Istilah-istilah yang sering dipakai di kalangan Audiophile

Oktober 24, 2018

Kata “Audiophile” berasal dari bahasa Latin “audio” yang artinya “mendengar” dan “philos” Yunani yang artinya “kasih”. Jadi artinya adalah orang yang hobinya mencari kualitas reproduksi audio yang tinggi melalui penggunaan komponen khusus high-end audio elektronik.

Audiophiles lebih memilih untuk mendengarkan musik pada tingkat kualitas yang sedekat mungkin dengan aslinya dengan menggunakan komponen audio high end. Komponen-komponen khusus meliputi : turntable, digital-ke-analog konverter (DAC), pemerataan perangkat, preamplifier dan amplifier .

Kedua kualitas tinggi solid-state dan tabung vakum amplifier yang digunakan. Pencarian untuk kesempurnaan audio juga dapat mencakup pengeras suara klakson atau speaker elektrostatik , pengkondisi daya, subwoofer dan akustik ruangan.

Nilai audiophile dapat diterapkan pada semua tahap reproduksi musik: awal rekaman audio, proses produksi dan pemutaran yang biasanya dalam pengaturan ruangan. High-end audio yang mengacu pada mahal, produk-produk berkualitas tinggi, atau esoteris dan praktek digunakan dalam reproduksi musik. Peralatan elektronik yang digunakan oleh audiophiles dapat dibeli di toko-toko spesialis dan website.

Audiophiles dapat membeli rekaman khusus yang dibuat dengan perhatian ekstra untuk kualitas suara, ada sebagian yang berorientasi khusus audiophile reissues, serta rekaman dalam format resolusi tinggi seperti super CD audio atau DVD-Audio . Audiophiles modern juga memanfaatkan lossless format file seperti WAV, FLAC, WMA Lossless, dan Apple Lossless .

Berikut contoh beberapa koleksi lagu audiophile :

1. The Best Audiophile Romance Love

2. Audiophile, tang ni ku tan ni huei siang shi sei

3. Audiophile, Wei Yi

4. Best Audiophile Voices IV

5. Best Audiophile Voices V

6. Audiophile, She Nien

7. AUDIOPHILE BOSSA VOICES

8. Audiophile Ti Ik Che

9. Audiophile Na ie thien

 

Jadi, seorang audiophiles itu boleh dikatakan sangat memperhatikan detail dari kualitas suaranya. Dalam mendeskripsikan suara mereka kerap pun sering menggunakan berbagai macam istilah-istilah. Atau pernahkah diantara kita pernah mendengar kata booomy, puffy, airy dan sebagainya? Itu adalah istilah-istilah dalam dunia audiophiles. Berikut ini adalah penjelasan dari istilah-istilah yang ada.

Airy

Sering juga disebut open maupun terbuka. Airy adalah hasil reproduksi suara instrumen musik yang kesannya terbuka tanpa ada halangan dalam ruangan luas dengan tanggapan frekuensi tinggi yang baik. Respon frekuensi melebar hingga 15 – 20 kHz.

 

Balance

Suara vocal dan instrumen yang berbunyi memiliki porsi yang sama, tidak ada yang lebih dominan, dan frekuensi yang baik di low mid dan high.

 

Bassy

Adalah hasil suara dimana suara nada rendah atau bassnya lebih menonjol. Frekuensi rendah dibawah 200 Hz yang dominan.

 

Blanketed

Adalah hasil suara dimana nada tinggi yang lemah seakan-akan seperti selimut diletakkan menutupi speaker.

 

Bloated

Mid-bass sekitar 250 Hz yang berlebih. Redaman frekwensi rendah yang buruk, resonansi frekwensi rendah. Lihat tubby.

 

Blurred

Adalah hasil suara dimana respon singkat yang buruk. Bayangan stereo yang kabur dan tidak fokus.

 

Boomy

Adalah hasil suara dimana suara bass tidak terkontrol dengan baik atau resonansi frekuensi rendah. Bass sekitar 125 Hz yang berlebihan.

 

Boxy

Suaranya memiliki pantulan seakan musik dimasukkan dalam kotak. Terkadang frekuensi yang dominan sekitar 250 Hz – 500 Hz.

 

Breathy

Bunyi tarikan nafas yang terdengar pada alat-alat musik seperti flute atau saxophone. Respon mid-high atau treble yang baik.

 

Bright

Adalah hasil suara dimana suaranya tinggi/ treble yang lebih menonjol, harmonik lebih kuat dibanding nada dasar.

 

Chesty

Suara penyanyi terdengar seakan dadanya terlalu besar. Respon yang menguat pada frekwensi rendah sekitar 125-250 Hz.

 

Clear / Transparent

Hasil suaranya enak didengar, detail dan jelas. Respon frekuensi datar dan lebar, distorsi dan noise yang sangat rendah serta respon waktu yang tajam.

