membuka peluang joint venture. Atau Anda bisa membuat Paket tertentu, misalnya Anda seorang web desain, dan seorang teman lain adalah webhoster, maka anda bisa mengarahkan hostingnya ke teman Anda.

Sukses bareng-bareng jauh lebih baik. Mulailah dari sekarang mengajak teman-teman yang lain untuk saling berafiliasi sesuai bidang masing-masing.

Posted in Bisnis | Tagged , , , , , , | 2 Comments

Satu Tim Saling Back Up

Telah dibaca :1021

Suatu ketika, jempol kaki tersandung. Mulut bilang “aduhhh….. gile lo pol (panggilan si jempol), ga punya mata apa ???”. Tapi si tangan langsung mengelus-elus jempol “sabar ya…. semoga elusanku ini bisa meredakan sakitmu”.

Ilustrasi di atas adalah yang terjadi dalam team work. Seringkali kita berlaku sebagai mulut yang suka menyalahkan anggota tubuh lain dikala mereka melakukan kesalahan. Tapi jarang berlaku seperti tangan yang bisa berempati supaya jempol segera bangkit dan membuat semuanya bisa berjalan.

Jika Anda sebagai seorang dokter, jangan memarahi perawat di depan pasien tat kala mereka bekerja tidak sesuai dengan harapan Anda. Tegur mereka di belakang pasien supaya mereka tidak mengulangi kesalahan yang sama. Tutupi kesalahan mereka dengan hal yang lain.

Tanpa perawat, dokter tidak bisa bekerja lebih baik. Tanpa karyawan bagian administrasi, manager juga tidak bisa memantau keuangan.

Kita semua saling membutuhkan. Jangan merasa bahwa kitalah yang terpenting dalam team work.

Seorang nenek tua berhasil naik ke puncak everst. Yang terekspos di luar adalah nenek itu berhasil naik ke puncak everst sendirian. Tapi apa yang sesungguhnya terjadi adalah : ada ratusan orang yang rela membawakan barang-barangnya, dan mendorongnya untuk sampai ke puncak.

Tanpa orang lain, Anda tidak bisa berbuat banyak. Akui dan sadari bahwa Anda membutuhkan orang lain.

Anda tidak bisa sukses sendirian. Bukankah lebih baik kalau kita bisa sukses bareng-bareng ??

Belajarlah untuk saling back up. Empati itu penting. Tetaplah rendah hati.

Posted in Team Work | Tagged , , , , , | 5 Comments

Dokter Seperti Apa yang Anda harapkan?

Telah dibaca :1008

Dokter di desa dengan di kota sangatlah berbeda dalam hal penampilan maupun pendekatan. Supaya dapat klop dengan apa yang diharapkan oleh segmen masyarakat yang ingin dijangkau, maka harus ada penyesuaian.
Di desa, dokter dengan penampilan pakai celana jeans, rambut gondrong, sandal jepit, mungkin tidaklah cocok. Tetapi berbeda dengan di kota, yang lebih mementingkan komunikasi yang enak.

Kali ini saya mengadakan survey kecil-kecilan di facebook. Ada yang menjawab serius, ada pula yang bercanda – ga sadar kalau mau dipublikasikan. Xixixixi… Bisa Anda lihat hasilnya di bawah ini :

http://img64.imageshack.us/img64/6599/purbakuncara12949255000.png

Dokter seperti apa yang Anda harapkan? silahkan berbagi komentar

Posted in Kedokteran | Tagged , , , , | 1 Comment

Bantu Orang Lain Sukses = Tambah Sukses

Telah dibaca :1128

Sukses, sukses dan sukses. Kata ini yang sering kita dengar di seminar-seminar motivasi dan buku-buku pengembangan diri.

Suatu saat saya dibujuk oleh seorang teman untuk menghadiri seminar leadership di surabaya. Saya kalau dengar kata “leadership”, langsung semangat, karena saya memang punya interest di bidang itu.

Meskipun setelah mengikuti seminar ternyata itu bukan murni seminar leadership, tapi ternyata meeting bisnis MLM (Network Marketing) tertentu, tapi sedikit banyak ada hal yang bisa saya petik.

Salah satunya yaitu di bisnis MLM untuk bisa naik level, maka seorang upline harus membantu downline untuk bisa naik terus. Istilahnya membantu orang lain sukses, maka akan tambah sukses.

Saya bukan orang MLM, tapi banyak hal/prinsip positif yang bisa kita ambil dan aplikasikan sesuai bidang kita masing-masing. Bahkan bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh lain, suksesnya acara Indonesian Idol. Mereka bisa sukses karena membantu orang-orang untuk mewujudkan impiannya. Hal inilah yang akan saya sharingkan dengan program director di radio-radio supaya mereka membuat acara dengan konsep serupa itu. Karena sekarang jaman horisontal, siapapun bisa naik melambung ke atas.

Dalam dunia bisnis internet, jika Anda dapat membantu sebanyak mungkin orang, maka akan banyak orang yang percaya pada Anda. Dan akhirnya terjalinlah hubungan kerjasama. Dan ini akan berlaku secara VIRAL, dimana satu orang telah kita bantu, maka dia cerita ke teman-temannya, dan seterusnya.

Bantu orang lain untuk sukses, maka Anda akan tambah sukses dan hidup dalam berkelimpahan

Posted in Bisnis | Tagged , , , , , , | 3 Comments

Menjaga Reputasi Perusahaan

Telah dibaca :1063

Suatu ketika ada kesalahan “berat” yang dilakukan oleh perusahaan tempat Anda bekerja. Misalnya itu karena keteledoran salah satu karyawan atau salah satu bagian. Tapi masih belum sempat terpublish ke umum.

