Bijak menyikapi masalah

Beberapa waktu lalu saya dapat satu orang pembantu rumah tangga. Orangnya usia 40-an. Cukup rajin sih. Tapi Sayang ga sampai satu Minggu sudah minta pulang. Jengkel rasanya, seperti dipermainkan.

Dari awal sejak datang memang orangnya kayak ga tenang. Sudah tanya-tanya gimana caranya kalau pulang, jauh atau tidak dari terminal.

Saya akhirnya justru bersyukur dia pulang karena ternyata “bermasalah”. Kalau saja saya memaksa dia untuk tinggal hingga satu bulan, maka hal itu malah bikin rumah jadi tidak nyaman, dan bisa jadi hal yang tidak diinginkan terjadi.

Beberapa hari kemudian saya telfon mami untuk dicarikan pembantu, dan syukur sekarang sudah dapat yang lebih baik, meski masih perlu banyak diajari.

Hal ini sama pula ketika Anda mendapatkan klien yang komplain melulu (banyak maunya) lalu meminta Refund. Segera saja kembalikan uangnya, selesai sudah masalahnya. Meskipun hal itu akan menyebabkan kerugian waktu, tenaga dan biaya bagi Anda, tapi tenang saja… Rejeki masih bisa dicari.

Hendaknya kerjasama terjalin atas dasar kepercayaan dan rasa nyaman. Kalau keduanya tidak terpenuhi, ya putusin aja. Kecuali jika Anda masih tetap bisa bersabar, ya layani saja terus. Semoga tidak terjadi apa-apa di belakang ya šŸ˜‰

Saya juga pernah menjadi klien yang sangat sering komplain dan kecewa. Saya sudah tidak nyaman dan sudah tidak percaya lagi. Merasa ditipu. Dan penyelesaian terbaik buat saya waktu itu adalah : kembalikan uang saya secara Full, atau kerjakan dengan batas waktu maksimal yang ditentukan dengan potongan 50%. Selesai sudah!

Telah dibaca :3913

Tinggalkan komentar