Malu Bertanya, Sesat di …..

Juli 18, 2014

Saya sampai di depan sebuah restoran untuk membeli satu potong ayam kremes. Suasana begitu ramai, meja banyak yang penuh. Seperti biasa, saya mencari tempat untuk duduk. Saya tunggu hingga 10 menit, tak ada satupun pelayan yang menghampiri. Mungkin mereka semua sedang sibuk melayani pembeli yang sudah menunggu lama dari tadi.

Oke, saya cukup bersabar. Namun kesabaran saya lebih cepat habis karena merasa tidak terlayani dengan baik. Lalu saya putuskan untuk pindah ke restoran lain. Akhirnya saya harus putar-putar lagi mencari restoran yang menunya tidak membosankan dan pas untuk disantap saat itu bersama keluarga kecil saya.

Kejadian saat itu tidak membuat saya trauma. Saya masih bisa memakhlumi karena mungkin memang sedang overload. Hal seperti ini juga sering saya alami sebagai customer support di klikhost.com, dimana saat jam-jam overload saya tidak bisa menanggapi semua chat, telfon dan email yang masuk dengan segera.

Beberapa hari kemudian saya datang kembali ke restoran tersebut untuk membeli satu potong ayam kremes. Saya datang kembali dengan harapan pelayanannya lebih baik dan tentu saja saya kembali karena saya memang menyukai masakannya. Ah ternyata pas buka puasa, lagi padat-padatnya… Semoga tidak terulang lagi …

Saya mencari tempat duduk, tetapi kali ini sebelum mencari tempat duduk, saya langsung bertanya ke pelayan : “Mbak, saya pesan satu potong ayam kremes dibungkus ya….”. Langsung sama mbaknya dilayani dengan cepat… Dan tidak sampai 10 menit sudah selesai. Coba kalau saya hanya duduk diam saja, mungkin tidak akan dilayani segera karena semua pelayan sedang repottt.

Pelajaran kali ini adalah tentang : jangan pasif!

Ya, jangan pasif. Jika kita tidak mau bertanya atau berbuat, jangan berharap orang lain mengerti isi hati kita. Jangan berharap keadaan sesuai dengan yang kita inginkan.

Kalau ada sesuatu yang tidak mengenakan atau membuat hubungan pertemanan/pacaran/tunangan/pernikahan tidak nyaman, omongkan segera supaya suasana lekas cair.

Hidup cuma sekali, jangan dibuat SULIT!

Be wise & happy everyday!

Telah dibaca :46867

2 Responses to “Malu Bertanya, Sesat di …..”

  1. Very inspiring
    Kalo aku malah keseringan nanya mas 🙂

    [Reply]

    Purba Kuncara Reply:

    Hahaha… bagus kalau gitu 🙂

    [Reply]

Leave a Reply