Proses Pengurusan Ijin Lembaga Penyiaran Radio Swasta (Komersial)

April 2, 2017

Era sekarang ini, harga listrik mahal, jumlah pengiklan turun, banyak stasiun radio yang tumbang, hingga akhirnya yang sudah punya ijin terpaksa ditake over oleh perusahaan lain. Tapi di sisi lain, ada beberapa radio yang sudah jatuh bangun berulang kali tapi masih tetap ingin bertahan, bahkan justru mempunyai cita-cita menjadi radio yang sangat besar dan terbaik di daerahnya.

Lupakan untuk mengurus ijin radio komunitas karena kanal frekuensi komunitas hanya ada 3 kanal, yaitu 107.7, 107,8 dan 107.9. Empet-empetan!!! Dan daya pemancarnya pun dibatasi maksimal 50 watt, dengan jangkauan maksimal 2,5 Km. Meskipun pada kenyataannya di lapangan ada banyak radio komunitas yang menayangkan iklan komersial dan jangkauannya sangat jauh, juga frekuensinya menempati yang tidak seharusnya karena kanal frekuensi komunitas sudah penuh. Tapi hal ini tetaplah tidak aman jika terkena sweeping balmon ataupun mendapat protes dari radio swasta resmi yang lain karena mengganggu sinyal radio mereka.

Apakah sulit ya mengurus ijin penyiaran lembaga swasta ???

Kuncinya ada 3 :

  1. Tidak ingin selamanya menjadi radio gelap
  2. Tahu prosedurnya (jalannya)
  3. Asal ada kemauan dan uang yang cukup tentunya, maka akan ada jalan, selama kanal frekuensinya masih tersedia dan peluangnya akan segera dibuka lagi.

Apa maksudnya peluang ???

Pembukaan kanal frekuensi yang masih tersedia akan diumumkan oleh dirjen postel. Bulan Januari 2017 sudah diterbitkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 3 Tahun 2017 tanggal 30 Januari 2017 tentang Rencana Induk Frekuensi Radio Untuk Keperluan Penyelenggaraan Radio Siaran Frequency Modulation. Issuenya, pertengahan bulan April 2017 akan dibuka lagi peluang usahanya. So, segera persiapkan persyaratan.

Sebelum Anda mendirikan radio dan memulai proses perijinan, ada baiknya mengukur dulu anggaran Anda berapa dan visi ke depan seperti apa. Buat perencanaan yang matang supaya radio Anda tidak tumbang sebelum berperang. Jangan sampai Anda seperti membangun sebuah rumah, belum sampai rumah itu jadi ternyata Anda sudah kehabisan dana. Jika sudah MANTAF, Anda bisa mulai mendirikan pemancarnya, towernya, studionya, timnya dll.

Ada banyak kasus dimana tower sudah berdiri, pemancar juga menggunakan buildup, tapi akhirnya dipermasalahkan oleh warga. Warga ada yang menuding bahwa pemancarnya nyeplet ke tivi, towernya takut kalau ambruk (padahal kalaupun towernya ambruk ya masih di tanahnya radio), dan takut kena sambar petir. Ada-ada saja memang, dan di sini warga bisa dengan mudah dihasut pihak ketiga yang tidak menyukai keberadaan radio yang Anda dirikan. Di sinilah kesabaran dan keberanian Anda diuji untuk berhadapan langsung dengan warga dan provokator yang mungkin ada di balik layar. Sebaiknya sebelum semua didirikan, ada baiknya untuk mengundang semua warga, diajak makan bersama, lalu utarakan apa rencana Anda dalam mendirikan radio. Jangan lupa untuk memberikan kompensasi terhadap warga, misal warga sekitar dapat internet gratis atau bingkisan tiap tahunnya.. Ya itu istilahnya TRANSAKSI dengan warga. Setelah itu jangan lupa untuk sekalian meminta KTP dan tanda tangan warga, diketahui ketua RT/RW setempat. Ini yang namanya ijin prinsip dengan warga.

Di sisi lain, untuk membangun radio yang “ideal” dibutuhkan SDM yang mumpuni. SDM ini menjadi kunci maju mundurnya sebuah radio.

