Tips Berkomunikasi Dengan Empati

Empati bisa diartikan sebagai dasar yang penting dalam berkomunikasi. Melalui empati, kita dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain terutama menganggap bagaimana jika kita berada di posisi orang lain tersebut.

Kita harus tahu dengan siapa kita berbicara. Janganlah kita menceritakan keberhasilan kita pada orang yang sedang ketimpa masalah. Janganlah kita menceritakan kalau kita sedang membangun rumah kepada orang yang masih belum punya rumah. Tidak perlu kita mengatakan apa-apa ketika tidak punya bahan pembicaraan yang layak diomongkan atau yang berkualitas. Mending mengomongkan saja tentang orang itu daripada tentang diri kita, misal menanyakan bagaimana kabarnya,  bagaimana usahanya dll. Orang akan lebih respek ketika kita concern dengan diri mereka daripada kita menceritakan tentang diri kita.

Berikut ini beberapa tips agar kita bisa bijak mencari bahan obrolan yang berkualitas dan berkesan :

1. Hindari bicara tentang kebahagiaan kita di hadapan orang yang sedang sedih

Jika ada orang yang sedih mengajak kita berbicara, janganlah kita membicarakan soal kebahagiaanmu seolah kamu mengejek orang sedih itu. Hiburlah mereka dengan menyemangati mereka bahwa semua kesedihan yang dialami pasti akan digantikan dengan kebahagiaan.

Contohnya : ketika ada orang yang sedang terpuruk usahanya, janganlah kita malah bilang kalau usaha kita sedang omsetnya naik. Kita harus menyemangati orang itu bahwa badai pasti akan berlalu.

2. Hindari bicara tentang “kebebasan” kita di hadapan orang yang “terpenjara”

Tak semua orang bisa merasakan kebebasan, sebagian ada yang merasa terpenjara karena pekerjaannya atau permasalahan hidupnya. Jangan sampai kita malah membicarakan tentang kebebasan waktu dan kebebasan finansial kita kepada orang yang merasa terpenjara, karena hal itu bisa membuat orang tersebut berkecil hati.

Contohnya : Kita adalah pelaku bisnis online yang kerja hanya di rumah saja dengan celana kolor. Sedang seorang teman kita adalah dokter spesialis paru yang sudah PNS, dimana pada masa COVID ini dia harus bertugas sebagai SATGAS COVID, sehingga dia sering lembur dan pulang larut malam. Kepada teman ini janganlah kita bicara : “Wah masih enakan aku ya, ga terikat dengan pekerjaan dinas. Bisa bekerja kapan saja dan istirahat kapan saja”. Itu namanya NGELEDEK! Kita justru harus menyemangati teman kita itu bahwa tugasnya sebagai dokter adalah TUGAS MULIA karena menolong orang-0rang dari sakit penyakit.

3. Hindari bicara tentang harta milik kita di hadapan orang yang miskin

Membicarakan harta yang kita miliki dihadapan orang miskin sama saja dengan kita menyombongkan diri. Anda akan dianggap sebagai ORANG SOMBONG! Kita merasa lebih unggul dari orang miskin karena memiliki harta yang jauh lebih banyak. Secara tak sadar, kita juga sudah menyakiti perasaan orang miskin tersebut.

Contohnya : Kita sedang mau beli mobil baru dengan fitur yang keren. Dan kita omongkan itu kepada orang yang tidak punya mobil. Jangankan mobil, kamar tidurnya saja masih terbuat dari bambu. Kurang bijak kalau kita membicara tentang hal-hal yang tinggi menurut pandangan orang tersebut. Lebih baik kita membicarakan apa yang

4. Hindari bicara tentang kesehatan kita di hadapan orang yang sedang sakit

Saat bertemu orang sakit, jangan bicarakan soal kesehatan kita di depannya. Sebab perkataan kita mungkin akan menyakiti perasaan orang sakit itu. Perlu diingat, orang yang sakit sedang belajar menghargai betapa nikmatnya sehat itu. Maka dari itu, berilah semangat kepada orang sakit.

Contohnya : Saat bertemu dengan orang yang sakit stroke, kita malah ngomong “sehat itu memang nikmat, maka dari itu kita harus jaga. Aku minum minyak zaitun tiap hari biar tetap fit”. Kita menemani atau mendampinginya saja sudah cukup menghiburnya. Janganlah kita terlalu banyak ngomong ngalor ngidul atau hal-hal yang tidak penting dan membuat pikiran malah stress. Beri semangat kepada orang sakit bahwa sakitnya pasti sembuh, yang diperlukan adalah semangat untuk sembuh.

5. Hindari bicara tentang kekuatan kita di hadapan orang lemah

Membicarakan keunggulan fisik, kecerdasan dan kemampuan kita di depan orang yang kita anggap lebih lemah dari kita juga termasuk perbuatan sombong. Secara tidak sadar kita sebenarnya ingin disanjung dan disegani oleh orang lemah itu bukan? hal seperti ini bukanlah perbuatan yang terpuji.

6. Hindari bicara tentang anak kita di hadapan orang yang belum mempunyai anak

Sebagian orang ada yang tidak dikaruniai anak, baik itu karena mandul atau memang belum ada kehendak dari Tuhan. Kehadiran anak bagi mereka sangat dinanti-nanti, kadang mereka sangat sedih karena tak kunjung punya anak. Jadi, jangan sampai kita berbicara soal anak di depan orang yang tidak mempunyai anak, karena itu akan menyakiti perasaannya.

Sebaliknya mungkin kita bisa memberikan tips-tips agar bisa segera memiliki momongan, misalnya  : “Coba kamu konsumsi tomat 4 butir, masukkan ke dalam panci yang dibawahnya diberi air sampai tomat itu lumer, setelah itu kamu konsumsi. Itu bisa meningkatkan kualitas sperm*mu”.

7. Hindari bicara tentang orangtua kita di hadapan anak-anak yatim

Janganlah kita membicarakan tentang orangtua kita di hadapan anak-anak yatim. Sebab perkataan kita ini akan menyakiti perasaan anak yatim yang sudah tidak bisa lagi merasakan hangatnya pelukan orangtua.

YouTube video

 

37 Total Views 2 Views Today

Tinggalkan komentar