Waspadai Kanker Serviks dengan Pemeriksaan Dini

Mei 18, 2017

Pada November 2014 lalu, artis Julia Perez atau Jupe, memberitahukan ke publik bahwa ia terkena kanker serviks. Tiga bulan kemudian setelah berobat ke Singapura, Jupe sempat dinyatakan sembuh total dari kanker.

Lalu, setahun belakangan personel Trio Cecepy ini mengungkapkan bahwa kanker serviks yang ia derita sudah memasuki stadium akhir. Sekitar 2 tahun yang lalu sudah dinyatakan sembuh, tapi kenapa kankernya tetap berlanjut ?

Sejak sebulan lalu, Jupe menjalani kemoterapi dan perawatan di rumah sakit. Pada 12 Februari 2017, Jupe dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM karena terus mengigil dan kakinya kirinya mulai membengkak.

Kanker serviks atau leher rahim, adalah jenis kanker yang disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18. Di Indonesia, diperkirakan lebih dari satu wanita meninggal dunia karena kanker serviks setiap jamnya.

Wanita yang sudah menikah berisiko tinggi terkena kanker serviks. Jika HPV telah menular saat berhubungan seksual, dalam waktu beberapa atau puluhan tahun, HPV akan merusak serviks dan menimbulkan kanker.

Banyak orang tidak dapat membayangkan, apa yang terjadi di dalam tubuh penderita kanker serviks dan bagaimana sakitnya. Pengetahuan mengenai penyakit ganas khas wanita ini, dapat membantu kita, untuk menentukan sikap demi mencegahnya.

Kanker serviks dimulai ketika sel-sel yang sehat mengalami mutasi genetik atau perubahan pada DNA. Mutasi genetik ini kemudian mengubah sel normal menjadi sel abnormal. Sel yang sehat akan tumbuh dan berkembang biak pada kecepatan tertentu, sedangkan sel kanker tumbuh dan berkembang biak tanpa terkendali.

Jumlah sel abnormal yang terus bertambah akan membentuk tumor. Sel kanker yang muncul kemudian menyerang jaringan di sekitarnya. Sel ini bisa melepaskan diri dari lokasi awal dan menyebar ke wilayah tubuh lainnya. Proses ini disebut sebagai metastasis (metastase).

 

Penyebab Kanker Serviks

Ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan perempuan terkena kanker serviks. Tapi penelitian menemukan bahkan 99,7 persen kanker serviks disebabkan oleh (Human Papillomavirus). HPV adalah satu golongan virus, di mana terdapat lebih dari 100 jenis HPV.

Virus HPV pada umumnya tersebar melalui hubungan seksual, di mana terjadi kontak langsung antara kulit kelamin, membran mukosa, atau pertukaran cairan tubuh, dan melalui seks oral. Setelah memulai hubungan seksual, diperkirakan terdapat 33 persen wanita akan terinfeksi HPV. Beberapa jenis HPV tidak menimbulkan gejala yang jelas, dan infeksi bisa hilang tanpa penanganan medis.

Namun terdapat jenis HPV lainnya yang bisa menyebabkan kutil pada alat kelamin.  Jenis HPV penyebab kutil kelamin ini tidak menyebabkan kanker serviks. Ada sekitar 15 jenis HPV yang berpotensi menyebabkan kanker serviks. Dua jenis yang paling umum adalah HPV 16 dan HPV 18. Jenis ini menjadi penyebab kanker serviks pada 70 persen wanita.

Jenis HPV yang berisiko tinggi dianggap mengandung materi genetik yang bisa dipindahkan dari sel virus ke dalam sel leher rahim. Materi ini akan mulai mengganggu kinerja sel, hingga akhirnya sel-sel serviks itu berkembang biak tanpa terkendali. Proses inilah yang menyebabkan munculnya tumor dan kemudian berubah menjadi kanker.

Belum ada obat yang diketahui bisa menyembuhkan infeksi HPV. Virus ini sendiri bisa tetap berada di dalam tubuh dengan atau tanpa penanganan. Tapi, kebanyakan infeksi HPV menghilang tanpa penanganan khusus dalam jangka waktu sekitar dua tahun. Namun, sebagai langkah berjaga-jaga, setiap wanita disarankan untuk menerima vaksinasi HPV untuk mencegah tertularnya jenis virus yang menyebabkan kanker.

 

Faktor-faktor yang Bisa Meningkatkan Risiko Kanker Serviks

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko menderita kanker serviks antara lain:

  • Aktivitas seksual terlalu dini: Melakukan hubungan seksual pada umur terlalu dini akan meningkatkan risiko terinfeksi HPV.
  • Berganti-ganti pasangan seksual: Memiliki banyak pasangan seksual akan meningkatkan risiko terinfeksi HPV.
  • Merokok: Wanita yang merokok berisiko dua kali lipat. Ini mungkin disebabkan oleh bahan kimia berbahaya dari tembakau yang muncul di leher rahim.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah: Kondisi ini mungkin dikarenakan mengonsumsi obat tertentu seperti imunosupresan. Obat ini digunakan agar tubuh tidak menolak donor organ dari orang lain atau karena menderita HIV/AIDS.
  • Melahirkan anak terlalu sering: Makin banyak anak yang dilahirkan seorang wanita, maka risiko mengidap kanker serviks semakin tinggi. Wanita yang punya tiga anak, tiga kali lebih berisiko terkena kanker serviks daripada wanita yang tidak punya anak sama sekali. Diperkirakan bahwa perubahan hormon saat sedang hamil membuat leher rahim lebih rentan terserang HPV.
  • Minum pil kontrasepsi atau KB lebih dari lima tahun: Mengonsumsi pil KB cukup lama akan meningkatkan risiko dua kali lipat mengalami kanker serviks. Meski hal ini masih belum jelas alasannya.

 Inilah gambaran tahap-tahap perkembangan kanker serviks bagaimana cara menjauhinya :

1. Status Prakanker – Cervical Intraepithelial Neoplasia (CIN)

Kanker serviks butuh bertahun-tahun untuk tumbuh dari sel sehat ke sel prakanker dan akhirnya jadi sel kanker. Perubahan abnormal sel-sel sebelum kanker inilah yang dikenal dengan sebutan cervical intraepithelial neoplasia (CIN) atau sel prakanker. Perubahan sel akibat infeksi HPV menjadi CIN, hingga akhirnya menjadi kanker sangat lambat. Proses ini bisa terjadi dalam kurun waktu 10-20 tahun.

CIN adalah kondisi pertumbuhan sel abnormal sebelum kanker. Kondisi ini umumnya tidak mengancam kesehatan seseorang secara langsung, tapi berpotensi berubah menjadi kanker. Walau risiko sel-sel CIN berubah menjadi kanker tergolong kecil, dokter akan memantau atau menanganinya sebagai langkah pencegahan kanker serviks. Tujuan pap smear adalah mengidentifikasi tahap ini agar CIN ditangani sebelum sepenuhnya berubah menjadi kanker.

Tingkat perubahan sel abnormal bisa dibagi menurut tingkat keparahannya, yaitu:

  • CIN 1 – Kondisi ini terjadi saat perubahan pada sel-sel leher rahim masih sedikit atau tidak terlalu signifikan. Bisa ditangani atau dipantau secara berkala karena sel-sel pada tahap CIN 1 bisa berubah menjadi normal kembali tanpa penanganan medis.
  • CIN 2 – Terjadi perubahan yang lebih dari CIN 2; umumnya sel-sel abnormal diangkat oleh dokter.
  • CIN 3 – Pada tahap ini, perubahan sel sangat abnormal tapi belum bersifat kanker. Sel-sel CIN 3 akan diangkat oleh dokter.