 

Colored

Suara bunyi sudah berubah dari aslinya atau tidak seperti yang asli. Respon frekwensi yang tidak datar dan bergelombang.

 

Crisp (Krispi)

Hasil suara memiliki respon frekuensi tinggi dan lebar, khususnya suara pukulan alat musik cymbal terdengar jelas.

 

Dark

Merupakan kebalikan dari bright. Lemah pada frekuensi tinggi.

 

Delicate

Frekuensi tinggi mencapai 15-20 kHz seakan tanpa puncak.

 

Depth

Suara yang memberikan kesan dimana dapat dibedakan jarak antara satu instrumen dengan instrumen yang lainnya. Jaraknya bisa dekat sampai jauh.

 

Detailed

Dimana hasil suaranya dengan mudah dan jelas untuk didengarkan dan dibedakan untuk suara latar belakang dan instrumen pengiring yang memang kecil volumenya. Respon frekuensi tinggi yang cukup dan respon singkat yang tajam.

 

Driver krackling

Bunyi krack yg ditimbulkan driver pada saat pemasangan atau saat earphone ditekan ke dalam telinga.

 

Edgy

Suara yang dihasilkan terlalu banyak frekuensi tinggi dan treble. Harmonik terlalu kuat dibanding nada dasar. Berdistorsi, mengandung harmonik yang tak diinginkan dan menambahkan kesan kasar.

 

Fat

Sama dengan full. Atau suara seakan bergerak ke satu sisi, diperlambat, kemudian bergerak ke sisi lain. Bisa juga sedikit distorsi pada distorsi pita analog atau distorsi tabung.

 

Full

Hasil suaranya dimana tanggapan frekuensi suara rendah sangat baik dan bagus. Seimbang antara mid bass dengan suara vocal, seimbang antara suara bass dengan instrumen musik dengan kandungan harmonisa yang cukup. Suara pria terdengar penuh di sekitar 125 Hz; suara perempuan serta violin yang penuh sekitar 250 Hz; saxophone terdengar penuh sekitar 250-400 Hz. Berlawanan dengan Thin.

 

Gentle

Berlawanan dengan Edgy. Harmonik (treble dan mid-atas) tidak berlebihan, bahkan bisa cenderung lemah.

 

Grainy

Musik berbunyi seperti tersusun dari butiran-butiran kecil, tidak mengalir dalam satu bagian utuh. Tidak cair. Mengalami distorsi harmonik / I.M. Beberapa A/D converter jaman dulu terdengar grainy, sama seperti produk saat ini yang kualitasnya rendah.

 

Grungy

Banyak distorsi harmonik.

 

Hard

Suara yang dihasilkan terlalu banyak mid-high, umumnya sekitar 3 kHz. Bisa juga merupakan respon singkat yang baik, seakan suara membentur anda dengan keras.

 

Harsh

Suara yang dihasilkan terlalu banyak mid-high. Respon frekwensi antara 2-6 kHz yang kuat. Bisa juga pergeseran fasa yang terlalu besar pada lowpass filter perekam digital.

 

Honky

Terdengar seperti mengatupkan tangan di sekeliling mulut anda. Respon frekuensi yang menguat di sekitar 500-700 Hz.

 

Mellow

Suara yang dihasilkan memiliki frekuensi tinggi yang berkurang, tidak edgy.

 

Muddy

Suara tidak jelas. Harmonik yang lemah serta respon waktu yg tidak pas, distorsi I.M.

 

Muffled

Berbunyi seperti ditutupi selimut. Nada tinggi atau mid-high yang lemah.

 

Nasal

Suaranya honky, menguat pada respon frekwensi sekitar 600 Hz.

 

Piercing

Suaranya terlalu keras, sakit di telinga. Puncak respon frekuensi yang tajam dan sempit di sekitar 3-10 kHz.

 

Presence

Seakan instrumen berada dalam ruang dengar. Sinonim dari edge, punch, detail, closeness serta clarity. Respon frekwensi yang cukup/dominan di sekitar 5 kHz untuk sebagian besar instrumen, atau sekitar 2-5 kHz untuk kick drum serta bass.

 

Puffy

Menguat di frekwensi sekitar 500 Hz.

 

Punchy

Memiliki reproduksi dinamik yang bagus. Respon sesaat yang baik, dengan hantaman kuat. Kadang-kadang menguat pada frekuensi sekitar 5 kHz atau 200 Hz.

 

Rich

Sama seperti full. Bisa juga distorsi menyenangkan yang tercipta dari harmonik yang teratur.

 

Round

Frekwensi tinggi yang tidak pas. Tidak edgy.

 

Sibilant

Bunyi “s” dan “sh” yang berlebihan seperti dalam pengucapan “Essy”, disebabkan menguatnya respon frekwensi sekitar 6-10 kHz.

