Mengerjakan Hobi Yang Dibayar

Beberapa orang sewaktu saya tanya : “Adakah yang punya usaha tapi tidak sesuai hobinya?”. Ada yang menjawab : “Saya… Saya ga tahu hobi saya apa…. Tapi saya senang berdagang”. Sebenarnya dari sini kita tahu bahwa orang tersebut sebenarnya punya hobi, yaitu hobi berdagang.

Saya menekuni bisnis di internet sebenarnya juga tidak sengaja. Berawal dari senangnya saya berselancar di internet, membaca artikel-artikel di sebuah web favorit, bahkan saya download semua artikel terbaru di web tersebut, lalu saya simpan di flashdisk, kemudian saya baca semuanya di rumah… ya hal ini untuk menghemat biaya warnet, karena tahun 2006-2008 sangat mahal biaya internet selain warnet.

Ketika kita sudah tahu apa yang menjadi hobi kita, maka menekuni usaha yang masih berhubungan dengan hobi adalah sesuatu yang mengasyikkan. Kita jadi lebih idealis dalam membuat produk agar tidak mengecewakan pembeli atau pelanggan.

Tapi untuk membuat bisnis menjadi besar, itu perlu kerja keras…

Apa kuncinya ???

Fokus dan All Out!!!

Kekayaan menjadi seperti tidak ada artinya ketika kita mati. Tapi kita harus berpikir bahwa uang yang banyak memang tidak dibawa mati…. tapi uang yang banyak bisa menolong orang-orang yang hampir mati.

Sudah kaya tapi memiliki jiwa sosial, itu TOP banget.

Seseorang yang all out dan fokus pada satu bidang bisnis hingga sukses besar, tidak membagi fokus ke banyak hal, pikirannya tidak ke mana-mana, ia akan jauh lebih cepat untuk melesat.

Misalnya fokus pada pilihan bisnis di bidang pengolahan hasil peternakan. Satu bidang ini ditangani secara mati-matian. All-out. Dari hulu sampai hilir. Dari kecil sampai besar, lalu besar sekali. Mulai pasar lokal hingga mengembangkan pasar ekspor yang tidak terbatas.

Ini bukan berarti tidak boleh bisnis di bidang yang lain. Tapi pilihlah untuk menekuni dulu fokusnya itu sampai benar-benar mencapai sukses yang besar. Sampai benar-benar dijiwai. Dikuasai. Sampai ke detailnya yang paling detail. Core of the Core…. Mulai dari produksinya, pengolahannya sampai ke pasarnya. Juga sampai ke teknologinya, manajemennya dst.

10 tahun pertama jangan menoleh ke mana-mana. Jangan coba-coba bidang lain. Setelah bisnis menjadi besar sekali, barulah merambah ke bisnis lain selain bisnis utama.

Berbisnis itu jalannya sulit. Harus ulet. Harus merintis dari bawah. Harus bekerja keras.

Kalau hanya sekedar mengerjakan hobi, maka sulit untuk bisa membuat hobi yang dibayar ini menjadi hobi yang bisa mensejahterakan banyak orang yang terlibat di dalamnya. Jangan terus terjebak untuk menjadi self employed, tapi harus terus bergerak mengembangkan sistem yang kokoh, sehingga tidak mudah runtuh.

Telah dibaca :42

1 tanggapan pada “Mengerjakan Hobi Yang Dibayar”

Tinggalkan komentar