Lelaki Juga Ingin Bahagia ? Lakukan Hal Ini

Dalam pernikahan, bukan hanya wanita yang ingin dimengerti agar berbahagia. Laki-lakipun juga ingin dibahagiakan pasangannya, meskipun sebagian besar pria cenderung bisa memahami jika pasangannya tidak sesuai dengan yang diharapkan, karena pria lebih menggunakan logika. Selain itu, laki-laki juga lebih sibuk bekerja dibanding melamun merenungkan nasibnya.

Mau tahu bagaimana cara membahagiakan suami Anda ? Berikut ini langkah-langkahnya :

1. Penuhi keinginan matanya

Bagi laki-laki, pemandangan itu penting. Istri harus bisa berdandan dan berpenampilan yang menarik. Ya, harus diakui bahwa cantik itu perlu modal.

Selain berpenampilan yang menarik, juga istri harus pandai menata rumahnya agar tidak semrawut dan berantakan.

Murah senyumlah. Senyuman membuat orang lain juga berbahagia.

2. Penuhi kebutuhan perutnya

Suami suka makan apa, udah masakin saja buat dia. Jangan suami suka peyek kacang, malah dibikinin/dibelikan peyek kedelai yang tidak disukainya. Ini bisa bikin bad mood!

Suami suka bubur kacang ijo, ya sudah masakin/buatin aja. Tidak usah berdebat seperti ini : “Ini tiap hari kok mintanya kacang ijo melulu sih, apa ga bosen ?”… Wong dia suka, kenapa sih?

Bukan cuma memasakkan/menyediakan makanan (atau makanan yang memasak adalah pembantu), tapi juga melayani suami saat makan. Ambilkan nasi, lauk pauk, sayur dan minuman. Karena hampir sebagian besar laki-laki BAHASA KASIHNYA adalah PELAYANAN. Jika suami malam-malam lapar, panaskan nasi, sediakan dulu teh hangat. Dengan begitu ia merasa bahwa Anda begitu menyayanginya.

Saat suami bekerja di rumah, segelas teh hangat dan sepiring pisang goreng sangatlah berarti buatnya.

3. Penuhi kebutuhan “bawah perut”

Laki-laki itu bisa terangsang dengan kata-kata, dengan penglihatan, dengan sentuhan yang sederhana. Perempuan tidak bisa, harus rangsangan yang kuat. Penuhi kebutuhan biologis suami Anda.

Jangan Anda membiarkan suami berbulan-bulan “puasa”, dan akhirnya ia mencoba-coba melakukan tindakan yang tidak senonoh (melihat video porno, selingkuh, onani dll) dengan menggunakan pembenaran : “Istriku tidak mau memenuhi kebutuhan biologisku”. Akhirnya terbukalah celah bagi si iblis untuk menggoda dan merusak rumah tanggamu.

“Waduh, ya legrek kalau harus melayani suami tiap hari ?”… Tentu saja tidak harus setiap hari ya… 1-2 kali seminggu sudah cukup untuk menumbuhkan keintiman melalui hubungan seks. Juga tidak harus beronde-ronde ^^

4. Tunduk, bukan menanduk

Suami adalah imam dan kepala keluarga. Jangan suka merendahkannya di depan anak-anak dan orang banyak. Jangan suka melawannya. Jika ada hal yang mengganjal, obrolkan berdua.

Tunjukkan sikap hormat pada suami di depan anak-anak dan orang lain.

Jangan menceritakan kejelekan suami kepada orang lain, itu sama saja merendahkan martabat keluarga Anda.

5. Perkataan yang lemah lembut

Kekuatan perempuan adalah pada kelemahlembutannya. Suara yang melengking dan berteriak-teriak tentu tidak enak didengar oleh siapapun, termasuk suami.

Sebagai suami, jika memiliki istri yang suka berkata kasar, cobalah ingatkan bahwa wanita itu harus lemah lembut.

Beri dukungan pada suami ketika ia sedang mengerjakan sesuatu.

 

Suami istri hendaknya menjadi pasangan yang SATU dan UTUH, bukan malah bertindak dan hidup sendiri-sendiri. Bukan uangmu adalah uangmu, uangku adalah uangku. Komunikasi menjadi hal yang sangat VITAL untuk menentukan kelanggengan pernikahan. Jangan sampai kelihatannya masih satu rumah, tapi kondisinya sudah BROKEN HOME.

Perlu kerendahan hati untuk bisa mengampuni kesalahan pasangan setiap hari. Ambil setiap keputusan bersama-sama.

Tumbuhkan cinta setiap hari dengan saling memperhatikan, menyayangi, mengasihi, menghormati dan memberi kejutan.

3089 Total Views 2 Views Today

Tinggalkan komentar