 2. Stadium kanker

Salah satu metode yang digunakan dokter untuk menggambarkan stadium kanker adalah sistem TNM. Dokter menggunakan hasil dari tes diagnostik dan scan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini:

Tumor (T): Berapa besar ukuran tumor primer? Di mana letaknya?

Node (N): Apakah tumor menyebar ke kelenjar getah bening? Jika demikian, di mana dan berapa banyak?

Metastasis (M): Apakah kanker menyebar ke bagian lain tubuh? Jika demikian, di mana dan berapa banyak?

Hasil pemeriksaan kemudian digabungkan untuk menentukan stadium kanker.

Untuk kanker serviks, ada lima tahap, yakni tahap 0 (nol) dan tahap I sampai IV (satu sampai empat). Dengan mengetahui stadium kanker yang diderita seseorang, dokter dapat merencanakan perawatan dan pengobatan yang terbaik.

Setiap stadium kanker memiliki sub-sub divisi. Dari sini, kita bisa mendapat gambaran mengenai letak dan ukuran sel kanker. Secara singkat, untuk kanker leher rahim, beginilah gambaran perkembangan sel kanker di tiap tahapnya

Stadium 1 – Sel-sel kanker hanya ada di leher rahim. Stadium 1 dibagi lagi menjadi:

1A: Sel kanker berukuran sangat kecil sehingga hanya dapat dilihat di bawah mikroskop.
1A1: Kanker telah menyerang hingga kedalaman 3mm atau kurang dan memiliki lebar 7mm atau kurang.
1A2: Kanker menyerang hingga kedalaman antara 3 sampai 5 mm dengan lebar 7mm atau kurang.
1B: Sel kanker bisa terlihat mata tetapi masih terbatas pada serviks.
1B1: Ukuran sel kanker tidak lebih besar dari 4 cm.
1B2: Ukuran sel kanker lebih besar dari 4cm

Stadium 2 – Kanker telah menyebar ke struktur di sekitarnya, seperti vagina atau jaringan di samping leher rahim. Stadium 2 dapat dibagi lagi menjadi:

2A: Kanker telah menyebar ke bagian atas vagina.
2A1: Ukuran tumor atau kanker tidak lebih besar dari 4 cm.
2A2: Ukuran tumor lebih besar dari 4cm
2B: Kanker telah menyebar ke jaringan di samping leher rahim.

Stadium 3 – Kanker telah menyebar ke daerah-daerah seperti bagian bawah vagina atau jaringan di sisi daerah panggul.Tahap 3 dapat dibagi lagi menjadi:

3A: Kanker telah menyebar ke bagian bawah vagina.
3B: Kanker telah menyebar ke seluruh jaringan di sisi daerah panggul dan dapat menekan salah satu ureter (saluran urin dari ginjal ke kandung kemih). Jika tumor menyebabkan tekanan pada ureter maka mungkin ada penumpukan urin di ginjal.

Stadium 4 – Kanker telah menyebar ke kandung kemih atau usus atau luar daerah panggul. Tahap 4 dapat dibagi lagi menjadi:

4A: Kanker telah menyebar ke organ terdekat seperti kandung kemih dan usus.
4B: telah menyebar ke organ yang lebih jauh seperti paru-paru, liver atau tulang.

 

Gejala kanker serviks

Gejala kanker serviks tidak selalu jelas, dan mungkin tidak menimbulkan gejala sama sekali sampai hingga mencapai stadium lanjut.

Inilah sebabnya mengapa sangat penting bagi Anda melakukan skrining serviks. Gejala yang mungkin muncul jika Anda memiliki kanker serviks di antaranya adalah pendarahan vagina yang tidak biasa.

Dalam kebanyakan kasus kanker serviks, perdarahan vagina adalah gejala yang terlihat pertama kali dan biasanya terjadi setelah berhubungan seks.

Perdarahan pada waktu selain waktu haid, termasuk perdarahan setelah menopause (seperti yang dialami alm. Ibu saya), juga termasuk pendarahan yang tidak biasa. Segera kunjungi dokter jika Anda mengalami jenis pendarahan vagina yang tidak biasa.

Gejala lain kanker serviks yang sering dialami penderita adalah rasa sakit dan ketidaknyamanan saat berhubungan seks dan keputihan yang berbau tak sedap.

 

Gejala kanker serviks stadium lanjut

Jika kanker menyebar keluar dari leher rahim, menyebar hingga ke jaringan atau organ sekitarnya, dapat memicu gejala:
– Sembelit
– Ada darah dalam urin (hematuria)
– Kehilangan kontrol kandung kemih (urinary incontinence)
– Nyeri tulang
– Pembengkakan pada salah satu kaki
– Nyeri parah di sisi tubuh atau di bagian belakang akibat pembengkakan ginjal, terkait dengan kondisi yang disebut hidronefrosis
– Kehilangan selera makan
– Penurunan berat badan
– Sering lelah dan kekurangan energi

Dan kondisi yang parah, bisa terjadi SEPSIS (infeksi seluruh tubuh) dan harus menjalani cuci darah. Cuci darah seringkali terkendala akibat kondisi pasien yang sangat menurun, tekanan darah yang menurun atau bahkan syok karena sepsis (septik syok).

Cara Penyebaran Kanker Serviks

Jika kanker serviks tidak didiagnosis dan tidak ditangani, perlahan-lahan sel kanker akan keluar dari leher rahim dan menyebar ke organ serta jaringan di sekitarnya. Kanker bisa menyebar ke vagina dan otot yang menopang tulang panggul. Sel kanker juga bisa menyebar ke tubuh bagian atas. Kondisi ini akan menghalangi saluran yang mengalir dari ginjal ke kandung kemih atau sering disebut sebagai ureter.

Kanker bisa menyebar ke kandung kemih, rektum, dan akhirnya sampai ke hati, tulang, dan paru-paru. Sel kanker ini juga bisa menyebar ke sistem limfatik. Sistem limfatik terdiri dari serangkaian nodus dan saluran yang menjalar ke seluruh tubuh dengan cara yang sama seperti sistem peredaran darah.

Nodus limfa menghasilkan banyak sel khusus yang dibutuhkan oleh sistem kekebalan tubuh. Jika Anda terinfeksi, nodus di leher atau di bawah ketiak akan membengkak. Pada beberapa kanker serviks stadium awal, nodus limfa yang dekat dengan leher rahim mengandung sel kanker. Dan pada beberapa kanker serviks stadium akhir, nodus limfa di dada dan perut juga bisa terinfeksi kanker.

 

Deteksi Dini Kanker Serviks

Selain menyingkirkan faktor-faktor risiko kanker serviks, bisa dicegah dengan pemeriksaan dini (screening) dan vaksinasi. Mendeteksi kanker serviks harus dilakukan sedini mungkin untuk memperbesar peluang sembuh. Selama ini, tingkat kematian akibat kanker serviks cukup tinggi karena banyak wanita baru menyadari dirinya terkena kanker serviks saat sudah memasuki stadium lanjut, atau bahkan sudah menyebar. Padahal, jika terdeteksi sejak dini, kanker serviks masih bisa disembuhkan.

Metode skrining ini adalah metode yang efektif untuk mengetahui adanya tanda pra kanker atau juga ciri-ciri kanker serviks, sehingga akan membantu penanganan kanker serviks secara tepat sejak dini. Tentunya metode skrining ini hanya berfungsi untuk mengetahui adanya kanker serviks dan bukan sebagai cara mencegah kanker serviks. Skrining sendiri dapat dilakukan dengan metode pemeriksaan Papsmear atau juga IVA (Visual Inspection with Acetic Acid) test. Berikut ini penjelasannya :

1. Pap Smear

Kanker serviks dapat dideteksi dalam stadium dini dengan melakukan pemeriksaan pap smear. Tes pap smear adalah pemeriksaan yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pertumbuhan sel yang abnormal pada rahim. Pertumbuhan sel kanker pada leher rahim juga bersifat abnormal, sehingga dapat dideteksi oleh alat ini. Dengan pemeriksaan rutin, perubahan sel-sel yang mungkin bisa berkembang menjadi kanker atau sudah menjadi kanker bisa terdeteksi.