 

Sizzly

Lihat Sibilant. Bisa juga terlalu banyak nada tinggi pada cymbals.

 

Smeared

Suara tidak detail. Respon singkat yang buruk, terlalu banyak kebocoran antar mikrofon. Fokus yang tidak bagus.

 

Smooth (halus)

Nyaman bagi telinga, tidak kasar. Respon frekuensi yang datar, khususnya pada midrange. Kurang puncak dan lembah pada respon frekuensi.

 

Spacious

Membawa kesan nuansa luas atau adanya ruang di sekeliling instrumen. Stereo yang bergema dan memantul.

 

Steely

Dominan pada nada mid-high sekitar 3-6 kHz. Respon frekuensi tinggi yang bergelombang dan tidak rata. Lihat Harsh, Edgy.

 

Strident

Lihat Harsh, Edgy.

 

Sweet

Tidak nyaring atau memekakkan. Lembut. Respon frekuensi tinggi yang datar, distorsi yang rendah. Tidak terdapat nada yang kuat pada respon frekuensi. Nada tinggi mencapai 15-20 kHz, tetapi suaranya tidak dominan. Seringkali digunakan saat menggambarkan suara cymbals, perkusi, senar, serta suara-suara yang mendesis.

 

Thin

Nada dasar yang lemah dibanding harmonik.

 

Tight

Suara yang dihasilkan memiliki respon serta detail frekuensi rendah sesaat yang baik.

 

Tinny / Telephone-like

Bandwidth yang sempit, nada rendah lemah, suara mid yang melengking. Musik berbunyi seakan keluar melalui telepon atau kaleng.

 

Transparent

Rileks ketika mendengarkan musik, detail, jelas, tidak muddy. Respon frekuensi datar yang lebar, respon waktu yang tajam, distorsi serta noise yang sangat rendah.

 

Tubby

Suaranya terdapat pantulan frekuensi rendah seperti bernyanyi di dalam kamar mandi.

 

Thin

Nada dasar yang lemah dibanding harmonik.

 

Veiled

Speaker seperti tertutup oleh kain sutera. Sedikit noise atau distorsi atau frekwensi tinggi agak lemah. Tidak transparan.

 

Warm

Bass yang baik, frekuensi tinggi yang cukup, nada dasar yang memadai dibanding harmonik. Tidak kurus. Bisa juga bass atau midbass yang berlebih. Atau perasaan luas yang menyenangkan, dengan gema yang memadai di frekuensi rendah. Lihat juga Rich, Round. Warm highs sama artinya dengan sweet highs.

 

Weighty

Respon frekwensi rendah yang baik, sekitar 50 Hz. Mengesankan suatu obyek yang berbobot/berat, seperti lokomotif diesel.

 

Ternyata dalam dunia audiophile ada begitu banyak ya istilahnya. Nah, sekarang anda juga sudah tidak bingung lagi ketika mendengar kicauan dari para audiophiles kan ?

Jika Anda tertarik dengan hobi audiophile, hati-hati saja jika niat mau diseriusin, karena butuh uang yang cukup banyak jika menuruti keinginan kuping.

Jika memang senang dengan musik, Anda bisa ikut mazhab ker-hor (kere-hore!) yg intinya dapetin hasil maksimal dengan biaya yang kecil dengan mengandalkan kreativitas dan kejelian. Headset kere-hore yang lagi trend sekarang seperti : superlux, dbe, hippo,onda dll yg notabene entah o.e.m. nya merek2 besar (senn,akg).

Saya terus terang bingung mau ngasih selamat atau ikut bersedih..hehehehe. Soalnya kalau sudah dengerin suara “cling” maka akan jadi males denger suara “ecek-ecek” (ini bikin sedih, krn diluar sana lebih banyak yg ecek2….masak mau tutup telinga???), suara “cling” tetap menuntut rupiah lebih, walau semurah apapun itu (diperhalus dengan kalimat= kualitas melebihi harga).ini juga bikin sedih pak….tetapi menemukan kenikmatan mendengar musik sampai eargasm…ini yang menggembirakan dan patut diberi selamat….

Masih ada lagi istilah-istilah lainnya :

staging

separation

dimensi

transient

phase

vokalnya bulat/tebel

treblenya juicy

backgroundnya gelap/senyap dll

 

Referensi :

http://gobedhblog.blogspot.com/2014/02/review-superlux-hd660.html

https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000015568599/sharing-audio-kere-horepanduan-sederhana-setup-audio-sesuai-karakter–budget/

 

Link menuju LAZADA dan AMAZON

Ingin mendapatkan email inspiratif dari Purba Kuncara langsung ke inbox Anda ?

Silahkan daftar di mailing list purbakuncara.com

Leave a Reply