Masih tetap semangat untuk mengurus ijin radio Anda ??? Kalau masih mau, mari terus baca artikel ini sambil nyruput secangkir kopi ….

1. PERSYARATAN PERMOHONAN IZIN STASIUN RADIO BARU

Untuk Badan Hukum PT (Radio komersial/swasta)

  1. Surat permohonan ditujukan kepada Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika cq. Direktur Operasi Sumber Daya. Contoh surat permohonan ISR dapat diunduh disini;
  2. Surat pernyataan kesanggupan membayar BHP Frekuensi Radio. Surat pernyataan ini dapat disatukan dalam surat permohonan, sebagaimana dimaksud pada angka 1);
  3. Salinan Akta Pendirian Badan Hukum dan Akta Perubahan beserta pengesahannya.
  4. Salinan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
  5. Formulir permohonan ISR yang telah diisi secara lengkap dan benar. Formulir ISR beserta petunjuk cara pengisiannya dapat diunduh disini;
  6. Gambar konfigurasi jaringan komunikasi dan peta lokasi;
  7. Data/brosur spesifikasi teknis perangkat radio dan antenna. Perangkat yang akan digunakan telah memiliki sertifikat perangkat dari Ditjen SDPPI;
  8. Salinan Izin Prinsip atau Izin Penyelenggaraan Telekomunikasi bagi penyelenggara telekomunikasi dan Izin Prinsip atau Izin Penyelenggaraan Penyiaran bagi penyelenggara Penyiaran (khusus untuk Studi-Transmitter Link/STL).

2. TATA CARA PERMOHONAN IZIN STASIUN RADIO BARU

Permohonan ISR dapat diajukan secara:

  1. Daring (online), yaitu perizinan elektronik melalui web yang disediakan oleh Ditjen SDPPI; atau
  2. Luring (offline), yaitu perizinan melalui surat tertulis atau melalui Pusat Pelayanan Terpadu Ditjen SDPPI;
  3. Antar muka mesin (machine to machine interface).

Pemohon ISR disarankan untuk menggunakan fasilitas perizinan elektronik melalui web (elicensing).

Diagram alir permohonan ISR Dinas Tetap dan Bergerak Darat
Gambar 1. Diagram alur permohonan ISR Dinas Tetap dan Bergerak Darat

Permohonan ISR Dinas Tetap dan Bergerak Darat yang disampaikan secara luring akan diproses melalui fasilitas elicensing oleh petugas internal Ditjen SDPPI. Namun demikian, permohonan ISR yang disampaikan secara luring diperlukan waktu verifikasi kelengkapan persyaratan administrasi dan data parameter teknis serta data entry yang dilakukan secara manual, sedangkan permohonan ISR yang disampaikan secara daring (elicensing), verifikasi dan validasi data administrasi dan data parameter teknis dilakukan secara otomatis oleh sistem, sehingga pemohon dapat mengetahui sedari dini apabila ditemukenali terdapat persyaratan yang belum lengkap sampai dengan permohonan ISR dinyatakan lengkap.

Tahapan proses perizinan ISR Dinas Tetap dan Bergerak Darat, sebagai berikut:

  1. Pemohon mengajukan surat permohonan ISR beserta kelengkapan persyaratan;
  2. Pemeriksaan kelengkapan persyaratan administrasi dan data parameter teknis. Dalam hal kelengkapan persyaratan permohonan ISR dinyatakan lengkap, dilakukan data entry pada Sistem Informasi Manajemen Spektrum (SIMS). Untuk permohonan ISR yang disampaikan melalui elicensing, pemohon memasukan data permohonan ISR sendiri secara online dan verifikasi kelengkapan persyaratan administrasi serta validasi kesesuaian data teknis dilakukan secara otomatis oleh sistem sehingga dapat diketahui secara langsung oleh pemohon;
  3. Analisa teknis ketersediaan kanal frekuensi radio yang bebas dari gangguan (harmful interference);
  4. Otorisasi persetujuan penetapan ISR dan penerbitan SPP BHP Frekuensi Radio. Masa laku SPP BHP Frekuensi Radio untuk ISR Baru adalah 30 hari kalender sejak diterbitkan. SPP BHP Frekuensi Radio dapat diunduh sendiri oleh pemohon melalui elicensing atau diminta melalui Pusat Pelayanan Terpadu Ditjen SDPPI serta UPT Ditjen SDPPI (Balmon/Loka/Posmon) setempat. Dalam hal pemohon tidak melakukan pembayaran BHP Frekuensi Radio, maka penetapan ISR dibatalkan;
  5. Pembayaran BHP Frekuensi Radio oleh pemohon melalui host-to-host Bank Mandiri atau Bank BNI;
  6. Penerbitan ISR;
    Pendistribusian ISR bagi pemohon di daerah dilakukan melalui UPT Ditjen SDPPI (Balmon/Loka/Posmon) setempat.