Pap smear adalah pemeriksaan medis yang aman untuk dilakukan, mudah, serta murah jika dibandingkan dengan biaya perawatan kanker serviks dengan stadium lanjut. Jika Anda melakukan pemeriksaan pap smear, maka akan ada sebuah alat yang dimasukkan ke dalam vagina Anda, sehingga tidak semua perempuan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan pap smear.

Tes ini digunakan untuk mendeteksi apakah terdapat perubahan perubahan pada sel leher rahim yang dalam kondisi abnormal. Tahap pemeriksaannya dilakukan dengan cara mengambil cairan yang ada di leher rahim dengan menggunakan spatula yang kemudian sample tes ini diperiksa dengan menggunakan mikroskop.

Dokter atau bidan/perawat menggunakan alat bernama spekulum yang dimasukkan ke dalam mulut vagina. Alat ini bisa memperluas lapang pandang dengan membuka mulut vagina sehingga area serviks dan vagina bisa diperiksa lebih teliti. Setelah itu, sampel sel-sel pada serviks akan diambil memakai spatula (seperti sendok kecil bertangkai panjang) plastik dan sikat kecil. Sel-sel tersebut kemudian dikirim ke laboratorium untuk diuji. Tes ini biasanya memakan waktu sekitar lima menit. Selama prosedur, Anda tidak perlu tegang karena kebanyakan wanita tidak merasakan rasa sakit saat melakukan pap smear.

 

Alaat Cocor Bebek untuk Pap Smear

Alaat Cocor Bebek untuk Pap Smear

 

Saat melakukan pap smear, dokter bisa juga mengkombinasikannya dengan tes human papillomavirus (HPV), khususnya buat wanita berusia 30 tahun ke atas. HPV adalah sebuah virus yang menyebabkan infeksi menular seksual, yang dapat menyebabkan kanker serviks pada beberapa wanita.

Secara medis pap smear aman dilakukan. Meski begitu, tetap ada kemungkinan akibat negatifnya. Anda bisa menerima hasil tes yang salah. Contohnya, hasil tes menunjukkan bahwa Anda memiliki sel-sel normal, padahal tidak demikian. Pemicu ketidakakuratan tersebut yaitu sel-sel abnormal tertutup darah dan jumlah sel abnormal sangat sedikit. Namun, kemungkinan sel-sel abnormal dapat terdeteksi jika Anda menjalani pap smear berikutnya.

Agar mendapat hasil tes pap smear seakurat mungkin, sebaiknya hindari berhubungan seksual, membersihkan vagina, dan memakai krim vagina selama 2 hari sebelum tes dilakukan.

The American Cancer Society mengeluarkan beberapa anjuran yang bisa dilakukan bagi kaum perempuan untuk mencegah serta mendeteksi dini kejadian kanker leher rahim, yaitu:

  • Perempuan yang sudah berumur 21 tahun dan aktif secara seksual – sudah pernah berhubungan seksual atau menikah sebelumnya – dianjurkan untuk melakukan pap smear.
  • Kelompok perempuan yang berusia antara 21 hingga 29 tahun, disarankan untuk melakukan pemeriksaan pap smear setiap 3 tahun sekali.
  • Jika Anda memasuki usia 30 tahun, dan dinyatakan negatif, maka Anda bisa melakukan pap smear dalam 5 tahun sekali hingga Anda berusia 65 tahun.
  • Namun untuk perempuan dengan rentang usia 30 sampai 65 tahun yang memiliki faktor risiko, seperti memiliki riwayat keluarga yang terkena kanker serviks, maka dianjurkan untuk tetap melakukan pap smear 3 tahun sekali.
  • Perempuan yang mengalami HIV/AIDS positif, infeksi pada organ seksualnya, serta memiliki organ transplantasi, maka berisiko untuk mengalami kanker serviks lebih tinggi, sehingga harus memeriksakan dirinya ke dokter lebih sering dan melakukan pemeriksaan dalam rentang waktu yang dekat.
  • Perempuan yang sudah lebih dari 65 tahun, yang sudah melakukan pap smear selama 10 tahun belakangan, maka harus menghentikan melakukan pemeriksaan pap smear – selama mereka memang ditanyakan bebas dari penyakit kanker apapun selama 10 tahun belakangan.
  • Sementara perempuan yang telah menjalani histerektomi atau pengangkatan rahim dan leher rahim, maka harus berhenti melakukan pap smear dan tes HPV, kecuali perempuan tersebut tidak sepenuhnya diangkat leher rahimnya, maka harus tetap mengikuti anjuran yang telah disebutkan sebelumnya.
  • Pemeriksaan pap smear tidak boleh dilakukan setiap tahun, oleh siapapun. Jeda waktu yang dianjurkan adalah 3 tahun sekali.
  • Pap smear harus lebih rutin dilakukan jika Anda dinyatakan memiliki sel abnormal,  memiliki sistem imun yang lemah, terjangkit virus HIV, menjalani kemoterapi dan pernah menjalani transplantasi organ.

Kemudian apa yang harus dipersiapkan ketika ingin melakukan pap smear?

Pap smear bisa dilakukan di berbagai rumah sakit di Indonesia. Sekarang ini sudah banyak rumah sakit yang menyediakan sarana tersebut. Jika Anda memang akan melakukan pap smear, maka 3 hari sebelum melakukan tes Anda harus menghindari hal berikut :

  • Memakai pembalut (telah selesai haid)
  • Berhubungan seksual
  • Menggunakan alat kontrasepsi berupa krim atau obat vagina berupa salep
  • Douching vagina, membersihkan vagina dengan semprotan khusus atau sabun pembersih kewanitaan, maupun dengan berbagai cairan seperti cuka, baking soda, dsb  (intravagina)

2. IVA Test

IVA test memiliki pengertian inspeksi visual dengan asam asetat adalah suatu metode cara lain yang dapat digunakan untuk mengetahui dan mendeteksi mengenai adanya tanda tanda terdapat kanker serviks. Caranya adalah dengan menyemprotkan cairan asam asetat dalam konsentrasi 3% sampai 5% di daerah mulut rahim. Kemudian dari semprotan ini, dilihat apakah terdapat suatu perubahan warna menjadi warna putih ke daerah yang disemprotkan tadi.

Bagi wanita yang secara aktif telah sering melakukan hubungan seksual akan sangat disarankan untuk melakukan metode skrining dengan menggunakan cara papsmear maupun dengan IVA test.

 

Pencegahan Kanker Serviks

1. Vaksinasi

Untuk menghindari terkena kanker serviks terdapat cara pencegahan yang saat ini telah dikenal dalam dunia medis secara luas yaitu dengan vaksinasi. Salah satu hal yang menjadi alasan mengapa banyak terjadi kasus kanker serviks di Indonesia adalah karena minimnya pengetahuan mengenai kanker serviks. Sehingga membuat rendahnya kesadaran masyarakat mengenai vaksinasi dari kanker serviks ini.

Vaksinasi HPV merupakan cara yang efektif dalam menghindarkan diri dari penyakit ini. Vaksin tersebut akan berguna untuk meningkatkan performa dari sistem kekebalan tubuh untuk mengenai dan juga menghancurkan virus HPV ketika mulai masuk ke tubuh. Hal ini dappat mencegah terjadinya infeksi pada tubuh akibat terkena virus HPV.

