Cara Menulis Script/Naskah Siaran Radio

September 3, 2017

Seorang penyiar radio harus paham bahwa ia menulis untuk telinga (didengar) dan bukan untuk mata (dibaca). Sebagai penulis berita untuk media berbasis suara (audio), hendaknya jurnalis berpikir bagaimana suatu kata atau gabungan kata akan terdengar mudah dicerna dan dimengerti.

Media audio dan visual (TV) mempunyai keunggulan, yaitu tanpa audio pun gambar sudah berbicara dan penonton sudah paham apa yang terjadi. Menjadi masalah untuk media audio (radio) yang kekuatan sepenuhnya ada di suara. Harus diingat bahwa kalimat berita yang ditulis oleh seorang jurnalis radio (reporter/script writer/produser/penyiar/dll) adalah untuk dituturkan atau diucapkan, didengar cuma sekali, dan bersifat segera atau harus segera disampaikan kepada khalayak.

Kata-kata yang digunakan harus tepat, tata bahasanya benar, konstruksi kalimat mudah diikuti, dan organisasi ceritanya logis. Lead-nya menarik perhatian ke unsur utama berita itu. Kecerobohan mengabaikan hal-hal mendasar tersebut akan merugikan pendengar. Pendengar tak mungkin menelepon kantor redaksi radio atau televisi dan meminta mengulangi pembacaan berita.

Oleh sebab itu dalam menulis, membuat atau menyampaikan sebuah berita atau kalimat berita agar mudah dipahami saat disampaikan atau dituturkan harus benar-benar diperhatikan beberapa hal di bawah ini :

  • Gunakan kata kerja aktif..
  • Buat naskah yang ringkas dan buang detail yang tidak perlu dan membingungkan.
  • Ubahlah kata sifat atau kata keterangan yang panjang menjadi kalimat pendek.
  • Buanglah ungkapan-ungkapan yang tidak perlu.
  • Gunakan kata-kata yang sederhana dan pendek dan tidak abstrak.
  • Gunakan kalimat yang memiliki greget agar emosi pendengar terpengaruh.
  • Mudah dibaca dan tidak menyebabkan keseleo lidah.
  • Hindari daftar, kalau perlu contohnya saja. Pengecualian, untuk data korban dalam sebuah kecelakaan.
  • Kejujuran, artinya apa yang dimuat dalam berita harus merupakan fakta yang benar-benar terjadi dan tidak memasukkan fiksi ke dalam berita.
  • Kecermatan, artinya berita harus benar-benar seperti kenyataannya dan ditulis dengan tepat.
  • Seluruh pernyataan tentang fakta maupun opini harus disebutkan sumbernya.
  • Keseimbangan, dimana agar berita seimbang harus diperhatikan: faktanya, tidak memuat informasi yang tidak relevan, tidak menyesatkan atau menipu khalayak, tidak memasukkan emosi atau pendapat ke dalam berita, tampilkan semua sudut pandang yang relevan dari masalah yang diberitakan.
  • Kelengkapan dan kejelasan, artinya berita yang lengkap adalah berita yang memuat jawaban atas pertanyaan who, what, why, when, where, dan how.
  • Keringkasan, artinya tulisan harus ringkas namun tetap jelas yaitu memuat semua informasi penting.

 

Selain itu dalam penulisan dan penyampaian berita untuk radio dan TV sebaiknya hindari hal-hal berikut ini:

Kata Klise “Terjadi”
Hindari penggunaan kata “telah terjadi” atau “terjadi” atau “akan terjadi” pada awal berita. Kata-kata seperti itu tidak dapat digunakan dalam penulisan berita untuk konsumsi media cetak, on line ataupun elektronik atau tidak boleh diucapkan oleh seorang penyiar/anchor dalam menyampaikan berita di depan kamera atau mic.