Atau mungkin ada ketidakpuasan Anda akan management yang buruk. Anda kecewa. Dan Anda curhat ke orang luar, apalagi ke kompetitor. Ini malah akan memperburuk citra perusahaan tempat Anda bekerja.

Seharusnya setiap hal yang terjadi dalam internal perusahaan jangan sampai ke luar. Obrolkan setiap masalah dan kejanggalan pada pimpinan Anda. Jangan malah ke orang luar. Tentunya pimpinan dengan sangat senang sekali jika Anda bisa terbuka.

Keep silent! No comment jika ada orang luar berusaha mengorek-ngorek keburukan perusahaan tempat Anda bekerja. Arahkan mereka untuk berhubungan dengan PR.

Jangan suka meludah di sumur yang airnya Anda minum.

Jangan suka menjelekkan perusahaan tempat Anda bekerja

    Posted in Bisnis | Tagged , , , , | 1 Comment

    Apa arti Damai itu….

    Telah dibaca :1230

    Kita sering mendengar dan menyebut bahwa damai itu indah. Tapi pada kenyataannya kita susah menjadi pelaku yang membawa damai.

    Apa sih damai itu ?

    Damai adalah ketika saya berdiri untuk hak-hak Anda, dan Anda berdiri untuk hak-hak saya.

    Damai adalah ketika masing-masing kita tidak menonjolkan hak-haknya dengan menginjak hak-hak orang lain.

    Semoga renungan singkat ini bisa menjadikan kita menjadi orang yang lebih baik hari ini.

    Berbahagialah orang yang cinta damai

      Posted in Pengembangan Diri | Tagged , , , | Leave a comment

      Unlimited Wealth dan Internet Cash Machine

      Telah dibaca :1205

      Pagi ini saya menerima 2 buah buku yang saya beli di gramediaonline.com hari minggu lalu, atas rekomendasi dua orang sahabat saya, yaitu Andhika Wijaya Kurniawan dan Lulu Kemaludin. Buku tersebut adalah “Internet Cash Machine – Raih $1.400.000 Dalam 36 Jam” dari IMfreedom.com dan “Unlimited Wealth” dari Bong Chandra.

      download ebook unlimited wealth bong chandra, internet cash machine gratis ebook

      100% royalti dari kedua buku tersebut akan disumbangkan untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan.

      Beberapa hari ke depan saya akan mengulas sebagian isi dari 2 buku tersebut untuk Anda. Keep stay tune di purbakuncara.com

      Posted in Bedah Buku | Tagged , , | 8 Comments

      Seni Membangun Relasi

      Telah dibaca :1200

      Setiap orang yang ingin mencapai kesuksesan membutuhkan relasi atau hubungan yang baik dengan banyak pihak. Bagaimana Anda menjalin hubungan dengan orang lain, baik itu klien, rekan kerja, bawahan maupun atasan, sangat menentukan keberhasilan Anda. Berikut adalah beberapa hal yang dapat menjadi pedoman Anda:

      Kepercayaan diri
      Jika Anda ingin membangun hubungan dengan orang lain, Anda harus menunjukkan kepercayaan diri. Anda harus kenal jati diri Anda yang sesungguhnya. Orang tidak akan memperhatikan suara orang asing, untuk itu Anda harus jadi diri sendiri.

      Jujur dan Tulus

      Anda harus menyampaikan pujian yang jujur, menolong dengan tulus dan menjaga agar hubungan Anda dengan orang-orang yang Anda kenal dengan penuh kasih.

      Beradaptasi
      Robohkan tembok pemisah. Bicaralah dengan bahasa lawan bicara, sesuaikan diri Anda dengan budaya, latar belakang, pendidikan dlsb. Sesuaikanlah diri Anda dengan orang tersebut, jangan memaksa orang lain menyesuaikan diri dengan Anda.

      Pusatkan perhatian kepada mereka
      Ini adalah sebuah rahasia keberhasilan setiap orang sukses: mereka menempatkan orang lain lebih penting dari dirinya. Dengan cara pandang tersebut, mereka menjadikan orang lain sebagai pusat perhatiannya, bukan menjadikan dirinya sendiri sebagai pusat perhatian orang-orang di sekitarnya. Setiap orang senang menjadi pusat perhatian, dilayani dan diperhatikan.

      Beri kepercayaan
      Cara membangun hubungan yang baik adalah dengan mempercayai. Dengan cara ini kita dapat membantu orang tersebut menunjukkan potensi yang ada didalam dirinya. Rasa percaya Anda, dapat membantu orang tersebut semakin memaksimalkan kehidupannya.

      Tawarkan bantuan dan harapan
      Tidak ada seorangpun yang dapat hidup sendiri di dunia ini. Semua orang membutuhkan bantuan orang lain. Untuk itu, tawarkanlah pertolongan kepada orang-orang di sekeliling Anda. Berilah mereka harapan. Dengan menawarkan harapan, Anda memberikan mereka masa depan.

      Sebuah relasi jika dibangun dengan benar akan membentuk sebuah siklus saling memberi dan menerima


      Disadur dari : 21 Hukum Kepemimpinan Sejati; John C Maxwell

      Posted in Pengembangan Diri | Tagged , , , , , , , , , , , | 2 Comments