Karakteristik Antena OMB Double Ring

Antena untuk broadcast FM yang cukup menjadi primadona dan dipakai banyak orang antara lain : OMB Double Ring/Single Ring, Sira dan MS-1. Masing-masing memiliki karakter dan plus-minus yang berbeda-beda.

Bagi Anda yang pemancarnya di tengah kota atau di daerah pada penduduk, maka sebaiknya menggunakan antena jenis OMB Double Ring atau Single Ring. Double ring gain lebih besar dan polarisasi horizontalnya lebih dominan. Jadi saya sarankan menggunakan OMB double ring ketimbang single ring, sekalipun watt pemancar Anda cuma 300 watt saja. Antena jenis ini merupakan favorit saya.

 

Antena OMB double ring produksi lokal dengan bahan stainless tertulisnya mampu hingga 3KW, tapi kenyataannya 1 bay maksimum hanya mampu 800 watt secara kontinyu. Kalau Anda membutuhkan untuk high power, misal di atas 4 KW, jangan gunakan antena jenis ini karena lemparannya kurang begitu jauh dan cenderung hanya mempertebal sinyal.

Kalau ditaruh di lereng gunung, antena jenis ini sebenarnya tidak ada masalah juga, hanya saja yang di belakang antena sinyalnya terbuang sia-sia. Untuk di lereng gunung, yang cocok adalah menggunakan antena pengarah jenis YAGI, misal Yagi 3 atau 5 element. Atau bisa menggunakan antena jenis SIRA.

Lalu apa perbedaan OMB double ring dibanding SIRA ?

Antena jenis SIRA sangat cocok untuk dipasang di lereng gunung karena semi pengarah dan sudut pancaran vertikalnya 45 derajat ke bawah. Sehingga Sira mendapat julukan “THE TIGER OF MOUNTAIN”. Lemparan SIRA lebih bagus ketimbang OMB double ring, tapi sinyalnya cenderung nyeplok-nyeplok dan TIPIS. Jika didengarkan di dalam kota dengan MOBIL saat berjalan, maka antena jenis SIRA sering terdengar “sak sek sak sek” atau sinyalnya seperti hilang-hilang. Hal ini karena SIRA kurang bisa menembus bangunan-bangunan beton tinggi yang umum ada di kota-kota. Sekalipun wattnya sudah ditambah ke 6 KW dari 3KW tidak berpengaruh signifikan, hanya bertambah jauh lemparannya.

Kalau ingin sinyal tebal, saya sarankan menggunakan OMB Double ring, sekalipun ditaruh di lereng gunung. Kalau membayar listrik bukan hal yang sukar, dorong aja dengan watt sebesar 2-3KW, maka akan mampu hingga 40 KM lebih. Cukup untuk menjangkau 1-4 kabupaten, tergantung geografis wilayahnya (pegunungan, perbukitan, dataran rendah dll). Sinyal yang tebal akan membuat audionya juga semakin bagus.

Oya, untuk antena OMB produksi lokal, perhatikan bahannya. Jangan terkecoh dengan harga murah, tapi bahannya tidak awet dan tidak tahan lama, sering tidak matching, meskipun ada lapisan stainlessnya. Stainless sekalipun juga macam-macam levelnya, dan jika kualitasnya jelek maka beberapa tahun akan muncul pletuk-pletuk atau neyeng. Umumnya harga antena OMB double ring buatan lokal berkisar mulai 300rb hingga 2 juta per bay (harga teknisi, bukan end user). Harga tersebut belum termasuk power divider dan jumper jika lebih dari 1 bay.

Power divider sendiri ada yang terbuat dari kuningan, ada juga yang aluminum. Keduanya berbeda jauh harganya. Umumnya yang dipakai adalah ukuran 1/2 Lambda untuk broadband (gampang matching tapi kurang bisa lari), dan 1/4 lambda (kurang broadband, lebih bisa lari sinyalnya).

Produk antena buildup umumnya selain berbeda di harga, juga berbeda di kualitas bahan dan kemampuan dalam menangani watt besar.

Telah dibaca :370

Incoming search terms for the article:

,karakteristik antena ms 1

Tinggalkan komentar