2. Menjaga Perilaku Seks

Cara pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga kebiasaan perilaku seksual dalam standar yang sehat. Akan lebih baik jika anda melakukan metode deteksi dini ini secara teratur beberapa waktu sekali sehingga akan menjaga diri anda dari potensi kanker serviks yang lebih parah.

 

Cegah kanker serviks sebelum terlambat. Lakukan deteksi dini dan pencegahan dengan vaksinasi. Anda terlalu berharga untuk keluarga dan orang di sekitar anda. Jangan sampai kanker serviks merenggut kebahagiaan dan impian-impian anda.

Referensi lain :

  1. http://rs-premiersurabaya.com/deteksi-dini-kanker-serviks-dengan-colposcopy/
  2. http://www.rspondokindah.co.id/id/health-articles/detail/131/thinprep,-deteksi-dini-kanker-serviks-lebih-akurat

0

Perbedaan Jingles station, ID station, smash, bridge dan sweeper

Mei 16, 2017

Kita menjumpai istilah ini dalam dunia radio, yaitu biasanya diputar oleh announcer/music director di antara lagu 1 ke lagu 2, atau sebelum dan sesudah commercial break.

Ada yang tahu perbedaan fungsinya dari istilah-istilah diatas ?

Jingles Station adalah ID Jingle atau Identitas Radio yang biasa di putar di setiap pergantian jam. Karena namanya JINGLE, maka modelnya  dinyanyikan, atau hanya musik saja tapi di akhiri dengan ID Radio (bisa nama Radio atau penyebutan angka gelombang Radio). Tujuan diputarnya Jingle Station adalah agar pendengar tahu nama radio yang tengah mereka putar.

Sedang ID station adalah penyebutan identitas radio dengan perkataan saja tanpa ada lagu nyanyian (jingle). Contoh : “You’re listening to FM 107,6 Suara Gracia!”

Smash bisa juga di sebut SWEEPER, digunakan untuk sekedar jadi jarak atau Tanda untuk ke tune berikutnya. Kalau di iklan biasanya juga sering digunakan untuk “Stopping Power” pada iklan tersebut.

Bridge hampir sama dengan sweeper, yaitu jembatan penghubung antara satu lagu kelagu lainnya, biasanya berupa Bridge jingle ID. Jenisnya ada yg midle, slow, dan up, tergantung untuk lagu berikutnya. Kalau lagunya fast, maka pakai Bridge Up. Fungsinya agar pendengar tidak terlalu “kaget” dengan perbedaan beat lagu yg diputar. Misal : dari Lagu Agnes – Karena ku sanggup ke lagu Tompi – Menghujam Jantungku, lebih baik di kasih bridge up agar ketukan drum di awal lagu tompi tidak merusak mood pendengar.

 

 

Sejarah Jingle

Di tahun 1951 muncullah PAMS di Dallas (Texas, USA), perusahaan pertama yang dibuat khusus untuk memproduksi jingles utk stasiun radio dan stasiun televisi maupun iklan radio/TV.

Di tahun 80an dan 90an yang terkenal adalah JAM Creative Productions di Dallas yang kliennya adalah radio-radio dan program-program paling kondang saat itu : BBC, KIIS-FM dan KOST-FM Los Angeles, Rick Dees, WPLJ New York, dll. Klien JAM di Indonesia juga radio papan atas seperti Hard Rock FM, Trijaya, Prambors, Ramako, Delta-FM, FeMale, dan KLCBS Bandung. Jadi bisa dibilang bahwa “warna” jingles yang ada di benak para Broadcasters di Indonesia adalah karena JAM pernah kondang banget.

Mau beli dari Dallas, mau pesen dari Elfa Music Studio atau bikin sendiri pake software seperti Cool Edit maupun adobe audition ? Yang penting adalah terdengarnya on-air harus enak menurut pendengarnya. Dan walaupun setiap radio harus punya Station ID, tidak berarti harus punya jingles lho. Anda bisa meniru jingle dan Station ID dari radio-radio yang sudah ada yang menurut Anda cukup bagus.

Sebuah Station ID harus cocok dengan (dan mewakili) “image” dari Radio tersebut. Radio yang formatnya TOP40 ya harus punya Station ID yang enerjik. Radio yang formatnya golden memories ya harus pakai string section (biola). Radio yang formatnya country harus ada suara steel guitar-nya, dst.

Station ID untuk Radio bisa juga pake narasi oleh Voiceover, misalnya “Jakarta’s best Oldies, 99.9!”, atau “This is the News at 10, on Channel 9!”. Contoh lain : CNN International dulu pake vokalnya “Darth Vader” alias James Earl Jones : “This is CNN”, yang singkat tapi gagah dan tegas.

Kalo kebetulan kita nyadar bahwa “Stasiun radio yang mau bagus harus punya Station ID yang bagus”, maka jingles yang kita beli di USA pun harus kita customize liriknya sesuai positioning stasiun radio kita.

Aku yakin dalam sejarah radio di Indonesia gak ada radio yang berani investasi $28,000-lebih hanya utk jinglesnya seperti halnya dulu HRFM Jkt di awal 1996. Buat para Program Director yang pelit untuk beli jingles, inget bahwa HRFM Jkt yg masih bayi itu (dalam rentang waktu 4 tahun) bisa memaksa radio yang yang waktu itu ngakunya nomor satu jadi melorot ke nomor 11 di SRI Jakarta tahun 2000. Itulah kekuatan dari Station ID yang efektif.

Ada empat cara dasar utk memakai Station ID atau jingle di radio:

1. Menjembatani (bridging) antar-lagu dari up tempo ke slow
2. Mengakhiri commercial-break untuk kembali ke programming semula
3. Masuk ke commercial-break (tidak dianjurkan)
4. Setelah menyampaikan adlibs (sangat tidak dianjurkan)

Kenapa yang terakhir itu cenderung ditertawakan? Karena penyiar yang bicara setelah lagu ya dengan sendirinya telah berfungsi sebagai bridge ke lagu berikutnya. Dan setelah menyampaikan adlibs panjang-lebar, biasanya pendengar pingin cepet masuk lagi ke lagu dong, jangan malah diingetin tentang radio mana nih yang isinya iklan melulu 🙂

Kalo istilah bumper berasal dari dunia pertelevisian, yg maksudnya sama dengan bridging. Tapi “menjembatani” lebih cocok utk dunia radio karena seringkali fungsi Jingles dan Station IDs memang adalah utk membuat segue (perpindahan/ transisinya) yang cantik/mulus di telinga dan nyaman di hati pendengar akibat kemampuan radio/audio utk membawa pendengarnya ke dunia lain (ngelamun). Gak bisa khan menyimak TV sambil ngelamun?

Semoga ini turut mengklarifikasi perbedaan antara bridge dan jingle : Jingle adalah iklan yang dinyanyikan, misalnya “Rick Dees and the Weekly Top 40!”. Bridge adalah stimulasi audio untuk memuluskan perpindahan dari satu signal audio ke signal audio lainnya, misalnya dari lagu ke lagu atau dari jingle Djarum Coklat ke lagunya Josh Groban. Jadi bridge bisa aja berupa kutipan kata-kata dari seseorang, mis. “Hi, saya Glenn Fredly, dan Anda sedang menikmati R Radio Tulungagung.”

Utk menguasai “pemakaian Jingles”, harus mengerti dulu “bentuk Jingles”. Harus tau dulu bahwa ada jingles yang bagian instrumentalnya (tanpa ada nyanyian vokal) memang disediakan utk penyiar yang mau bicara di atasnya, dan bagian tsb biasanya disebut bed. Jadi jenis umum jingles adalah :

1. full (nggak ada talkover bed) : biasanya singkat karena nggak ada bed, mis. 3sec hingga 8sec.
2. donut (ada talkover bed di tengah) : “The best hits in Jakarta….. .. 107.8 Light FM!”, mis.8sec hingga 60sec.
3. dg front bed (utk bicara di awal) : “…… 107.8 Rocket FM!”

