Target Omset Hingga Akhir 2014

July 25, 2014

Akhir-akhir ini saya cukup malas bekerja. Entah kenapa. Kurang greget lagi rasanya untuk bekerja lebih keras lagi. Hal ini salah satunya karena tidak ada target pasti yang akan saya kejar. Merasa sudah nyaman dengan apa yang sudah dicapai.

Yang saya sebut malas di sini adalah malas dalam arti sesungguhnya. Memang earning terus mengalir setiap hari tanpa berbuat banyak hal, tapi hidup jadi kurang produktif.

Setelah menulis artikel tentang pengeluaran bulanan, rasanya saya seperti ditampar… Ternyata pengeluaran saya cukup banyak, meski masih bisa menyisakan uang untuk ditabung. Saya masih terlalu menyia-nyiakan waktu yang telah ada. Terlalu banyak tidur, bersantai fesbukan dan lihat youtube :D

Saya masih kurang mengerahkan segala daya dan upaya yang efektif dan efisien karena sedang merasa nyaman. Saya jarang sekali blast email maupun promosi karena berharap pembeli datang tanpa diundang.

Mulai akhir juli ini, saya akan bikin serangkaian aktivitas untuk mencapai GOAL yang saya setting, yaitu omset Rp. 150.000.000,-/bulan dari internet.

Berikut ini beberapa hal yang akan saya lakukan (masih yang ringan-ringan saja agar gampang dilakuin) :

Market Lokal (gaji rupiah) : Target 150juta/bln

- Segera perbaiki landingpage : bikin themes yang pas di hati

- Genjot lagi adwords dan SEO untuk streaming (100jt/bln), viosender (20juta/bln) dan toko online (30juta/bln) : budget iklan total 300rb/bln

- Radio streaming difokusin lagi… Tools, press release, panduan, video dll.

- Optimasi grafis twitter, fanspage, blog (banner2)

 

Yuk bakarrrrr lagi semangatnya!!!!  Mari terus bertumbuh dan berkembang!

Sebenarnya tidak ada orang yang malas. Yang ada adalah ORANG YANG TIDAK TERMOTIVASI.

Apakah Anda sedang merasa malas sekarang ? hidup kurang bergairah ? barangkali Anda sedang kehilangan motivasi dalam hidup ini. Buatlah sebuah tantangan agar hidup Anda lebih bergairah lagi!

http://i.imgur.com/nlzrkaP.png

Telah dibaca :259
0

Pengeluaran Bulanan

July 24, 2014

Belum pernah sebelumnya saya share tentang biaya yang saya keluarkan setiap bulannya untuk kegiatan bisnis di internet saya sepanjang 2013-2014.

Kalau dihitung-hitung sebenarnya cukup besar juga biayanya. Tapi ini hanya gambaran kasar, bisa kurang dan bisa lebih (tiap bulan tidak selalu sama).

Biaya produksi :

Biaya sewa server secara keseluruhan + lisensi cpanel+wowza (9 server) :  Rp. 5.100.000,- *

Deposit domain : Rp. 15.000.000,-

Investasi software baru, tools, beli panduan dan pengembangan produk : Rp. 3.000.000,-

Koneksi Internet : Rp. 300.000,-

PPh final 1%  : Rp. 700.000,-

Total : Rp. 24.100.000,-

*) Biaya server bisa murah karena sebagian besar saya dapatkan pada masa promo.

 

Biaya di luar produksi :

Cicilan mobil : Rp. 4.700.000,-

Pembantu : Rp. 700.000,-

Makan : Rp. 3.000.000,-

Belanja kebutuhan sehari-hari : Rp. 1.000.000,-

Bensin : Rp. 500.000,-

Listrik : Rp. 400.000,-

Laundry : Rp. 300.000,-

PDAM : Rp. 100.000,-

Pengeluaran tak terduga (service mobil, renovasi rumah, perawatan di rumah sakit dll) : Rp. 5.000.000,-

Total : Rp. 15.700.000,-

Total pengeluaran bulanan : Rp . 39.800.000,-

Telah dibaca :278
5

Malu Bertanya, Sesat di …..

July 18, 2014

Saya sampai di depan sebuah restoran untuk membeli satu potong ayam kremes. Suasana begitu ramai, meja banyak yang penuh. Seperti biasa, saya mencari tempat untuk duduk. Saya tunggu hingga 10 menit, tak ada satupun pelayan yang menghampiri. Mungkin mereka semua sedang sibuk melayani pembeli yang sudah menunggu lama dari tadi.

