Tips Memilih Kursi Kerja dan Kipas Angin

Telah dibaca :60

Beberapa waktu lalu salah satu batang plastik penyangga bagian bawah antara roda dan poros kursi kerja saya patah. Selidik punya selidik sepertinya kelebihan beban muatan :) Padahal asyik banget pake kursi ini, ergonomis.

Bukan sekali dua kali saya mengalami jatuh dari kursi atau tempat duduk berbahan dasar plastik. Sehingga saya jadi berhati-hati kalau mau duduk. Jadi lebih baik memilih yang penyangganya dari besi, lebih awet.

Demikian pula soal kipas angin. Meskipun kondisi di rumah tidak terlalu panas, alias AC (angin cendela) masih terasa sejuk, terkadang perlu penyejuk tambahan kalau pas malam hari. Nah, sebaiknya jangan memilih kipas angin yang baling-balingnya terbuat dari plastik, apalagi dari bambu (ups… jadi inget baling-baling terbangnya doraemon :p  ).

Pilihlah kipas angin dengan baling-baling dari besi. Kenapa? karena akan terasa lebih dingin dibanding plastik. Cobain deh. Anda bisa bandingkan waktu Anda jalan-jalan di hypermart atau toko elektronik yang menjual kipas angin. Harga tidak terlalu terpaut banyak antara plastik dan besi. Jadi mending pilih besi… dingin.ngin..ngin…. :)

Tips ini sepertinya sepele… Tapi tentu akan bermanfaat untuk menambah pengalaman Anda.

Harga di tetangga lebih murah ? Bikin down deh

Telah dibaca :243

Ada seorang bertanya : “Pak, saya jualan produk A di web. Tapi waktu saya lihat di web lain ada yang jual lebih murah, saya jadi bingung. Gimana bisa laku produk saya kalau ada web lain yang menjual lebih murah. Padahal kan calon pembeli akan tahu soal itu”.

Pertanyaan itu terasa menggelikan memang, terutama bagi kita yang sudah lama berkecimpung di dunia marketing. Bukan bermaksud sombong lo ya :)

Penanya tersebut sesungguhnya sedang dilanda “penyakit” yang namanya MENTAL BLOCK. Mentalnya sudah jatuh ketika melihat ada penjual lain yang harganya lebih murah. Dia berpikiran bahwa apa yang dia kuatirkan itu juga yang dirasakan oleh calon pembeli, padahal belum tentu semua calon pembeli berpikir demikian.

Bagi saya, tidak perlu kuatir ketika ada orang lain menjual dengan harga lebih murah atau bahkan memberikan diskon terlalu banyak. Yang sebenarnya terjadi adalah bahwa masing-masing penjual memberikan add value  (nilai tambah) yang berbeda.

Penjual A memberikan add value berupa harga yang murah. Penjual B memberikan add value berupa pelayanan yang cepat. Penjual C memberikan add value berupa layanan konsultasi gratis dan bisa dihubungi dengan mudah.

Anda termasuk yang mana? atau Anda punya add value yang lain?

Kalau saya sih lebih baik mengambil margin keuntungan yang besar, yang otomatis harganya juga lebih tinggi dari yang lain dengan tetap mengefisiensikan biaya pengeluaran. Add value yang saya berikan adalah berupa : kecepatan dalam layanan, support yang cepat dan gratis, layanan konsultasi gratis untuk klien aktif. Dan sebenarnya hal ini menguntungkan kedua belah pihak (win win solution), baik pembeli maupun penjual. Pembeli dapat support optimal, penjual dapat untung banyak :)

Jadi jangan takut mengambil margin keuntungan yang besar dibanding yang lain. Selain itu bisa untuk manajemen risiko, Anda juga bisa gunakan profit tersebut untuk terus mengembangkan usaha Anda.

Yang penting : PeDe aja lagi…. rejeki ga akan kemana :)

Benarkah Bisnis Internet Tanpa Modal ?

Telah dibaca :128

Seorang peserta seminar tentang bisnis internet memberi sanggahan pada saat sesi tanya jawab :

“Pak, saya tidak setuju dengan pernyataan Anda bahwa bisnis online itu tanpa modal!!! Buktinya saya ke sini saja ikut seminar Anda sudah keluar uang untuk bayar tiket dan bensin! Apa itu tidak bisa disebut dengan modal ? ”

Mau bisnis apapun, baik offline dan online tetap keluar modal. Keluar modal untuk cari ilmunya, untuk trial dan error dlsb.