Kenapa? Kata “telah terjadi” tidak menunjukan kekinian dari sebuah peristiwa. Lebih baik langsung kepada dampak dari peristiwa tersebut. Dampak dari peristiwa tersebut menunjukan kekinian atau kebaruan. Sementara peristiwanya bisa ditempatkan sebagai keterangan kalimat.

Contoh : Telah terjadi keributan antar geng tadi malam di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, yang menyebabkan 10 meninggal.

Sebaiknya : 10 orang meninggal akibat keributan antar geng yang terjadi di Jalan Hayam Wuruk. Jakarta Pusat tadi malam.

Juga tidak perlu menggunakan kata “terjadi”, karena peristiwa adalah sebuah kejadian dan untuk apa harus ada penegasan dengan menggunakan kata “terjadi”. Apalagi penggunaan kata “telah terjadi” yang biasanya sarat dengan asumsi dan berandai-andai tanpa didukung oleh fakta yang jelas yang bisa menimbulkan keresahan di masyarakat.

Kalimat Negatif.
Hindari kalimat negatif, karena hanya akan membuat kalimat berita menjadi panjang dan tidak jelas.

Contoh : Kepolisian tak membenarkan berita bahwa pengeboman rumah ibadah di Solo diduga didalangi Umar Patek.
Sebaiknya : Kepolisian membantah pengeboman rumah ibadah di Solo diduga didalangi Umar Patek.

Memberitakan pidato.
Memberitakan suatu pidato, sebaiknya ditulis lebih singkat, naskah berita siaran harus mudah dibaca oleh pembaca berita/penyiar/anchor, dan mudah dimengerti oleh pendengar.

Kutipan.
Tidak mengobral kutipan langsung dari narasumber. Pendengar lebih senang jika kutipan dibacakan dengan bahasa penyiar sendiri. Sebaliknya, jika kutipan itu sangat bersemangat, kontroversial, atau sangat bermakna, dan penting, maka jangan ragu-ragu menampilkannya (berupa insert).

Press Release.
Maksimal durasi press release lima menit, dengan panjang naskah 50 baris ketikan (rata-rata pembaca berita membaca 15-16 baris per menit). Di dalam 50 baris ketikan itu, dapat dimasukkan enam sampai delapan berita dari isi press release tersebut atau bisa kurang dari itu. Penulisan atau penyampaian kembali press release yang terlalu panjang akan membuat penyiar/anchor mudah terpeleset lidah (mudah salah baca) dan tentu saja membosankan bagi pendengar yang ujungnya malah bisa mengaburkan maksud yang ingin disampaikan.

Breaking News.
Breaking news biasanya telah diprogram terlebih dahulu, tetapi berita yang disiarkan dalam program ini adalah berita-berita terbaru, tanpa frame atau dengan frame pendukung materi berita. Bahkan dalam program breaking news, pengelola siaran dapat menggaet iklan, sebab program ini adalah salah satu mata acara unggulan atau masuk pada jam-jam siar utama untuk televisi. Seorang redaktur pemberitaan televisi/radio harus selektif memilah mana berita yang layak siar untuk breaking news. Durasinya dibuat sesingkat mungkin dan dapat di tindak lanjuti lebih lanjut di program selanjutnya melalui pendalaman lewat wawancara, laporan reporter, dll.

“Tulis untuk telinga, bukan untuk mata. Tuturkan, bukan baca.”

 

Sumber : orangradio.com

Incoming search terms for the article:

,membuat skrip radio,cara buat script ra,cara buat skrip ra,cara membuat skrip radio,contoh lead comment dalam siaran radio,skrip radio feeling blue

Ingin mendapatkan email inspiratif dari Purba Kuncara langsung ke inbox Anda ?

Silahkan daftar di mailing list purbakuncara.com

Leave a Reply




Ingin mendapatkan email inspiratif dari Purba Kuncara langsung ke inbox Anda ?

Silahkan daftar di mailing list purbakuncara.com