Oke, saya cukup bersabar. Namun kesabaran saya lebih cepat habis karena merasa tidak terlayani dengan baik. Lalu saya putuskan untuk pindah ke restoran lain. Akhirnya saya harus putar-putar lagi mencari restoran yang menunya tidak membosankan dan pas untuk disantap saat itu bersama keluarga kecil saya.

Kejadian saat itu tidak membuat saya trauma. Saya masih bisa memakhlumi karena mungkin memang sedang overload. Hal seperti ini juga sering saya alami sebagai customer support di klikhost.com, dimana saat jam-jam overload saya tidak bisa menanggapi semua chat, telfon dan email yang masuk dengan segera.

Beberapa hari kemudian saya datang kembali ke restoran tersebut untuk membeli satu potong ayam kremes. Saya datang kembali dengan harapan pelayanannya lebih baik dan tentu saja saya kembali karena saya memang menyukai masakannya. Ah ternyata pas buka puasa, lagi padat-padatnya… Semoga tidak terulang lagi …

Saya mencari tempat duduk, tetapi kali ini sebelum mencari tempat duduk, saya langsung bertanya ke pelayan : “Mbak, saya pesan satu potong ayam kremes dibungkus ya….”. Langsung sama mbaknya dilayani dengan cepat… Dan tidak sampai 10 menit sudah selesai. Coba kalau saya hanya duduk diam saja, mungkin tidak akan dilayani segera karena semua pelayan sedang repottt.

Pelajaran kali ini adalah tentang : jangan pasif!

Ya, jangan pasif. Jika kita tidak mau bertanya atau berbuat, jangan berharap orang lain mengerti isi hati kita. Jangan berharap keadaan sesuai dengan yang kita inginkan.

Kalau ada sesuatu yang tidak mengenakan atau membuat hubungan pertemanan/pacaran/tunangan/pernikahan tidak nyaman, omongkan segera supaya suasana lekas cair.

Hidup cuma sekali, jangan dibuat SULIT!

Be wise & happy everyday!

Telah dibaca :216
2

Harga ditawar, kualitas diturunkan ?

June 10, 2014

Paling ga enak itu kalau ada pembeli yang pakai tawar menawar. Sudah tahu harga net, masih terus dinego, dan pakai membanding-bandingkan. Kecuali untuk reseller memang saya beri harga khusus karena belinya ga cuma sekali.

Saya 4 tahun lalu pernah menerima jasa pembuatan web. Saya kasi harga 500ribu, eh orangnya nawar 200ribu. Ya hitung-hitung membantu orang tersebut deh akhirnya saya terima. Sudah murah, masih juga ditawar… X_x

Web sudah saya bikin, eh orangnya ga terima… Katanya ga sama persis dengan yang dia inginkan. Bagaimana bisa persis kalau gambar cuma sketsa doank. Pagi-pagi jam 5 dia SMS dan mengatakan saya sebagai penipu, pembohong dan bla bla bla. Bikin sensi banget nih orang.

Akhirnya saya kembalikan uangnya Full. Saya cuma rugi biaya charge penghapusan domain 9rb + capek.

Sorenya, emosi saya sudah reda. Dan saya tetap dengan niat baik untuk membantu. Saya sapa orangnya baik-baik, eh dia malah pingin beli domain tersebut. Ya akhirnya saya perbolehkan. Kembali lagi, niat saya untuk membantu agar dia bisa sukses usahanya melalui web tersebut. Saya juga menyadari kesalahan saya bahwa saya kurang jeli dalam menggali keinginan pembeli sebelum deal, sehingga hal itu malah merepotkan saya di belakang.

Sampai sekarang orang tersebut masih menjadi klien, meski sesekali suka salah paham dan masih tawar menawar… Ga tahu kenapa, apa karena beda daerah kali ya, sehingga bahasanya terkadang Ga nyambung dan kebiasaannya mungkin memang begitu. Tapi hanya beli domain saja. Untuk web desain, saya persilahkan beliau order di tempat lain.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan tawar menawar. Cuma kalau harganya sudah net, ya jangan ditawar, apalagi sudah murah + Full After Sales Support.

Biasanya yang menawar sangat sadis itu orangnya pelit, merasa tidak punya uang, atau memang ingin mempermainkan dan cari gara-gara di belakang.

