Karakteristik Antena OMB Double Ring

Antena untuk broadcast FM yang cukup menjadi primadona dan dipakai banyak orang antara lain : OMB Double Ring/Single Ring, Sira dan MS-1. Masing-masing memiliki karakter dan plus-minus yang berbeda-beda.

Bagi Anda yang pemancarnya di tengah kota atau di daerah pada penduduk, maka sebaiknya menggunakan antena jenis OMB Double Ring. Double ring gain lebih besar dan polarisasi horizontalnya lebih dominan, dan LEBIH TEBAL DI LOKAL. Audionya juga lebih “gendut” sehingga disebut paling bagus audionya dibanding jenis antena lainnya. Jadi jika pemancar Anda di tengah kota atau di daerah padat penduduk, saya sarankan menggunakan OMB double ring. Antena jenis ini oleh pabrikan aslinya (OMB) dinamakan dengan SGP. Jika 4 bay maka dinamakan SGP 4. Jika 6 bay maka dinamakan SGP 6.

Sedang antena OMB single ring lebih jauh pancarannya dibanding double ring, sehingga lebih cocok untuk pemancar yang terletak di lereng gunung.

 

Antena OMB double ring produksi lokal dengan bahan stainless tertulisnya mampu hingga 3KW, tapi disarankan per bay maksimum 800 watt. Kalau Anda membutuhkan untuk high power, misal di atas 4 KW, maka disarankan menggunakan 6 bay. Hal ini agar sinyal lokalnya tebal dan bisa lebih jauh.

Jadi kenapa memilih OMB Double ring ?

Yaitu jika Anda ingin mengejar audio yang bagus, sinyal yang tebal di lokal. Jika ingin jauh, silahkan ditambah powernya. Jika Anda ingin hasil yang maksimum, disarankan Anda membeli antena SGP yang asli buatan OMB. Harganya untuk 4 bay satu paket (Antena 4 bay, power divider 6KW dan 4 kabel jumper 5,4 meter) kurang lebih 75juta. Sedang untuk 6 bay 115juta. Hal ini karena selain mahalnya biaya import, juga kualitas bahannya sangat jauh berbeda dibanding OMB buatan lokal yang dijual sekitar 2juta/bay. SGP asli buatan OMB juga tidak mudah jamuran, sehingga tetap mengkilat.

Kalau ditaruh di lereng gunung, antena jenis ini sebenarnya tidak ada masalah juga, hanya saja yang di belakang antena sinyalnya terbuang sia-sia. Untuk di lereng gunung, yang cocok adalah menggunakan antena OMB Single Ring. Kenapa kok tidak pengarah jenis YAGI, misal Yagi 3 atau 5 element?? Atau menggunakan antena jenis SIRA ??? … Jawabannya : Antena OMNI masih lebih bagus dibanding pengarah maupun semi pengarah… lebih rata sinyalnya bos!!!

YAGI 3 element sinyalnya masih lebih tebal di lokal…. Bahkan dicoba di Jawa Tengah, antena yagi 3 element diarahkan ke tengah kota dari lereng gunung, sinyalnya malah “mbleset” terlalu jauh, kotanya malah terlewati tidak dapat sinyal yang memadahi. Sedangkan YAGI 5 element kalau pakai stainless akan terasa berat kalau antenanya cuma pakai triangle… Sudah ada kejadian Yagi 5 element sebanyak 4 bay menyebabkan tower triangle roboh di sebuah radio di Bali.

Antena YAGI 3 element

Sedang MS-1 buatan Indonesia (Solo) tidak sesempurna aslinya yang buatan pabrikan aslinya. Sinyalnya tidak merata dan nyeplok-nyeplok.

Antena MS-1

Lalu apa perbedaan OMB double ring dibanding SIRA ?

Antena SIRA

Antena jenis SIRA memang cocok untuk dipasang di lereng gunung karena semi pengarah dan sudut pancaran vertikalnya 45 derajat ke bawah. Sehingga Sira mendapat julukan “THE TIGER OF MOUNTAIN”. Lemparan SIRA lebih bagus ketimbang OMB double ring, tapi sinyalnya cenderung nyeplok-nyeplok dan TIPIS. Jika didengarkan di dalam kota dengan MOBIL saat berjalan, maka antena jenis SIRA sering terdengar “sak sek sak sek” atau sinyalnya seperti hilang-hilang. Hal ini karena SIRA kurang bisa menembus bangunan-bangunan beton tinggi yang umum ada di kota-kota. Antena SIRA lebih jauh lemparannya, sehingga kadang lokalnya malah kurang tebal, bahkan ada kejadian di jarak yang masih dekat sinyalnya lemah, tapi di jarak yang lebih jauh malah lebih kuat. Gunakan antena jenis Sira ini maksimum 4 bay agar tidak terlalu jauh pancarannya.

Kalau ingin sinyal tebal di lokal dan bisa jauh, saya sarankan menggunakan OMB Single Ring. Kalau membayar listrik bukan hal yang sukar, dorong aja dengan watt sebesar 1-2KW, maka akan mampu hingga 30-60 KM lebih. Cukup untuk menjangkau 1-4 kabupaten, tergantung geografis wilayahnya (pegunungan, perbukitan, dataran rendah dll). Sinyal yang tebal akan membuat audionya juga semakin bagus. OMB single ring selain ringan, juga praktis, gampang matchingnya. Pakai pipa air 1,5 sampai 2 dim saja sudah bisa (3 pipa – 17 meter), tidak perlu triangle.