Variasi dari jingles yang Full:
– singkat (“87.6, Hard Rock FM”) : 3 sec
– sedang (“Jakarta’s entertainment station, 87.6 Hard Rock FM”) : 6 sec
– panjang (“Hard Rock FM from the heart of the nation, it’s the number one entertainment station, 87.6 wherever you go, it’s the Good Morning Hard Rockers show!”) : 17 sec

Variasi dari jingles yang Donut:

* bolong di tengah (“Happy Holidays …….. 107.2 Kiss-FM”) : 5 sec bed yg cukup utk bilang “Maaf Lahir-Bathin yaaa!”
* SDA tapi totalnya 60 sec : 50 sec bed yg dipake utk menyampaikan adlibs atau games/kuis dg kontrak “60 detik”.
* Belakangnya tanp vokal dan tanpa smash penutup : bednya di-loop supaya penyiarnya gak terbirit-birit ngomongnya. (nutupnya? liat berikutnya.. .)

Variasi dari jingles yang Front Bed:

* dg 1 sec lead yg langsung berupa smash dg vokal (utk penutup info yg di atas itu.)
* instrumental depannya berupa fade-in (agak susah utk nyamain beatnya dg jingle yg bednya di-loop tadi di atas
* Kalo penyiarnya udah hafal durasi bed-nya, bisa utk ngomong dg keren di atasnya : misalnya kalo jingle-nya “….. more music every morning, on Zoo-FM!”, maka Anda ngomong di atas bednya : “apa yg kamu butuhin setiap pagi sebelum berangkat ke kampus?”

Kalo ada yg bingung, buka aja www.jingles.com dan dengerin demo-demonya di bagian Demo Download, terus perhatiin sendiri yang mana yang tipe 1. dan 2. dan 3.

1. Tipe 1 (jingle biasa): Do It Again (WCBS) cut 7.
2. Tipe 2 (dg talkover bed di tengah): Z-World (WHTZ) cut 24.
3. Tipe 3 (dg talkover bed di depan): A Touch of Christmas (KVIL) cut 9.
4. Tipe 1 (gaya a Capella): Northwave (FM-Northwave) cut 6.
5. Tipe 1 (dg crowd effects) : Closer to the Music (BBC1) cut 6.
6. Tipe 1 yg panjang : Z World (WHTZ) cut 21.
7. Tipe 1 yg extra panjang (juga disebut image song) : Seasons’ Suite (KDOK) cut 1.
8. Tipe 2 (dg bed panjang utk latihan ngomong di tengah dan pura2 jadi penyiar HRFM jaman dulu) : Hard Rock FM cut 9.
9. Tipe 3 (dg talkover bed medium) : KIIS90 (KIIS) cut 9.
10. Tipe 3 (dg talkover bed panjang) : Today’s Coast (KOST) cut 15.

Yang paling cocok diselipin di tengah2 lagu adalah Station ID yang a capella atau yg spoken aja (“Lagu terbaru dari Yana Julio dan ekslusif di Makassar, hanya di Telstar-FM!” ), jadi kalo Anda melakukannya dengan Station ID yang ada musik berarti tabrakan dong musiknya…

Kalo Anda beli yang profesional, biasanya dikasih potongan-potongan nama radio Anda yang bentuknya shouts, dan itu bisa dipake di berbagai posisi pada program Anda asalkan in good taste. Jenis shouts yang selama ini akrab di telinga Anda adalah yang sering dicuri dari CD demo utk dipake di chart-show : “Number eight!”, “Number Twenty-Four!” dst.

Jadi ternyata bikin jingle itu tidak sesederhana yang dibayangkan ya ??? Harus mewakili image dan positioning radio yang telah kita rancang.

 

0

Waspadai Gejala Hypokalemia

Mei 2, 2017

Hypokalemia adalah kondisi dimana kadar kalium yang rendah dalam darah. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan saja karena akan bisa mengancam jiwa.

Kalium adalah mineral (elektrolit) dalam tubuh. Hampir 98% dari kalium ditemukan dalam sel. Sehingga perubahan kecil dalam tingkat kalium yang hadir di luar sel dapat memiliki efek yang parah pada jantung, saraf, dan otot. Kalium adalah penting untuk menjaga beberapa fungsi tubuh, salah satunya adalah otot jantung. Otot jantung membutuhkan kalium untuk berdenyut dengan benar dan mengatur tekanan darah. Pergeseran kalium ke dalam dan keluar dari sel-sel dapat menurunkan konsentrasi kalium diukur dalam darah, yang bisa menyebabkan terjadinya gangguan irama jantung.

Ginjal adalah organ utama yang mengendalikan keseimbangan kalium dengan menghilangkan kelebihan kalium ke dalam urin. Ketika kadar kalium yang rendah, Anda bisa menjadi lemah karena proses seluler terganggu.

Kadar normal kalium dalam darah adalah 3,5 sampai 5,0 mEq/L.

PENYEBAB

Pada umumnya hipokalemia disebabkan oleh dua hal, yaitu karena asupan kalium yang kurang atau pengeluaran kalium yang berlebihan. Pengeluaran yang berlebihan bisa terjadi melalui muntah, diare atau dari saluran kencing. Sedangkan asupan yang rendah bisa terjadi karena dalam keadaan sakit, sehingga nafsu makan menjadi turun atau karena memang mengurangi makan atau karena kesibukan sehingga tidak sempat makan.

Penderita yang dirawat di rumah sakit umumnya mengalami hipokalemia karena asupan yang kurang selama mengalami sakit. Pasien bisa saja mengalami hipokalemia karena adanya kerusakan pada ginjal sehingga terjadi pengeluaran kalium yang berlebihan.

Obat-obatan yang bekerja dapat membuat buang air kecil menjadi berlebihan, misal diuretik, juga bisa menyebabkan kadar kalium menurun, kadar kalium keluar bersamaan dengan urin.

Sedangkan pada kasus hipokalemia yang terjadi pada beberapa artis, hal tersebut lebih karena asupan yang kurang. Umumnya terjadi di masyarakat karena kesibukan atau karena ingin mengontrol berat badan sehingga kurang memperhatikan asupan makanan dan tentunya asupan kalium juga menjadi kurang.

Ginjal yang normal dapat menahan kalium dengan baik. Jika konsentrasi kalium darah terlalu rendah, biasanya disebabkan oleh ginjal yang tidak berfungsi secara normal atau terlalu banyak kalium yang hilang melalui saluran pencernaan (karena diare, muntah, penggunaan obat pencahar dalam waktu yang lama atau polip usus besar). Hipokalemia jarang disebabkan oleh asupan yang kurang karena kalium banyak ditemukan dalam makanan sehari-hari.

Gangguan ginjal tertentu seperti asidosis tubulus ginjal (misalnya, gagal ginjal kronis dan gagal ginjal akut).

Kalium bisa hilang lewat air kemih karena beberapa alasan. Yang paling sering adalah akibat penggunaan obat diuretik tertentu yang menyebabkan ginjal membuang natrium, air dan kalium dalam jumlah yang berlebihan. Pada sindroma Cushing, kelenjar adrenal menghasilkan sejumlah besar hormon kostikosteroid termasuk aldosteron. Aldosteron adalah hormon yang menyebabkan ginjal mengeluarkan kalium dalam jumlah besar.

