Ajining Diri Saka Lathi, Ajining Raga Saka Busana, Agama Agemaning Diri

Kalau dulu saya sudah pernah bahas tentang falsafah jawa yang berkata Bibit, Bebet dan Bobot, kali ini saya akan bahasa falsafah jawa yang juga mungkin sering kita dengar : Ajining Diri Saka Lathi, Ajining Raga Saka Busana, Agama Agemaning Diri.

entrepreneur-593371_640

Ajining diri saka lathi, mengandung makna bahwa seseorang dapat dihargai itu berdasarkan ucapannya atau lidahnya. Contohnya adalah orang akan lebih dihargai di masyarakat ketika tidak bersikap sombong, atau dia dapat bertata krama dengan baik. Kalau Anda adalah orang yang berilmu, ya jangan sombong, sebaliknya cobalah menyebarkan ilmu Anda itu dengan bahasa yang santun dan tidak menyinggung perasaan orang lain. Bisa juga diartikan bahwa dalam setiap kehidupan kita harus selalu menjaga setiap ucapan agar senantiasa berucap benar dan tidak berkata dusta. Dengan kata lain hal ini sama dengan INTEGRITAS, yaitu kesesuaian antara ucapan dan tindakan.

Ajining raga saka busana, mengandung makna bahwa berharganya seseorang itu dinilai dari penampilan atau busana yang ia pakai. Jangan karena alasan ingin bersikap sederhana meski kaya dan pintar, lalu Anda mengenakan baju lucek, bahkan pakai kaos oblong di acara-acara resmi. Berpenampilanlah sesuai tempatnya. Kalau di rumah, Anda bolehlah mengenakan celana pendek dan kaos oblong. Tetapi kalau di acara resmi, misal rapat, kurang tepat jika mengenakan pakaian seperti itu. Juga selain baju, tubuh Anda harus diperhatikan. Muka kalau perlu di facial biar kinclong dan tambah cakep. Rambut yang ubanan juga di styling dan coloring biar kelihatan wibawanya. Kalau gemuk, ya diet biar kurus dan makin sehat, sehingga kelihatan sporty. Pakai deodorant dan parfum agar tidak bau.

Agama agemaning diri, mengandung arti bahwa agama itu merupakan pakaian untuk diri kita.  Maksud pakaian di sini adalah dimanapun kita, tingkah laku kita harus sesuai dengan aturan dan norma-norma agama yang kita anut.  Kalau kita mengikuti aturan-aturan yang sudah ditentukan oleh agama, pasti hidup kita bakalan lurus.

Demikian penjelasan falsafah jawa (paribasan jawa) ajining diri saka lathi, ajining raga saka busana, agama agemaning diri. Semoga setelah membaca artikel ini, kehidupan Anda diubahkan 🙂

Telah dibaca :11445

Incoming search terms for the article:

,ajining raga saka busana,ajining diri saka lathi,ajining raga gumantung saka busana,ajining,ajining diri saka,https://purbakuncara com/ajining-diri-saka-lathi-ajining-raga-saka-busana-agama-agemaning-diri/,arti ajining raga gumantung saka busana,ajining diri saka lathi ajining raga saka busana artinya,ajining diri saka lathi artinya,ajining diri saka ing lathi,ajining raga gumantung saka busana artinya,tegese ajining diri saka lathi ajining raga saka busana,ajining diri saka lathi ajining raga saka busana,tegese Ajining raga saka busana,tegesipun ajining raga saka busana,ajining dhiri gumantung saka lathi tegese dalam bahasa jawa,Falsafah jawa tentang lathi,ajining dhiri gumantung saka lathi tegese

Tinggalkan komentar