Menciptakan karakter anak yang UNGGUL

anak

Pepatah berkata : “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”. Mungkin pepatah ini benar. Maksudnya adalah : sifat/karakter, bakat/talenta dan kebiasaan seorang anak tidak jauh beda dengan orang tuanya.

Jika orang tuanya adalah pemarah, biasanya anaknya juga akan pemarah.

Jika orang tuanya adalah pendendam, biasanya anaknya juga pendendam.

Jika orang tuanya adalah pandai bermain musik, biasanya anaknya juga pandai bermain musik.

Jika orang tuanya penyabar, biasanya anaknya juga akan penyabar.

Eits, tapi ada kalanya karakter anak berbeda dengan orang tuanya … Hal ini merupakan variasi.

Tapi balik lagi, orang tua merupakan TELADAN dan ROLE MODEL bagi anak-anak. Jika kita ingin anak kita menjadi orang yang penyabar, penyayang, kreatif, suka menolong, maka kita harus memberikan contoh dan mengajari anak demikian, meskipun tidak BISA SEMPURNA.

Anda juga pasti pernah mendengar istilah jawa “Bibit, Bebet dan Bobot”. Hal ini adalah ketiga istilah yang sering digunakan orang tua (jawa) sebagai kriteria dalam memilih pasangan hidup bagi anak-anaknya.

BIBIT artinya berasal dari keluarga seperti apa calon pasangannya. Apakah dari keluarga baik-baik atau penjahat? Nah, kalo berasal dari keluarga bajingan, dipastikan orang tua tidak akan menyetujui hubungan Anda dengannya walau Anda sudah cinta mati. Orang tua ingin menantunya berasal dari keluarga baik-baik dan terhormat. Misalnya pasangan Anda orang tuanya (ayah dan ibu) suka NGAMUKAN, MARAH BESAR, MUDAH TERSINGGUNG, maka kemungkinan besar nanti jika Anda menikah dengannya, Anda juga akan mengalami kondisi yang sama : masalah kecil saja sudah NGAMUK LUAR BIASA. Apalagi jika itu terjadi pada perempuan, pasti suaminya akan merasa “DIKANGKANGI” (dilangkahi).

BEBET artinya kesiapan seseorang dalam memberi nafkah keluarga. Bebet dititikberatkan pada aspek ekonomi alias harta. Atau dititikberatkan pula pada kepribadiannya…..maksudnya mobil pribadi, rumah pribadi, pokoknya serba pribadi deh, hehe 😀

BOBOT artinya kualitas seseorang dalam arti yang luas. Biasanya meliputi aspek pendidikan, akhlak dan agama. Tapi biasanya orang tua sekarang lebih melihat strata pendidikannya, apakah cuma lulusan SD doang, SMP, SMU, S1, S2, S3, atau sampe S campur, hehehe… 😀

Dari BIBIT, BEBET dan BOBOT di atas, sebaiknya harus SEPADAN, atau SAMA. Jangan sampai njomplang, karena usaha untuk mempertahankannya akan penuh dengan derai air mata 🙁

Nah, tentu kita ingin donk anak kita punya Bibit, Bebet dan Bobot yang baik ? Ciptakanlah dan usahakanlah itu!

Nah, tapi karakter seseorang juga bisa jadi buruk atau baik karena VIRUS…. #eh

Virus itu berupa lingkungan atau pergaulan. Jika seseorang berteman dengan seorang pemusik, lama-lama dia juga bisa bermusik. Jika seseorang bergaul dengan para pemabuk, lama-lama dia juga bisa menjadi pemabuk. Jika seseorang sering bergaul dengan perokok, lama-lama dia juga akan jadi perokok. Ingat, pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik.

Jadi sebagai orang tua, kita juga harus mengawasi pergaulan anak-anak kita… Dengan siapa dia berteman. Selama anak masih belum berusia dewasa, maka tugas orang tualah untuk mengawasinya.

Mari membuat bangsa ini kuat dimulai dari KELUARGA!

Telah dibaca :371

1 thought on “Menciptakan karakter anak yang UNGGUL

Tinggalkan komentar