Jadi mindset bahwa bisnis internet itu tanpa modal sebaiknya tidak ditanamkan pada para calon pebisnis online. Kuatirnya setelah tahu bahwa untuk iklan aja harus bayar, untuk bikin web aja harus bayar, setelah itu mereka malah ga lanjut lagi…. :)

Ketergantungan Internet

Telah dibaca :416

1 bulan terakhir ini para netter dihebohkan oleh beberapa ISP yang mengalami gangguan koneksi internetnya. Mulai dari spee** yang lemot, smartf*** yang link internasionalnya down, flex* yang putus nyambung, dst.

Banyak rekan netter yang update status berisikan keluhan terhadap koneksinya yang kayak keong alias lelet, termasuk saya. Padahal salah satu provider itu di iklannya bilang “selamat datang di jaringan ANTI lelet”, dengan jargon #ihateslow, tapi ternyata tidak selamanya sesuai kenyataan. Sewaktu terjadi gangguan, bilangnya sedang terjadi optimalisasi jaringan (klise), padahal entah apa yang sebenarnya terjadi.

Seorang teman yang memiliki bisnis offline menyeletuk di BBM “Berapa hari ini statusmu kok keluh kesah sama internet to pak dokter?”…

Lalu saya balas “memang pekerjaanku sangat bergantung dengan internet kok :) …”.

Saya menjalankan usaha yang bergerak di bidang jasa secara fulltime di internet. Jadi kalau tidak ada akses internet, ya tidak bisa maksimal kerjanya. Sementara blackberry juga internetnya masih lemot, jadi tidak banyak membantu kalau untuk pekerjaan yang membutuhkan upload data dalam jumlah besar. Akibat gangguan tersebut, banyak pekerjaan dan orderan yang terbengkelai.

Lalu ada yang menyeletuk : “kok tidak pasang spee** ?”. Karena saya ada di daerah, dan saat ini masih belum tinggal menetap, jadi memasang koneksi yang menggunakan kabel telfon masih menjadi nomer kesekian. Lagian juga belum ada kabel telfon yang sudah terpasang di kompleks perumahan ini.

Modem yang bisa dibawa kemana-mana masih menjadi pilihan saya saat ini karena terkadang ketemu dengan klien, instalasi di studio dll merupakan hal yang kadang harus dilakukan.

Kasus yang terjadi akhir-akhir ini adalah akibat putusnya kabel fiber optic bawah laut akibat jangkar kapal. Ada pula isu yang lain menyebutkan bahwa ada pencurian kabel. Anda bisa membacanya di sini. Sampai akhirnya ada kaskusker yang menulis threat untuk mengajak pengguna yang “merasa” dirugikan. Silahkan baca di sini.

Harus diakui bahwa tidak ada satupun operator seluler yang tidak pernah ada gangguan pada internetnya. Entah itu cuma sekali dua kali seminggu. Apalagi harganya juga sangat murah dibanding dengan koneksi menggunakan modem.

Ketergantungan internet memang sudah menguasai banyak lini ekonomi. Bayangkan saja gara-gara ada gangguan internet, beberapa orang datang ke kantor p*s untuk melakukan pembayaran kreditan sepeda motor saja harus menunggu 6 hari. Hal ini menyebabkan molornya waktu dan sebagian besar kegiatan ekonomi jadi lumpuh sesaat.

Semoga ke depan gangguan seperti ini bisa diantisipasi oleh provider. Dan bagi pebisnis online, ada baiknya menggunakan koneksi backup. Biar mahal sedikit yang penting cepat dan sedikit gangguan. Daripada terus mengeluh, mengumpat dan malah tambah stress dan bikin kepala cenat cenut :p

Untuk koneksi backup, saat ini saya gunakan AXIS Pro Unlimited. Lumayan, bisa dapat 1 Mbps dengan harga 25rb/minggu (kuota 750 mega).

Anda bisa membaca detail mengenai submarine fiber optic di sini atau lihat gambarnya di sini.