Selengkapnya bisa Anda baca di http://www.postel.go.id/artikel-izin-spektrum-frekuensi-radio-tata-cara-dan-persyaratan-7-2162

Semua prosedur di atas dapat Anda tempuh setelah Anda memiliki ijin prinsip penyiaran.

Bagaimana caranya memperoleh ijin prinsip ?

Mari kita bahas satu persatu biar terang benderang mulai dari awal…

 

1. Persyaratan pendirian Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) Radio

  1. Didirikan oleh WNI
  2. Badan Hukum dalam bentuk PT yang bidang usahanya hanya menyelenggarakan jasa penyiaran radio (tidak boleh bercampur aduk dengan usaha lain yang sudah ada, jadi Anda harus membuat PT yang masih baru)
  3. Seluruh modal awalnya dimiliki oleh WNI dan/atau Badan Hukum Indonesia yg seluruh sahamnya dimiliki oleh WNI

 

2. Pengumuman Peluang Penyelenggaraan Penyiaran

Materi Pengumuman, antara lain meliputi:

  1.   Wilayah layanan siaran;
  2.   Jangka waktu pengajuan permohonan; dan
  3.   Jumlah kanal frekuensi

Pengumuman peluang dilakukan secara periodik setiap 5 tahun sekali untuk radio FM. Dapat dibuka diluar periode tsb berdasarkan pertimbangan aspek ekonomi atau perkembangan teknologi.

3. Pengajuan Permohonan

  1. Permohonan tertulis kepada menteri melalui KPI sebanyak 2 rangkap, 1 kepada menteri dan 1 kepada KPI.
  2. Persyaratan permohonan : administratif, program siaran dan data teknik. Cuma 3 ini saja yang diperlukan.
  3. Menteri (dapat dibantu Pemda dan Balmon) memeriksa persyaratan administratif & data teknik. Sedang KPI bertugas memeriksa program siaran.

Lalu dilanjutkan dengan EDP (evaluasi dengar pendapat) dengan KPID untuk menerbitkan rekomendasi kelayakan (RK) dan usulan frekuensi. Selanjutnya jika RK sudah keluar, maka akan dibawa ke FRB (Forum Rapat bersama) antara KPI dengan pemerintah.

4. Forum Rapat Bersama

  1. Terdiri dari KPI dengan pemerintah
  2. Dilaksanakan seleksi jika jumlah pemohon melebihi jumlah kanal frekuensi yang tersedia
  3. Hasil FRB adalah memutuskan apakah permohonan IPP diterima atau ditolak

Tata cara dan kriteria seleksi :

  1. Seleksi dilakukan apabila Jumlah pemohon (rekomendasi) melebihi jumlah kanal frekuensi radio yang tersedia
  2. Seleksi dilakukan dengan metode evaluasi komparatif

Anggota Tim Seleksi terdiri dari:

    • KPI
    • Ditjen SKDI
    • Ditjen Postel

Evaluasi komparatif dilakukan terhadap :

  • Aspek   Program Siaran
  • Aspek   Teknik penyiaran 
  • Aspek   Bisnis

Aspek Program Siaran :

  • uraian tentang waktu siaran;
  • sumber materi mata acara siaran;
  • khalayak sasaran;
  • daya saing program siaran;
  • prosentase mata acara secara keseluruhan;
  • rincian siaran; dan
  • pola acara siaran harian dan mingguan

Aspek Teknis :

