Cara Bayar & Lapor PPH Final Kontrak Rumah

Bagi Anda yang memiliki usaha persewaan tanah dan/atau bangunan (misal mengontrakkan / menyewakan rumah), maka jika yang menyewa adalah WP Badan, Anda tidak perlu menyetor dan melapor, karena WP Badan yang akan melakukan pemotongan dan pelaporan. Tapi Anda punya hak untuk meminta bukti potong. Bersyukurnya, DJP sudah mengeluarkan eform dengan format PDF, dimana jika Ada pemotongan pph final dari usaha sewa tanah dan/atau bangunan akan otomatis tercantum di eform PDF SPT Tahunan yang akan akan Anda isi. Anda tinggal modifikasi saja jika nominalnya ada tambahan.

Namun, jika yang menyewa adalah WP OP, maka Anda harus menyetor dan melaporkan sendiri pph pasal 4 ayat 2. Sepanjang saya cari-cari tutorial di GOOGLE, saya belum menemukan tutorial yang lengkap dan detail untuk cara menyetor dan melaporkannya. Oleh karena itu, saya akan berusaha untuk memberikan tutorial yang rinci di artikel ini.

Anda memiliki kewajiban untuk menyetor maksimal tanggal 15 bulan berikutnya, dan wajib melaporkan maksimal tanggal 20 bulan berikutnya. Jadi jika transaksi terjadi bulan April 2021, maka Anda wajib menyetor maksimal tanggal 15 Mei 2021 dan wajib lapor maksimal tanggal 20 Mei 2021.

Kenapa kok wajib lapor ? Padahal kan sudah ada NTPNnya ?

Ya, sejauh ini belum ada ketentuan secara tertulis yang menyatakan bahwa untuk persewaan tanah dan bangunan itu tidak perlu lapor. Silahkan Anda tanya sendiri ke kringpajak maupun AR Anda. Saya sendiri sudah tanya ke kringpajak, dan jawabnya adalah tetap harus lapor. Tapi ketika tanya ke KPP dan dijawab oleh satpam yang jaga, hal itu tidak perlu lapor karena sudah bersifat final. Yah membingungkan ya… Sepanjang yang saya tahu memang tetap harus lapor.

Baik, sekarang kita mulai dulu dengan membuat ebilling untuk menyetor, lalu membuat efilling untuk melapor.

1. Membuat ebilling dan melakukan pembayaran

Silahkan Anda buat ebilling dengan kode akun Pajak 411128 Untuk Jenis Pajak PPh Final, lalu pilih 403 : PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas Persewaan Tanah dan/atau Bangunan. Silahkan silahkan isi masa sesuai bulan transaksi. Lalu lakukan pembayaran, bisa lewat klikbca dengan “Penerimaan Negara”.

2. Melaporkan melalui efilling

Silahkan unduh aplikasi eSPT masa pasal 4 ayat 2 di https://www.pajak.go.id/id/aplikasi-pajak/e-spt-masa-pph-pasal-42-versi-210. Lalu instal. Kemudian silahkan download access 2007 agar bisa berjalan di windows 10.

Cara pengisian ada di video di bawah ini. Hasilnya berupa CSV. Lalu silahkan buat file PDF yang berisi ebilling dan bukti pembayaran di klikbca. Rename file PDF itu dengan nama yang sama pada file CSV.

“Setelah saya lapor eSPT masa pasal 4 ayat 2 kok statusnya KURANG BAYAR?”

Tenang! Status Kurang bayar itu artinya eSPT itu perlu Anda bayar. Sekalipun Anda sudah pernah membayar sebelum membuat eSPT, dan bahkan sudah dapat NTPN, maka tetap saja statusnya akan KURANG BAYAR. Abaikan saja! Kewajiban Anda selanjutnya hanyalah memasukkan nominal sewa dan pph finalnya di SPT Tahunan.

 

 

 

Taat pajak biar tidak ada masalah di kemudian hari, karena membayar pajak itu adalah KEWAJIBAN WARGA NEGARA!

75 Total Views 1 Views Today

Tinggalkan komentar