Satu Tim Saling Back Up

Suatu ketika, jempol kaki tersandung. Mulut bilang “aduhhh….. gile lo pol (panggilan si jempol), ga punya mata apa ???”. Tapi si tangan langsung mengelus-elus jempol “sabar ya…. semoga elusanku ini bisa meredakan sakitmu”.

Ilustrasi di atas adalah yang terjadi dalam team work. Seringkali kita berlaku sebagai mulut yang suka menyalahkan anggota tubuh lain dikala mereka melakukan kesalahan. Tapi jarang berlaku seperti tangan yang bisa berempati supaya jempol segera bangkit dan membuat semuanya bisa berjalan.

Jika Anda sebagai seorang dokter, jangan memarahi perawat di depan pasien tat kala mereka bekerja tidak sesuai dengan harapan Anda. Tegur mereka di belakang pasien supaya mereka tidak mengulangi kesalahan yang sama. Tutupi kesalahan mereka dengan hal yang lain.

Tanpa perawat, dokter tidak bisa bekerja lebih baik. Tanpa karyawan bagian administrasi, manager juga tidak bisa memantau keuangan.

Kita semua saling membutuhkan. Jangan merasa bahwa kitalah yang terpenting dalam team work.

Seorang nenek tua berhasil naik ke puncak everst. Yang terekspos di luar adalah nenek itu berhasil naik ke puncak everst sendirian. Tapi apa yang sesungguhnya terjadi adalah : ada ratusan orang yang rela membawakan barang-barangnya, dan mendorongnya untuk sampai ke puncak.

Tanpa orang lain, Anda tidak bisa berbuat banyak. Akui dan sadari bahwa Anda membutuhkan orang lain.

Anda tidak bisa sukses sendirian. Bukankah lebih baik kalau kita bisa sukses bareng-bareng ??

Belajarlah untuk saling back up. Empati itu penting. Tetaplah rendah hati.

Telah dibaca :46657

5 thoughts on “Satu Tim Saling Back Up

  1. wah… aku suka yang ilustrasi semutnya….. 🙂
    tapi tulisannya bener banget tu mas,,,,,
    aku jadi ketagihan baca artikel-artikelnya….
    sebuah tim memang harus diibaratkan anggota badan, jika kurang satu pasti jadi tidak maksimal lagi kinerjanya….

    [Reply]

Tinggalkan komentar