  • sarana dan prasarana yang akan dibangun;
  • perangkat yang akan digunakan;
  • tata letak dan tata ruang stasiun pemancar dan stasiun penyiaran (studio); dan
  • kesesuaian antara wilayah layanan dan perkiraan jangkauan wilayah siaran berdasarkan konfigurasi pemancar dan sistem antena

Aspek Bisnis :

  • kecukupan modal;
  • kelayakan rencana bisnis;
  • kecukupan Sumber Daya Manusia (SDM); dan
  • masalah pemusatan kepemilikan dan kepemilikan silang

5. Ijin Prinsip Penyelenggaraan Penyiaran

Menteri menerbitkan Ijin Prinsip paling lama 30 hari kerja setelah keputusan FRB.

Ijin prinsip ini digunakan untuk :

  1. Sebagai dokumen dan bukti untuk pengurusan izin-izin atau rekomendasi administratif spt: IMB, HO, SITU, TDP;
  2. Pelaksanaan  pembangunan infrastruktur;
  3. Pengurusan ISR;
  4. Pelaksanaan Uji Coba Siaran; dan
  5. Evaluasi penyelenggaraan Uji Coba Siaran.

6. Ijin Stasiun Radio

  1. Pemohon mengajukan permohonan kepada Direktur Spektrum Frekuensi, POSTEL
  2. Pemohon membayar Biaya Penggunaan Frekuensi (BHP)
  3. Direktur Jendral Postel menerbitkan ISR

7. Uji Coba Siaran

  1. Dilaksanakan selama enam bulan (dapat diperpanjang satu kali setelah evaluasi)
  2. Uji coba siaran dilaksanakan  setelah mendapatkan ISR;
  3. Selama masa uji coba, lembaga penyiaran harus menyampaikan informasi terkait “Uji Coba Siaran” kepada pemirsa;
  4. Selama uji coba siaran dilarang melakukan siaran iklan, kecuali iklan layanan masyarakat
  5. Dilarang melakukan perubahan terhadap data administrasi, program siaran dan data teknik penyiaran, kecuali setelah mendapatkan persetujuan tertulis dari Menteri.

8. Evaluasi Uji Coba Siaran

  1. Tim Evaluasi : KPI, Ditjen SKDI dan Postel
  2. Materi Evaluasi : Persyaratan Administratif, Program Siaran, Data Teknik

9. Biaya IPP

Lembaga penyiaran radio wajib membayar :

  1. Biaya IPP
  2. Biaya Hak Frekuensi Radio

Rincian biaya IPP :

  1. Biaya Ijin Prinsip
  2. Biaya IPP
  3. Biaya perpanjangan IPP

Nominalnya kurang lebih antara 6 – 15 juta.

Jangka Waktu IPP : Diperpanjang tiap 5 tahun sekali

 

Formulir pengajuan ke KPID dan dokumen-dokumen lainnya bisa Anda baca di sini.

Berikut beberapa referensi lain yang bisa Anda baca :

  1. Tata Cara Pembuatan PT
  2. Cara Mengurus Ijin IMB
  3. Cara Mengurus Ijin HO

0

Perbandingan Jenis Freon AC R32, R22, R410A dan R290

April 2, 2017

Pemerintah Republik Indonesia sudah menerbitkan Peraturan Pemerintah melalui Departemen Perindustrian dan Perdagangan (41/M-IND/PER/5/2014) kemudian (40/M-DAG/PER/7/2014) dan (55/M-DAG/PER/9/2014) bahwa pada tahun 2015 akan mulai diberlakukan implementasi HPMP (HCFC atau Hidroklorofluorokarbon Phase-Out Management Plan). Pada peraturan tersebut juga dituliskan untuk penghapusan HCFC-22 atau lebih dikenal dengan sebutan Freon R22 pada sektor refrigerasi dan Air Conditioner, serta syarat dan ketentuan Impor BPO (Bahan Perusak Ozone) dan larangan impor produk yang mengandung Refrigerant R22.