Ginjal juga mengeluarkan kalium dalam jumlah yang banyak pada orang-orang yang mengkonsumsi sejumlah besar kayu manis atau mengunyah tembakau tertentu. Penderita sindroma Liddle, sindroma Bartter dan sindroma Fanconi terlahir dengan penyakit ginjal bawaan dimana mekanisme ginjal untuk menahan kalium terganggu.

Obat-obatan tertentu seperti insulin dan obat-obatan asma (albuterol, terbutalin dan teofilin), meningkatkan perpindahan kalium ke dalam sel dan mengakibatkan hipokalemia. Tetapi pemakaian obat-obatan ini jarang menjadi penyebab tunggal terjadinya hipokalemia.

Orang dengan gangguan makan seperti anoreksia nervosa dan bulimia, penderita AIDS, pecandu alkohol, dan mereka yang telah menjalani operasi bariatric memiliki insiden yang lebih tinggi daripada yang lain.

Kekurangan magnesium dan leukemia juga bisa menyebabkan hipokalemia.

Dalam kebanyakan kasus, kondisi ini sering ditemukan setelah melakukan tes darah dalam rangka memeriksa suatu penyakit. Dan memang kalium yang rendah biasanya berbarengan dengan penyakit yang lain. Sangat jarang, kondisi kalium rendah menyebabkan gejala yang berdiri sendiri seperti hanya kram otot.

GEJALA

Hipokalemia ringan biasanya tidak menyebabkan gejala sama sekali. Hipokalemia yang lebih berat (kurang dari 3 mEq/L darah) bisa menyebabkan kelemahan otot, kesemutan, kejang otot dan bahkan kelumpuhan (tidak bisa mengangkat kedua kaki dan kedua tangan).

Hipokalemia yang berlanjut dapat menyebabkan terjadi gangguan irama jantung, terutama pada penderita penyakit jantung. Dan jika berlanjut terus dapat terjadi henti jantung dan henti napas.

Berikut ini gejala-gejala lainnya :

– Mual atau muntah
– Kram perut, kembung
– Sembelit
Palpitasi (berdebar), sehingga membuat tidur tidak nyaman (sering terbangun karena mendengar suara jantung sangat keras)
– Mengeluarkan sejumlah besar urin atau merasa haus sebagian besar waktu
– Pingsan karena tekanan darah rendah
– Perilaku psikologis yang abnormal: depresi, psikosis, delirium, bingung, atau halusinasi.

Hypokalemia

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan darah dan gejala-gejalanya.

Jika ketidakseimbangan elektrolit dicurigai, tes darah untuk cek kalium, fungsi ginjal (BUN dan kreatinin), glukosa, magnesium, kalsium, dan fosfor jika ketidakseimbangan elektrolit dicurigai.

Terkadang penyebab kalium rendah tidak jelas. Dokter Anda dapat melakukan tes tertentu untuk menyingkirkan kondisi lain seperti asidosis tubulus ginjal, sindrom Cushing, dan hipokalsemia.

Karena kalium yang rendah diketahui mempengaruhi jantung irama (aritmia), dokter dapat memesan digoxin.

Perubahan pada arus listrik jantung dapat terekam dalam EKG (rekam listrik jantung), dan berikut ini gambaran EKG hipokalemia:

  • Terbentuknya gelombang U yang jelas
  • Terbentuknya Interval QT yang memanjang
  • Terbentuknya ST depresi dan T flat atau inversi
  • Meningkatnya amplitudo gelombang P.

PENGOBATAN

Terapi penggantian kalium akan diarahkan berdasarkan jenis dan tingkat keparahan gejala pasien. Pengobatan dimulai setelah tes laboratorium mengkonfirmasi diagnosis.

Orang yang diduga memiliki kalium sangat rendah perlu ditempatkan pada monitor jantung dan  IV dimulai.

Biasanya, orang-orang dengan tingkat ringan atau sedang rendah kalium (2,5-3,5 mEq / L), yang tidak memiliki gejala, atau yang telah keluhan hanya kecil hanya perlu dengan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung kalium atau diobati dengan kalium diberikan dalam bentuk pil atau cairan garam kalium (kalium klorida). Hal ini disukai karena mudah untuk mengelola, aman, murah, dan mudah diserap dari saluran pencernaan. Beberapa obat, atau terlalu tinggi dosis, dapat mengiritasi lambung dan menyebabkan muntah, sehingga harus diberikan dalam dosis kecil dan beberapa kali sehari.

Jika aritmia jantung atau gejala yang signifikan hadir atau jika tingkat kalium kurang dari 2,5 mEq / L, IV kalium harus diberikan. Dalam situasi ini, observasi di departemen UGD perlu dilakukan. Mengganti kalium perlu waktu beberapa jam karena harus diberikan sangat lambat intravena,untuk menghindari masalah jantung yang serius.

Bagi mereka dengan kalium sangat rendah dan bergejala, baik IV kalium dan obat oral diperlukan.

Sebagian besar orang yang mengkonsumsi diuretik tidak memerlukan tambahan kalium. Tetapi secara periodik dapat dilakukan pemeriksaan ulang dari konsentrasi kalium darah sehingga sediaan obat dapat diubah bilamana perlu. Pada hipokalemia berat, kalium bisa diberikan secara intravena. Hal ini dilakukan dengan sangat hati-hati dan biasanya hanya dilakukan di rumah sakit, untuk menghindari kenaikan kadar kalium yang terlalu tinggi. Karena kenaikan kadar kalium (hyperkalemia) juga berbahaya.

Untuk kondisi hipokalemia yang terjadi karena asupan yang kurang, selain suplementasi kalium maka harus juga diperhatikan makanan yang mengandung kalium, antara lain  : pisang, kismis, kurma, jeruk, ikan, pepaya, melon, tomat segar, kentang, dan jus buah. Oleh karena itu, sesibuk apa pun kita atau konsisten ingin membatasi konsumsi makanan, tetap harus mengutamakan makanan yang mengandung kalium.

Pengobatan penyakit hipokalemia dapat dilakukan dengan beberapa cara koreksi kalium di Rumah Sakit sebagai berikut:

  • Pemberian diet (makanan) yang mengandung Kalium sebanyak rata-rata 50-100 mEq per hari.
  • Pemberian suplemen Kalium oral sebanyak 40-80 mEq per hari, misalnya Aspar-K.
  • Pemberian suplemen Kalium intravena KCl sebanyak 20 meq dalam 100 cc NaCl isotonik dapat dilakukan melalui vena besar dengan kecepatan 10-20 mEq/jam.
  • Pemberian suplemen Kalium intravena KCl pada keadan aritmia atau kelumpuhan otot pernapasan dapat dilakukan melalui vena sentral dengan kecepatan 40-100 mEq/jam.
  • Monitor kadar kalium setiap 2-4 jam dianjurkan pada pemberian suplemen Kalium intravena untuk menghindari hiperkalemia.
  • Monitor EKG dan observasi ketat dianjurkan pada keadaan aritma atau kelumpuhan otot pernapasan.

PERAWATAN DI RUMAH

Jika Anda sedang memantau kadar kalium yang rendah, hindari, kegiatan fisik yang berat dan panjang, karena hilangnya kalium terjadi dengan berkeringat.

Jika suplemen makanan, suplemen herbal, diuretik (pil air), atau obat pencahar yang menyebabkan gejala kalium rendah, hindari ambil produk ini dan berkonsultasilah dengan dokter.

KEWASPADAAN

– Ketika kalium digunakan dengan obat-obatan seperti ACE inhibitor, ada risiko peningkatan  tinggi kalium.
– Diuretik hemat kalium dan pengganti garam kalium  juga dapat menghasilkan tingkat kalium yang tinggi.