OMB Single Ring – Type GP

Oya, untuk antena OMB produksi lokal, perhatikan bahannya. Jangan terkecoh dengan harga murah, tapi bahannya tidak awet dan tidak tahan lama, sering tidak matching, meskipun ada lapisan stainlessnya. Stainless sekalipun juga macam-macam kualitasnya, dan jika kualitasnya jelek maka beberapa tahun akan muncul jamuran, sekalipun itu tidak berdampak pada sinyal. Umumnya harga antena OMB double ring buatan lokal berkisar mulai 700rb hingga 2 juta per bay (harga teknisi, bukan end user). Harga tersebut belum termasuk power divider dan jumper jika lebih dari 1 bay.

Power Divider

Power divider sendiri ada yang terbuat dari kuningan, ada juga yang aluminum. Keduanya berbeda jauh harganya. Umumnya yang dipakai adalah ukuran 1/2 Lambda untuk broadband (gampang matchingnya karena lebih lebar range-nya), dan 1/4 lambda (kurang broadband, tapi lebih bisa “lari” sinyalnya). Kekurangan power divider 1/4 lambda tentu saja adalah pada matchingnya. Jika antena kurang matching, maka hasilnya akan jelek. Tetapi jika menggunakan 1/2 lambda ataupun 3/4 lambda, maka matching akan lebih mudah.

Produk antena buildup umumnya selain berbeda di harga, juga berbeda di kualitas bahan dan kemampuan dalam menangani watt besar.

Oya, antena jenis OMB single/double maupun SIRA kurang bagus GAINnya kalau cuma 1 bay.

Kabel Jumper

Kabel jumper yang umum dipakai adalah heliax 4/8 dan 5/8. Heliax 4/8 lebih lentur, sedang 5/8 lebih kaku.

Untuk panjang kabel jumper harus sama untuk masing-masing bay, meski jarak ke power dividernya tidak sama. Hal ini agar daya yang tersalurkan ke masing-masing bay sama besar.

Untuk antena 4 bay umumnya menggunakan jumper dengan panjang 5 meter. Sedang untuk 6 bay umumnya menggunakan 7 meter ataupun 9 meter.

 

Jarak Antar Bay

Jarak antar bay disarankan 0,75 lambda agar sinyal lebih runcing. Ibaratnya lampu 4 jejer, sinarnya akan lebih terang jika dibuat berdekatan bukan ? sedang jika berjauhan terangnya malah justru tidak terasa terang, cenderung ambyar.

0,75 lambda jika di frekuensi 107.9 maka jaraknya = (300 : 107.9) x 0,75 = 2,08 meter.

Tinggi antena untuk 4 bay sebaiknya minimal 4 pipa (22 meter). Hal ini karena panjang total 4 bay jika di frekuensi 107.9 membutuhkan space 6,25 meter… Kalau terlalu rendah antenanya nanti malah banyak terbuang ke tanah sinyalnya. Oya, intinya arah yang dituju tidak terhalang oleh apapun… lossss, bisa saling melihat antara rx dan tx. Meskipun di gunung tinggi kalau pasang antenanya di cekungan ya tetep tidak bisa keluar sinyalnya. Kalau di atas gundukan yang bisa melihat paparan rumah di bawahnya, ketinggian antena 20 meter sudah bagus.

Kalau watt di bawah 500 watt mending pakai antena vertikal saja, seperti telex. Apalagi ketinggian antena hanya 20 meter. Telex pancarannya OMNI, sehingga lebih merata. Sedang antena jenis G6, bisa lebih jauh daripada telex, tapi sinyalnya kurang merata dan TIPIS.

Antena G6

Lebih baik Anda keluar uang yang lebih banyak untuk membeli antena yang bagus (antena, kabel, ketinggian tower minimal 70 meter) daripada harus mengeluarkan watt pemancar yang besar (pemborosan listrik). Antena menjadi KUNCI! Kalau bisa beli antena double ring buatan OMB Original yang seri SGP.

 

Cara matching antena OMB Double Ring

Untuk matching antena OMB double ring, disarankan menggunakan alat berikut ini :

  1. Rig Expert (antenna analyzer)
  2. Kunci dan obeng
  3. Stand dari pipa dengan ketinggian minimal 2 meter

Lakukan matching di tanah yang lapang seperti lapangan agar tidak terpengaruh oleh interferensi bangunan dan logam. Juga jika di daerah Anda terlalu banyak interferensi gelombang radio FM, maka lakukan matching pada malam hari di atas jam 12 malam (ketika banyak radio sudah off air).

Langkah-langkahnya sebagai berikut :

  1. Sambungkan antena, kabel jumper dan rig expert
  2. Ukur jarak pecut atas dan bawah harus 1/4 lambda.
  3. Setelah itu lakukan matching impedansi pada plat dan jarak kedua cincin (C).

 

Nilai impedansi (Z): 48-52 ohm (kalau bisa 50 Ohm tepat)

Nilai R sama dengan Z

Nilai X harus di bawah < 4

RL (return loss) harus di atas 35 (kalau bisa 45-50)

 

Perhatikan nilai X. Jika nilainya minus, maka semua bay sebaiknya juga minus.

 

Antena sudah matching, tapi beberapa bulan kok tidak matching ?

Banyak faktor yang berpengaruh, misalnya plat bergeser karena terkena panas dari RF, terkena angin ataupun faktor cuaca ekstrem. Bisa juga ada konektor yang lepas dari jumper akibat pemasangan yang kurang tepat. Bisa juga karena kabel kemasukan air.

Untuk mencegah matching antena berubah, Anda harus mengunci kuat-kuat.

758 Total Views 3 Views Today

One thought on “Karakteristik Antena OMB Double Ring

Tinggalkan komentar