Semua pabrikan AC di Indonesia DILARANG untuk memproduksi, mengimpor ataupun menjual produk AC yang masih menggunakan Refrigerant atau Freon R22 mulai Januari 2015. Namun pihak dealer atau toko AC masih boleh menjual semua stok produk mereka sampai habis. Sedangkan untuk keperluan service dan spare part Freon R22, masih boleh digunakan sampai tahun 2030, dimana pada tahun tersebut pemerintah menetapkan penghapusan R22 dari Indonesia.

Sampai tahun 2014 kemarin, AC yang beredar di Indonesia menggunakan 2 macam Refrigerant. yaitu R22 dan R410A. Freon R22 biasanya digunakan di semua lini AC non-inverter sedangkan Freon R410A digunakan di tipe AC Inverter. Kecuali Daikin yang memiliki Inverter dengan 2 tipe Freon tersebut.

Lalu mulai 2015 ini pabrikan AC mulai banyak yang menggunakan 3 jenis freon, yaitu Freon R32, R410A dan R290. Untuk produk AC Panasonic dan Daikin mulai tahun 2015 menggunakan produk Freon R32 dan R410A untuk line up produk mereka. Untuk brand Korea, mereka akan menggunakan line up Full R410A. Sedangkan untuk merk pabrikan China kemungkinan besar mereka menggunakan Freon R290 atau Freon R410A (masih dalam tahap pengkajian).

 

Perbedaan Freon R32 dengan jenis lainnya

Freon R32 ditemukan oleh Daikin Jepang pada tahun 2012, dan mulai digunakan di line up AC mereka mulai tahun 2013. Jadi semua pabrikan AC Jepang lain yang menggunakan Freon R32 hanya membeli lisensi dari Daikin. Teknologi Inverter pun sebenernya ditemukan oleh Daikin dan dijual lisensinya agar dapat digunakan ke semua merk AC di dunia. Daikin merupakan perusahaan yang fokus hanya memproduksi AC saja.

Nah perbedaan masing-masing Freon itu apa ya? Mari kita bahas satu persatu.

Jenis Freon ODP GWP Cooling Index Flammability
R22 0.05 1810 100 TIDAK
R410A 0 2090 92 TIDAK
R32 0 675 160 RENDAH
R290 0 <3 83 TINGGI

 

ODP adalah Ozone Depletion Potential alias Potensi Perusakan Ozone

GWP adalah Global Warming Potential alias Potensi Pemanasan Global

Cooling Index adalah angka index dingin. Semakin tinggi, semakin bagus

Flammability adalah Tingkat mudah terbakar Freonnya

Dari tabel diatas kita bisa melihat beberapa hal :

1. Freon R32 lebih ramah lingkungan dibandingkan R410A sekalipun karena memiliki GWP yang lebih rendah dibanding R22 dan R410A

2. Freon R32 memiliki angka index dingin yang JAUH LEBIH TINGGI bahkan dari R22, jadi tidak akan ada lagi komplain bahwa pake AC Inverter jadi lebih tidak dingin.

3. Freon R32 memang memiliki potensi mudah terbakar yang lebih tinggi dari R22 dan R410A. Namun jangan takut karena tidak dapat membuat AC meledak, bahkan ketika rumah Anda kebakaran.

4. Freon R290 sebenarnya adalah yang paling HIJAU, namun karena angka index dingin yang cukup rendah dan tingkat mudah terbakar yang cukup tinggi, baik Daikin dan Panasonic memutuskan untuk tidak menggunakannya.

Jadi setelah melihat penjelasan diatas, harusnya anda tidak perlu ragu lagi untuk memilih menggunakan AC yang menggunakan Freon R32 ataupun R410A sesuai peraturan pemerintah. Kalau ditanya mana yang paling bagus, maka Freon R32 yang paling bagus.

Tabung Freon yang beredar di Indonesia ada 3, yang berwarna hijau adalah tabung Freon R22, yang berwarna pink atau merah muda adalah tabung Freon R410A, sedangkan tabung Freon R32 akan berwarna biru. Jadi jangan sampai salah ya, karena bila AC anda diisi oleh Freon yang tidak seharusnya, kompressor AC pasti akan jebol. Sama seperti mobil Diesel Anda yang tiba-tiba diisi premium, pasti bakal jebol mesinnya. Kemudian dengan banyaknya merk Freon yang beredar, kami tekankan untuk menggunakan Freon R32 merk DAIKIN made in Japan. Jadi kualitasnya tidak perlu diragukan lagi. Sudah ditemukan di pasaran merk Freon R32 KW1 dengan merk PUR* yang harganya JAUH lebih murah dari Freon R32 merk Daikin. Hati-hati ya dengan penggunaannya karena kemurnian Freon R32-nya kemungkinan besar dibawah yang asli merk Daikin. Gambar tabungnya ada seperti gambar diatas ya untuk yang merk Daikin.