PENCEGAHAN

Perubahan dalam diet dapat direkomendasikan jika pasien memiliki kadar kalium rendah. Contoh makanan tinggi kalium meliputi: pisang, tomat, jeruk, melon, persik

Hipokalemia tentu bisa dicegah, apabila rendahnya kalium yang berlebihan maka penyebab dari hipokalemia tersebut harus diatasi. Misalnya karena diare atau muntah maka diare dan muntah harus diberhentikan. Diare yang berlanjut akan menyebabkan terjadi dehidrasi dan terjadinya penurunan kalium.

Oleh karena itu, selain diare diatasinya, untuk mencegah dehidrasi dan penurunan kalium yang berlanjut harus segera diganti cairan dan elektrolit yang keluar dengan cairan pengganti cairan dan elekterolit seperti oralit.

0

Suka Duka Panti Asuhan

April 28, 2017

Panti Asuhan atau Panti Sosial Asuhan Anak juga Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) ialah lembaga sosial nirlaba yang menampung, mendidik dan memelihara anak-anak yatim, yatim piatu dan anak terlantar.

Situasi di salah satu Panti asuhan di Hawaii pada tahun 1886

Situasi di salah satu Panti asuhan di Hawaii pada tahun 1886

Beberapa pengertian Panti asuhan diantaranya….

Menurut Depsos RI (2004: 4), Panti Sosial Asuhan anak adalah suatu lembaga usaha kesejahteraan sosial yang mempunyai tanggung jawab untuk :

  • Memberikan pelayanan kesejahteraan sosial pada anak terlantar dengan melaksanakan penyantunan dan pengentasan anak terlantar
  • Memberikan pelayanan pengganti orang tua/wali anak dalam memenuhi kebutuhan fisik, mental dan sosial kepada anak asuh sehingga memperoleh kesempatan yang luas, tepat dan memadai bagi pengembangan kepribadiannya sesuai dengan yang diharapkan sebagai bagian dari generasi penerus cita- cita bangsa dan sebagai insan yang akan turut serta aktif dalam bidang pembangunan nasional‟.

Menurut Gospor Nabor (Bardawi Barzan:1999: 5): “Panti asuhan adalah suatu lembaga pelayanan sosial yang didirikan oleh pemerintah maupun masyarakat, yang bertujuan untuk membantu atau memberikan bantuan terhadap individu, kelompok masyarakat dalam upaya memenuhi kebutuhan hidup”.

Menurut KBBI Panti asuhan adalah rumah tempat memelihara dan merawat anak yatim atau yatim piatu.

Dasar hukum perlindungan anak di Indonesia tercantum dalam UU Perlindungan Anak, Pasal 20, dinyatakan bahwa “Negara, Pemerintah, Masyarakat, Keluarga dan Orang Tua berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan Perlindungan Anak”.

Di Indonesia, Panti asuhan berada dibawah pengawasan Dinas sosial. Menurut Data di Biro Pusat Statistik dan Departemen Sosial menunjukkan bahwa pada tahun 2006 jumlah anak terlantar yang berusia 6 – 18 tahun mencapai 2.815.393 anak, Balita Terlantar mencapai 518.296, Anak Perlakuan Salah 182.408, Anak Jalanan 232.894 dan Anak Nakal sebesar 295.763. Dengan rincian yang tinggal di perkotaan sebanyak 492.281 jiwa dan pedesaan mencapai 2.275.348 jiwa. Sedangkan yang tergolong rawan keterlantaran diperkirakan mencapai 10.322.764, dengan rincian yang tinggal di perkotaan mencapai 2.996.253 jiwa dan pedesaan sebanyak 7.326.421 jiwa. Kondisi tersebut menuntut perhatian dan upaya pemerintah dalam rangka mewujudkan sistem perlindungan dan pelayanan kesejahteraan sosial anak yang lebih representatif untuk perkembangan anak.

Hasil penelitian Kementerian sosial, Save the Children dan UNICEF pada tahun 2006 dan 2007 terhadap 37 panti asuhan di 6 provinsi, memberikan gambaran yang komprehensif tentang kualitas pengasuhan dalam panti asuhan di Indonesia, sebagai berikut :

1. Panti asuhan Asuhan lebih berfungsi sebagai lembaga penyedia akses pendidikan daripada sebagai lembaga alternatif terakhir pengasuhan anak yang tidak dapat diasuh oleh orangtua atau keluarganya.

2. 90% anak yang tinggal di panti asuhan masih memiliki kedua orangtua dan dikirim ke panti asuhan dengan alasan utama untuk melanjutkan pendidikan.

3. Karena lebih dominan sebagai penyedia akses pendidikan, mengakibatkan anak harus tinggal lama di panti asuhan sampai lulus SLTA dan harus menjalani pembinaan daripada pengasuhan yang seharusnya mereka terima dari orangtuanya.

4. Pengurus panti asuhan tidak memiliki pengetahuan yang memadai tentang situasi anak yang seharusnya diasuh di dalam panti asuhan dan pengasuhan yang idealnya diterima anak.

 

Penyalahgunaan dan kekerasan

Penyalahgunaan yang rentan terjadi, umumnya pada Panti asuhan yang tidak terdaftar dan diawasi badan pemerintah dan masyarakat, ialah seperti munculnya pemanfaataan anak-anak untuk kepentingan pribadi, penyelewengan dana donatur, kekerasan terhadap anak, dan pelecehan seksual.

 

Suka Duka Anak Panti

Suka

1.Suka Dikasih uang sama donatur tanpa kerja
Ini yang biasa disenangi anak Panti, kecuali Langsung dikasih Pengurus Pantinya, ya bedalagi dah ceritanya

2. Makan terjamin alias enak-enak
Kalo ini, engga tiap hari sih gan, tapi ya sering aja makanannya yang bikin sehat dan kuat

3.Mandiri
Kalo ini gan pembentukan Karakter yang Positif gan, loh toh hidupnya aja tanpa orang tua, pasti mandiri .. ..

4. Rajin
Tiap hari bangun pagi, berdoa, patuh ama pengurus

5. Banyak temen
kalo ini, udah pasti gan, karena disini solidaritas berada, tidur bareng, makan bareng, maen bareng, mandi bareng  

6. Sekolah
kalo ini memang keharusan dalam pembentukan karakter generasi bangsa yang gunanya untuk pembangunan Bangsa ini ..

 

Duka

1.Nyuci Baju Sendiri
Tidak seperti anak lain kebanyakan yang harus bersandar pada orang tua

2. Wajib bangun Pagi
sebenernya ini positif sih gan, tapi kayak dikekang deh, tapi ttep ini positif sih

3. Jarang Main keluar
ini yang sedihnya, padahal mau maen warnet, maen ama temen luar, ketemu orang tua yaa gimana lagi

4.Penyelewengan dana Pihak Panti (biasanya kalo dikasih ama donatur malah di jadiin duit pribadi -_-)

5. Diurusin bukan ama orang tua kandung
ini yang sedih gan, begimanapun juga ibu kandung adalah peri. Bersyukur deh kita kita yang masih memiliki orang tua yang lengkap dan sayang sama kita.. sesusah apapun sesedih apapun, tapi paling tidak ada seseorang yang menemani memberikan kasih sayang dan bimbingan.

 

Tantangan Pengelolaan Panti Asuhan

Tempat yang tertata dengan rapi, anak-anak yang disiplin dan sopan, merupakan hasil dari pengurus yang cakap dalam mengelola panti asuhan.

Tantangan yang terjadi pada umumnya adalah mengenai kemampuan pembina dalam memahami Psikologi anak. Mengelola manusia memang butuh kesabaran dan ketelatenan tersendiri karena masa tumbuh kembang yang berbeda maka penanganannya pun juga berbeda.

