Full Time vs Part Time

Pada dasarnya saya ini adalah orang yang “gila” kerja. Kalau sudah asyik bekerja, maka tidak bisa diganggu gugat. Tapi hanya pada pekerjaan-pekerjaan tertentu saja yang bisa saya kerjakan dengan senang hati. Untuk pekerjaan lain, saya sangat pemalas.

Pada awal 2011 saya memutuskan untuk full time di bisnis internet. Saat itu saya baru lulus 4 bulan dari dokter umum. Ternyata praktek jadi dokter umum itu kalau masih awal-awal begitu capek. Jaga UGD 24 jam. Pasien gawat datang jam 1 pagi. Benar-benar butuh sebuah komitmen dan kerja keras.

Di sisi lain, saya sudah merintis bisnis online dari tahun 2008. Sampai awal 2011 itu memang bisnis online saya mengalami kemajuan yang berarti. Beranjak mulai naik omsetnya hingga 12 – 15 juta per bulan. Tapi saya tidak bisa maksimal di keduanya itu, antara praktek dan bisnis. Di saat server mati, malah pas sedang menangani pasien gawat… X_x

Akhirnya atas saran kakak saya yang sudah menjadi direktur sebuah RS Pemerintah, saya disarankan untuk fokus. Fokus mau jadi dokter atau mau jadi pengusaha. Kalau mau jadi dokter, masuk aja ke RS. Seiring bergilirnya waktu, saya lebih condong untuk membesarkan usaha saya terlebih dahulu.

Di online sebenarnya sangat mudah mendapatkan 1 juta dalam sehari. Kalau seandainya rutin, hasilnya bisa melebihi gaji anggota DPR lo… he3..

Pendapatan 1 juta per hari di online bagi kebanyakan pebisnis internet yang sudah senior mungkin masih sangat kecil. Tapi bagi orang yang terbiasa usaha offline, uang segitu sudah lumayan banyak.

Nah, kembali lagi soal full time dan part time. Jika mau hasilnya maksimal, maka harus fokus dulu ke salah satu, jangan setengah-setengah.

Ada beberapa contoh, misalnya ada penjual jasa tertentu di internet, yang sebenarnya dia cuma part time di usaha itu. Dia lebih banyak offline. Suatu saat kliennya sudah membayar, tapi tidak diproses-proses. Dihubungi via telfon juga jawabannya : “sabar pak, sabarrrr”. Klien sudah bayar kan tentunya harus ditanggapi secara profesional, bukan cuma kata sabar sabar dan sabar.

Dari contoh ini saya belajar bahwa jika ingin mendapatkan service yang baik, carilah orang yang benar-benar serius dalam bisnis tersebut.

Telah dibaca :12479

Tinggalkan komentar