Untuk AC Panasonic sendiri yang diproduksi di Indonesia yaitu tipe Standard 1/2 sampai 1PK, Alowa dan Alowa Ion akan menggunakan Freon R32. Untuk yang diproduksi di Malaysia khusus tipe Inverter yang menggunakan Freon R410A. Semua tipe lain seperti tipe Standard mulai 1.5 sampai 2.5PK dan tipe Envio sudah menggunakan Freon R32 juga.

Untuk AC Daikin tipe Urusara 7, European Design, Hi-Inverter, Inverter Smile, Deluxe dan Standard Malaysia menggunakan Freon R32. Sedangkan untuk tipe Standard Thailand menggunakan Freon R410A.

Sekali lagi saya ingin mengingatkan kalau freon R22, freon R32 dan Freon 410A TIDAK KOMPATIBEL satu sama lain jadi freon TIDAK BOLEH dicampur ataupun DIGANTI jenisnya. Jadi walaupun Freon AC habis karena bocor atau alasan apapun, tetap harus diisi ulang dengan Freon tipe bawaan ACnya. Satu-satunya cara untuk mengganti Freon AC, misalkan dari R22 ke R32 adalah dengan membeli AC yang baru yang sudah menggunakan Freon R32, tidak ada cara lain.

Sumber : https://www.nationalelektronik.com/2015/01/perbandingan-freon-r32-r22-r410a-dan-r290/

0

Karakteristik Antena OMB Double Ring

Maret 30, 2017

Antena untuk broadcast FM yang cukup menjadi primadona dan dipakai banyak orang antara lain : OMB Double Ring/Single Ring, Sira dan MS-1. Masing-masing memiliki karakter dan plus-minus yang berbeda-beda.

Bagi Anda yang pemancarnya di tengah kota atau di daerah pada penduduk, maka sebaiknya menggunakan antena jenis OMB Double Ring atau Single Ring. Double ring gain lebih besar dan polarisasi horizontalnya lebih dominan. Jadi saya sarankan menggunakan OMB double ring ketimbang single ring, sekalipun watt pemancar Anda cuma 300 watt saja. Antena jenis ini merupakan favorit saya.

 

Antena OMB double ring produksi lokal dengan bahan stainless tertulisnya mampu hingga 3KW, tapi kenyataannya 1 bay maksimum hanya mampu 800 watt secara kontinyu. Kalau Anda membutuhkan untuk high power, misal di atas 4 KW, jangan gunakan antena jenis ini karena lemparannya kurang begitu jauh dan cenderung hanya mempertebal sinyal.

Kalau ditaruh di lereng gunung, antena jenis ini sebenarnya tidak ada masalah juga, hanya saja yang di belakang antena sinyalnya terbuang sia-sia. Untuk di lereng gunung, yang cocok adalah menggunakan antena pengarah jenis YAGI, misal Yagi 3 atau 5 element. Atau bisa menggunakan antena jenis SIRA.

Lalu apa perbedaan OMB double ring dibanding SIRA ?

Antena jenis SIRA sangat cocok untuk dipasang di lereng gunung karena semi pengarah dan sudut pancaran vertikalnya 45 derajat ke bawah. Sehingga Sira mendapat julukan “THE TIGER OF MOUNTAIN”. Lemparan SIRA lebih bagus ketimbang OMB double ring, tapi sinyalnya cenderung nyeplok-nyeplok dan TIPIS. Jika didengarkan di dalam kota dengan MOBIL saat berjalan, maka antena jenis SIRA sering terdengar “sak sek sak sek” atau sinyalnya seperti hilang-hilang. Hal ini karena SIRA kurang bisa menembus bangunan-bangunan beton tinggi yang umum ada di kota-kota. Sekalipun wattnya sudah ditambah ke 6 KW dari 3KW tidak berpengaruh signifikan, hanya bertambah jauh lemparannya.

