Jangan Mudah Terpancing

Seringkali ketika ada orang berkata dengan tidak sopan, lantas kita jadi terpancing untuk membalas dengan hal yang tidak sopan pula. Atau kita terpancing emosi hingga meledak-ledak, membuat hati kita jadi tidak nyaman. Tentu energi kita jadi terbuang.

Sebagai contoh, beberapa waktu lalu saya mendapatkan pembeli dari suatu daerah. Tidak saya balas BBM nya dalam waktu yang cepat, orang tersebut langsung mengata-ngatai saya sebagai penipu, sial*n, tidak profesional, tidak tahu apa yang dijual, tidak berpengalaman dan sederetan kata kebun binatang lainnya yang tidak layak untuk diucapkan. Dari sore hari hingga esok paginya masih tetap mengatakan penipu. Bikin hati panas.

Wajar saja dan manusiawi sekali jika pertama kali mendapatkan hal seperti itu hati kita panas dan terpancing untuk membalas dengan kata-kata yang tidak sopan. Tapi lama-lama akan bisa merespon setiap hujatan dan hinaan dengan baik.

Jadi kita harus MELATIH diri kita untuk tidak mudah terpancing dengan kata-kata yang tidak sopan. Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan. Balas setiap kata-kata yang tidak sopan dengan kata-kata yang baik.

Tapi ada kalanya kita juga harus tegas dan menegur, siapa tahu orang tersebut mengatakan seperti itu ternyata tidak tahu apa yang dia perbuat. Misalnya dengan mengatakan : “Mohon maaf, apakah bisa berbicara secara sopan dan lebih halus ?”, atau jika sudah kelewatan dan diulangi terus, katakan : “Baik, karena Anda tidak bisa menghargai saya, kerjasama ini kita putus”. Dan seringkali ketika saya ancam seperti itu, orangnya jadi baik dan sadar bahwa dia membutuhkan saya 🙂

Orang di daerah tertentu juga biasa menggunakan kata “bodoh, penipu, penjahat kamu!!!”, dan ternyata itu memang bahasa “pasar” mereka. Bagi mereka itu tidak kasar, karena sudah menjadi bahasa sehari-hari. Tapi bagi kita yang terbiasa dengan bahasa yang halus, maka akan terdengar kasar. Sikap kita terhadap hal tersebut adalah : pahami kultur dan kepribadian mereka agar kita tidak mudah terbawa emosi. Berusahalah untuk berempati, merasakan apa yang mereka rasakan tanpa perlu larut dalam emosi.

Telah dibaca :180342

1 thought on “Jangan Mudah Terpancing

Tinggalkan komentar