Untuk target jangka pendek umunnya ialah tercukupinya kebutuhan sehari-hari anak-anak Panti. Target jangka menengah yakni bisa meluluskan anak-anak sampai SMA. Sedang target jangka panjang bisa memberikan fasilitas anak-anak alumni setelah SMA dengan memberikan tempat tinggal atau lapangan pekerjaan.

Kegiatan di Panti juga umunya cukup banyak untuk membantu anak-anak lebih baik. Misal doa bersama, LES pelajaran, belajar bahasa inggris.

Biaya operasional bulanan sekitar 200-300 ribu per anak. Untuk pendanaan, tidak selalu harus bergantung pada donatur. Beberapa panti asuhan mempunyai inisiatif dengan membuat peternakan ayam petelur, dengan melibatkan anak-anak panti untuk mengelolanya. Hasil penjualan telur bisa untuk membiayai operasional mereka sendiri. Wow!

Referensi : https://www.kaskus.co.id/thread/568441c9162ec264228b4571/panti-asuhan-dan-suka-duka-anak-panti/

0

Mengurangi Efek Gula dari Nasi Putih

April 24, 2017

Nasi putih sudah menjadi makanan pokok sehari-hari di masyarakat Indonesia. Nasi bisa menjadi lebih sehat dan tak membuat kadar gula darah cepat naik, tergantung jenis beras dan cara mengolahnya. Kuncinya adalah dengan mengurangi indeks glikemik yang ada dalam nasi.

Indeks glikemik adalah tingkatan bahan pangan menurut efeknya terhadap gula darah. Makanan yang berindeks glikemik rendah tak mudah dicerna tubuh, sehingga penyerapannya juga lambat, yang pada akhirnya kadar gula darah tidak langsung melonjak dengan cepat.

Sebaliknya, makanan dengan indeks glikemik tinggi mudah dicerna oleh tubuh. Karena proses dicernanya gampang, dula darahpun juga cepat melonjak naik.

Berikut cara mengolah nasi agar lebih sehat bagi tubuh :

1. Pilih beras yang Pera (bertekstur keras)

Beras yang pera biasanya berjenis long-grain atau panjang-panjang, seperti beras dari sumatera. Tak mudah dicerna karena memiliki kadar amilosa yang tinggi.

Amilosa adalah bagian dari pati yang terdapat dalam beras. Semakin tinggi amilosanya, nasi akan semakin pera dan indeks glikemiknya semakin rendah.

Nasi pera lawannya adalah Nasi Pulen. Nasi pulen berasal dari beras yang mengandung kadar amilosa 20-25 persen. Nasinya tidak keras, agak lengket, terasa berair dan tetap lunak setelah dingin. Tak cuma di Indonesia, sebagian besar masyarakat dunia pun menyukai nasi pulen.

Meski sebagian orang suka nasi pulen, tapi ada juga yang suka nasi pera. Masyarakat asal Sumatera Barat lebih menyukai nasi pera yang ditunjukkan dengan ciri nasinya keras setelah dingin hal ini disebabkan karena kandungan amilosa dalam beras tinggi. Tak heran jika makan nasi Padang nasinya bertekstur keras.

2. Gunakan metode pratanak

Nasi yang sudah dimasak lalu dikeringkan, mirip nasi aking, memiliki indeks glikemik lebih rendah.

Saat beras dimasak, patinya akan mengembang. Pada suhu tertentu, pati tersebut pecah dan membuat amilosa keluar. Tapi saat pengeringan, amilosa akan saling mengikat dan menjadi kompleks. Ikatan ini menyebabkan nasi lebih sulit dicerna, sehingga indeks glikemiknya menurun.

3. Dinginkan nasi yang baru matang

Kalau tidak sempat membuat nasi pratanak, mengkonsumsi nasi dingin juga bisa menjadi pilihan. Indeks glikemik nasi yang sudah menjadi dingin juga lebih rendah karena amilosanya saling mengikat.

Bila tak ingin memakan nasi sisa kemarin, bisa juga memakan nasi yang baru matang lalu didinginkan.

4. Jangan memanaskan nasi terlalu lama di magic jar

Beras memiliki pelindung semacam kulit ari, yang membuatnya tak mudah dicerna oleh enzim dalam tubuh. Namun pemanasan yang terlalu lama, misalnya disimpan berjam-jam di magic jar / rice cooker, akan membuat kulit ari pecah. Akibatnya, inti nasi yang merupakan karbohidrat menjadi lebih mudah dicerna oleh tubuh sehingga gula darah gampang naik.

 

Lalu apa hubungannya antara makanan dengan indeks glikemik tinggi dan diabetes melitus ??

Dalam memilih makanan untuk dikonsumsi, penderita diabetes harus memperhatikan jenis karbohidrat yang terkandung dalam makanan tersebut. Ada jenis karbohidrat yang cepat diserap tubuh (sehingga kadar gula darah melonjak dan cepat terasa lapar lagi), ada juga karbohidrat yang lambat diserap (sehingga kadar glukosa darah lebih stabil dan terasa kenyang lebih lama).

Berikut ini daftar makanan berdasar indeks glikemik :

indeks glikemik

Tabel indeks glikemik bahan pangan

Indeks glikemik adalah ukuran seberapa besar efek suatu makanan yang mengandung karbohidrat dalam meningkatkan kadar gula darah setelah dimakan, dibandingkan dengan glukosa atau roti putih. Makanan dengan indeks glikemik tinggi adalah makanan yang cepat dicerna dan diserap sehingga kadar gula darah akan meningkat dengan cepat secara signifikan. Makanan dengan indeks glikemik yang rendah mengalami pencernaan dan penyerapan yang lebih lambat sehingga peningkatan kadar glukosa dan insulin dalam darah akan terjadi secara perlahan-lahan. Makanan dengan indeks glikemik rendah telah terbukti memperbaiki kadar glukosa dan lemak pada pasien-pasien diabetes melitus dan  memperbaiki resistensi insulin. Selain itu, makanan dengan indeks glikemik rendah juga membantu mengontrol nafsu makan, memperlambat munculnya rasa lapar sehingga dapat membantu mengontrol berat badan pasien.

Indeks glikemik menunjukkan jenis karbohidrat yang terkandung dalam makanan, bukan jumlah karbohidrat. Peningkatan kadar gula darah dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu JUMLAH dan JENIS karbohidrat yang dikonsumsi. Pada sebagian besar orang, kadar glukosa darah lebih dipengaruhi oleh jumlah karbohidrat yang dikonsumsi. Namun, jenis karbohidrat juga berpengaruh terhadap gula darah. Jadi, strategi yang optimal adalah mengontrol kedua aspek tersebut, yaitu jumlah dan jenis karbohidrat yang dikonsumsi.

Efek dari indeks glikemik suatu makanan akan berubah jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan lain. Maka, jika seseorang mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi sebaiknya dikombinasikan dengan makanan dengan indeks glikemik rendah, sehingga menyeimbangkan efek terhadap kadar glukosa darah.

 

Apa hubungannya dengan DIET ?

Bagi Anda yang sedang diet untuk menurunkan berat badan dan membakar lemak, sebaiknya mengkonsumsi makanan dengan indeks glikemik yang rendah agar bisa kenyang lebih lama (tidak mudah lapar). Misal dengan mengganti nasi putih dengan nasi merah/nasi coklat dengan kondisi sudah dingin. Pisang hijau, ubi, apel, tomat, teh hijau. Hindari makanan ini : donat, nasi putih, kentang, mie, cola, pop corn.

 

Sumber :

  1. tempo.co
  2. diabetesmelitus.org
  3. dan berbagai sumber pelengkap.

0

Ingin mendapatkan email inspiratif dari Purba Kuncara langsung ke inbox Anda ?

Silahkan daftar di mailing list purbakuncara.com