Kalau ingin sinyal tebal, saya sarankan menggunakan OMB Double ring, sekalipun ditaruh di lereng gunung. Kalau membayar listrik bukan hal yang sukar, dorong aja dengan watt sebesar 2-3KW, maka akan mampu hingga 40 KM lebih. Cukup untuk menjangkau 1-4 kabupaten, tergantung geografis wilayahnya (pegunungan, perbukitan, dataran rendah dll). Sinyal yang tebal akan membuat audionya juga semakin bagus.

Oya, untuk antena OMB produksi lokal, perhatikan bahannya. Jangan terkecoh dengan harga murah, tapi bahannya tidak awet dan tidak tahan lama, sering tidak matching, meskipun ada lapisan stainlessnya. Stainless sekalipun juga macam-macam levelnya, dan jika kualitasnya jelek maka beberapa tahun akan muncul pletuk-pletuk atau neyeng. Umumnya harga antena OMB double ring buatan lokal berkisar mulai 300rb hingga 2 juta per bay (harga teknisi, bukan end user). Harga tersebut belum termasuk power divider dan jumper jika lebih dari 1 bay.

Power divider sendiri ada yang terbuat dari kuningan, ada juga yang aluminum. Keduanya berbeda jauh harganya. Umumnya yang dipakai adalah ukuran 1/2 Lambda untuk broadband (gampang matching tapi kurang bisa lari), dan 1/4 lambda (kurang broadband, lebih bisa lari sinyalnya).

Produk antena buildup umumnya selain berbeda di harga, juga berbeda di kualitas bahan dan kemampuan dalam menangani watt besar.

0

Cara Pengurusan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)

Maret 30, 2017

IMB adalah sebuah izin untuk mendirikan, memperbaiki, mengubah atau merenovasi sebuah bangunan yang dikeluarkan oleh kepala daerah setempat. Jadi sebelum Anda membangun, ada satu kewajiban yang perlu dimilki, yaitu IMB (Izin Mendirikan Bangunan).

Surat IMB dikeluarkan oleh Dinas Tata Kota setempat berdasarkan surat keputusan kepala daerah untuk setiap rencana pembangunan rumah baru, rehabilitasi atau pun renovasi. Bangunan yang dimaksud termasuk rumah tinggal, rumah susun, rumah ibadah, hingga gedung perkantoran.

Bukan hanya mereka yang ingin membangun atau merenovasi rumah, IMB juga penting jika Anda berniat melakukan pembelian properti, apalagi jika melalui proses KPR. Pasalnya, IMB merupakan salah satu prasyarat kelengkapan dokumen dalam proses pengajuan kredit ke bank.

Bagaimana mengurus izin mendirikan bangunan alias IMB? Setiap daerah kabupaten maupun provinsi memiliki aturan masing-masing mengenai tata cara permohonan IMB.

 

Berikut ini persyaratan umum yang dibutuhkan :

  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP);
  • Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
  • Fotokopi SPPT dan Bukti Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Tahun berjalan
  • Foto kopi Surat bukti kepemilikan tanah berupa:
    • Sertifikat Tanah
    • Surat Keputusan Pemberian Hak Penggunaan Atas Tanah oleh pejabat yang berwenang dari instansi pemerintah yang menguasai tanah tersebut;
  • Surat pernyataan (di atas materai) dari pemohon diketahui Lurah, yang menyatakan bahwa tanah yang dikuasai tidak dalam keadaan sengketa untuk pengajuan IMB
  • Ketetapan Rencana Kota (KRK)
  • SK dan gambar IMB lama untuk kegiatan penambahan dan/atau perubahan bangunan
  • Dan persyaratan yang diatur oleh ketentuan lain

 

Alur Pengajuan IMB Rumah Tinggal

Bagi Anda yang memiliki rumah di bawah 500 meter persegi, mengurus IMB bisa langsung datang kecamatan di loket Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kecamatan, setelah itu Anda bisa langsung mengisi formulir untuk pengajuan pengukuran tanah. Satu minggu kemudian petugas akan datang ke rumah Anda dan mengukur dan membuat gambar denah rumah Anda, setelah gambar jadi maka dapat dijadikan blueprint untuk IMB.