Minta cepat, minta bagus, minta diprioritaskan adalah beberapa ciri keragu-raguan. Kalau orang ga ragu, dia pasti masih bisa bersabar.

Tapi di sisi saya sebagai klien, saya pernah menggunakan jasa tukang las. Saya ga pakai tawar menawar memang, tapi saya kecewa dengan hasil kerjanya.., daripada saya emosi dan minta pengurangan biaya, saya minta dia untuk memberikan bonus sedikit saja. Pas pemasangan besi bonus tersebut, eh malah merusak tembok rumah saya. Seperti biasa, saya orangnya agak ga tegaan memarahi orang. Dia janji akan membetulkan besoknya. Tapi sudah 2 Minggu lebih ternyata dia ingkar janji.

Jadi jika kita sebagai penjual, sebaiknya jika ada klien yang menawar, dan kita tidak nyaman, jangan diterima deh…. Daripada nanti malah repot di belakang. Masih ada 99% klien yang baik yang perlu kita prioritaskan. Tapi jika dia mau kita sesuaikan paketnya, misal dia minta paket b tapi harganya seperti paket A, ya kita sarankan saja mengambil paket A.

Jangan berpikiran bahwa dengan harga kita turunkan maka kita bisa berbuat seenaknya dengan menurunkan kualitas. Klien tersebut tetap menuntut kualitas seperti harga standar!

Jika Anda tidak nyaman, mending Anda tolak, daripada jadi beban dan membuat Anda tidak maksimal dalam pelayanan dan tidak sepenuh hati. Jangan takut kehilangan klien! Tapi jika Anda yakin bisa tetap melayani dengan baik dan sepenuh hati, silahkan diterima. Yang terpenting adalah jangan sampai membuat pembeli kecewa dan over expectation, karena itu akan jadi feedback negatif dan beban buat Anda.

Menghadapi komplain memang sudah biasa di industri jasa. Saya seringkali menghadapi klien yang tidak sopan dan berkata kasar saat komplain. Terkadang dengan emosi saya marah-marahi balik biar tahu sopan santun dan etika. Dan rata-rata malah mereka jadi pelanggan yang loyal, entah kenapa. Ada yang saya suruh pindah kalau masih suka rewel, tapi tidak mau… Katanya sudah “terlanjur percaya” ;)

Antara profesionalisme dan menurunkan harga, mana yang Anda utamakan ?

Telah dibaca :462
0

Bijak menyikapi masalah

June 10, 2014

Beberapa waktu lalu saya dapat satu orang pembantu rumah tangga. Orangnya usia 40-an. Cukup rajin sih. Tapi Sayang ga sampai satu Minggu sudah minta pulang. Jengkel rasanya, seperti dipermainkan.

Dari awal sejak datang memang orangnya kayak ga tenang. Sudah tanya-tanya gimana caranya kalau pulang, jauh atau tidak dari terminal.

Saya akhirnya justru bersyukur dia pulang karena ternyata “bermasalah”. Kalau saja saya memaksa dia untuk tinggal hingga satu bulan, maka hal itu malah bikin rumah jadi tidak nyaman, dan bisa jadi hal yang tidak diinginkan terjadi.

Beberapa hari kemudian saya telfon mami untuk dicarikan pembantu, dan syukur sekarang sudah dapat yang lebih baik, meski masih perlu banyak diajari.

Hal ini sama pula ketika Anda mendapatkan klien yang komplain melulu (banyak maunya) lalu meminta Refund. Segera saja kembalikan uangnya, selesai sudah masalahnya. Meskipun hal itu akan menyebabkan kerugian waktu, tenaga dan biaya bagi Anda, tapi tenang saja… Rejeki masih bisa dicari.

Hendaknya kerjasama terjalin atas dasar kepercayaan dan rasa nyaman. Kalau keduanya tidak terpenuhi, ya putusin aja. Kecuali jika Anda masih tetap bisa bersabar, ya layani saja terus. Semoga tidak terjadi apa-apa di belakang ya ;)

Saya juga pernah menjadi klien yang sangat sering komplain dan kecewa. Saya sudah tidak nyaman dan sudah tidak percaya lagi. Merasa ditipu. Dan penyelesaian terbaik buat saya waktu itu adalah : kembalikan uang saya secara Full, atau kerjakan dengan batas waktu maksimal yang ditentukan dengan potongan 50%. Selesai sudah!

Telah dibaca :463
0
You might also likeclose