 

Lama Proses Pembuatan IMB Rumah Tinggal  

Setelah gambar denah selesai, baru proses pengajuan IMB bisa dilaksanakan, jangka waktu lama pembuatan IMB sendiri bisa memakan waktu 15 hari kerja.

 

Biaya Pengurusan IMB Rumah Tinggal     

Biaya pengurusan IMB sendiri dihitung berdasarkan luasan rumah tersebut, yakni per meter persegi dikenakan biaya Rp 2.500.

 

Tujuan Membuat IMB

Berdasarkan penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan jika fungsi IMB ini sangat penting, tujuannya adalah untuk mewujudkan tata lingkungan yang sesuai dan teratur. Dengan adanya IMB, diharapkan tercipta keserasian dan keseimbangan antara lingkungan dan bangunan, apalagi di kota besar seperti Jakarta.

Pastikan untuk melengkapi seluruh dokumen agar proses pembuatan IMB lebih lancar dan mudah. Usahakan untuk mengurus IMB tanpa bantuan calo agar terhindar dari biaya yang tinggi dan membantu untuk lebih mengerti prosedur mengenai pengurusan IMB.

0

Cara menonaktifkan Automatic Update pada Windows 10

Maret 30, 2017

Leptop di studio tiba-tiba tidak bisa digunakan karena proses update. Karena posisi saya di luar kota, akhirnya saya suruh teman untuk mengantarkannya. Saya berikan leptop pengganti, lalu yang update tadi saya restore sekalian ke settingan awal windows biar tidak gampang error.

Agar hal ini tidak terulang lagi karena cukup mengganggu pekerjaan, apalagi proses update terkadang tidak bisa dihentikan sekalipun sudah direboot, maka berikut ini cara menonaktifkan automatic update windows 10 :

Langkah 1 : Defer Upgrade

Pertama khusus bagi kamu pengguna Windows 10 Pro, kamu bisa mematikan automatic update secara halus melalui opsi Defer Upgrade.

Defer Upgrade artinya meminta Windows 10 untuk tidak mendownload dan menginstall update dalam jangka waktu hingga maksimal 8 bulan.

Kelebihan Defer Upgrade, kamu bakal tetap akan mendapatkan patch security sehingga Windows 10 kamu tetap aman, tetapi untuk update berupa fitur baru dan peningkatan fitur bakal tidak didownload sehingga kuota kamu bisa lebih hemat.

Nantinya kamu tinggal matikan Defer Upgrade dan melakukan Check Updates begitu terhubung dengan koneksi berkuota melimpah. Simple sekali khan?

Untuk mengaktifkan Defer Upgrade, buka Windows Update > Advanced Options

Setelah itu tinggal centang aja Defer Upgrade.

Tetapi ingat, opsi ini hanya ada di Windows 10 Pro saja. Bagi kamu pengguna Windows 10 Home tidak bisa melakukan cara halus ini.

 

Langkah 2 : Mematikan Services Windows Update

Dengan cara ini Windows Update akan mati total, termasuk juga update untuk patch security. Jadi pastikan jika kamu menggunakan cara ini, begitu terhubung ke internet dengan kuota melimpah segera lakukan update agar Windows kamu tetap secure dan optimal.

Untuk mematikan automatic update di Windows 10 dengan cara mematikan services nya, langsung saja buka Services.

Setelah itu cari Windows Update > Klik kanan > Properties

Setelah itu Stop Windows Update Services tersebut dan ubah opsi Startup type ke Disabled.

NB: Mematikan Windows Update Services bisa membuat kamu tidak bisa menggunakan Store dan tidak bisa mendownload Modern Apps. Kalau bagi saya sih tidak masalah hal ini karena program yang saya gunakanya ya itu-itu saja 🙂

Selamat mencoba!

0

Ingin mendapatkan email inspiratif dari Purba Kuncara langsung ke inbox Anda ?

Silahkan daftar di mailing list purbakuncara.com