Jangan Buru-Buru Menikah Daripada Menyesal

Juli 17, 2018
Tags:

Usia sudah kepala tiga, tapi belum punya pasangan????… Tiap ketemu teman atau saudara, selalu yang ditanyakan : “Kapan menikah???”…

“Aduh, bikin nyesek deh….!!!”

Mungkin ini yang sedang Anda alami ? 

Jika Anda berpikir bahwa ketika menikah pasti akan BAHAGIA, Anda perlu meneruskan untuk membaca artikel yang saya tulis ini….

Benarkah Pernikahan itu Pengekangan ?

Beberapa waktu lalu seorang teman bercerita bahwa ia bisa benar-benar menemukan hidupnya yang lama lagi setelah suaminya meninggal. Dulu ketika suaminya masih hidup, ia tidak boleh bekerja, tidak boleh naik sepeda motor dll… Pokoknya ia merasa terkekang… Tiap hari bertengkar melulu… Suaminya mabuk-mabukan. Tapi kini, ia merasa BEBAS.. Sekarang wajahnya pun terlihat lebih bersinar-sinar…. Wow… ternyata menikah dengan orang yang tidak TEPAT malah bikin hati tersiksa ya??? Sampai di sini kamu masih ingin buru-buru menikah ???

Kemarin saya potong rambut, dan ngobrol dengan pemotong rambut saya… Dia bercerita bahwa suami keduanya pergi begitu saja karena “kecantol” seorang PUREL (pemandu lagu)… Ia ingin bercerai saja, tapi si suami tidak mau menceraikannya karena ia PNS, padahal keduanya sudah pisah ranjang cukup lama. Ia bercerita bahwa ketika dulu suaminya masih di rumah, sering terjadi pertengkaran karena si Istri sering bekerja pulang malam… Tapi kini setelah suaminya tidak lagi ada di rumah, ia merasa BEBASSSSS… Sekarang mau pulang malampun tidak ada yang melarang. Bahkan ia juga tidak kekurangan uang untuk membiayai 2 orang anaknya yang masih SD. Ibu ini bercerita bahwa pernikahannya dengan suami kedua ini tidak didasari dengan CINTA, tetapi hanya karena KETERPAKSAAN… Terpaksa karena ketangkap basah oleh warga…

Pernikahan tanpa didasari CINTA memang bisa saja… Bisa karena keterpaksaan.. Bisa karena KASIHAN.. atau bisa juga karena UANG/MATERI.

Daripada menikah buru-buru dengan orang yang sebenarnya TIDAK NGEKLIK di hati, mending belajar bersabar untuk menunggu…. Jangan sampai karena buru-buru ingin menikah, akhirnya menikah dengan orang yang salah, bukan SURGA yang didapat tapi malah seperti NERAKA. Bukan BERKAH yang didapat, tapi malah MUSIBAH!

Di era sekarang ini, dimana emansipasi wanita dijunjung tinggi, terkadang karena pendidikan sama-sama tinggi, si wanita berani melawan suaminya. Ia tidak lagi mau MENUNDUKKAN dirinya… Sekalipun si suami sudah banyak berbuat baik, memberikan uang yang cukup dan memberikan kebebasan, tapi tetap saja bisa salah di matanya. Tapi sebenarnya tingkat pendidikan tidaklah bisa jadi patokan.. Karena kalau sifatnya memang tidak mau tunduk, diberi fasilitas apapun juga tetap tidak akan mau tunduk.

Sebelum berlanjut ke jenjang pernikahan, pelajari betul-betul karakter calon suami/istri Anda… Jika ia laki-laki, coba lihat bagaimana ia memperlakukan ibunya atau saudara perempuannya.. Apakah dengan hormat? atau acuh-acuh ? Demikian juga hal itu akan dilakukannya kepada Anda. Hal ini juga berlaku sebaliknya, jika ia perempuan bisa dilihat dari bagaimana ia memperlakukan Ayah atau saudara laki-lakinya. Pelajari BIBIT, BEBET dan BOBOT!!!

Mengubah karakter orang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Jika Anda sudah tahu bahwa pasangan Anda berkarakter tidak baik, dan sudah beberapa kali diingatkan tapi tidak berubah, Anda harus berpikir dengan jernih apakah mau dilanjutkan atau tidak. Jangan menikah karena TERPAKSA ataupun INGIN MENCOBA-COBA… Daripada Anda menyesal!

 

Memulai dengan tidak BENAR

Seorang teman mengeluhkan istrinya yang kecantol dengan laki-laki lain. Kisahnya berawal ketika dia ingin cepat-cepat menikah, tetapi tidak ada satupun cewek yang kecantol dengannya. Akhirnya ketemulah ia dengan seorang cewek yang sering keluyuran ga jelas, bapaknya juga seorang pejudi dan sering ribut dengan istrinya. Agar anak perempuan itu tidak keluyuran, akhirnya bapaknya menyetujui untuk dipinang tanpa perlu pacaran lama-lama.

Singkat kata, setelah menikah, teman saya ini kalau pulang kerja sering larut malam karena banyaknya pekerjaan. Sampai rumah, tidak ada makanan, malah istrinya sibuk main HP, entah chat dengan siapa…. Istrinya memang tidak mau memasak, jadi makanan ya beli di warung… Karena tidak tahan melihat istrinya seperti itu, ia sampai emosi dan akhirnya mengambil HP istrinya lalu dibanting… Setelah itu istrinya kabur dengan pria lain entah kemana. Dan anaknya dititipkan ke mertuanya yang suka berjudi dan mabuk itu tadi.

Sampai di sini, masih tetap pingin buru-buru menikah dengan siapa saja tanpa mempertimbangkan efek ke depannya?

Carilah pasangan yang sepadan… Sepadan dalam iman, dalam kedewasaan, dalam pendidikan, dalam pandangan hidup, satu visi…

 

Bagaimana kalau sudah terlanjur menikah dengan orang yang “salah” ?

Masalah suami istri itu umumnya bukan salahnya salah satu pihak saja, tapi dua belah pihak sama-sama salah. Misal : istri keras, suaminya malah sama-sama keras, akhirnya berantem melulu.

Kalau terlanjur menikah dengan orang yang karakternya “buruk” menurut Anda, maka Andalah yang harus memulai untuk berubah…. Barangkali hal ini terjadi karena Anda sendiri kurang melibatkan TUHAN dalam rumah tangga Anda. Dan untuk mengubah pasangan, belajar untuk menegur dengan kelemahlembutan, bukan dengan bentak-bentak dan uring-uringan. Jaraknya tidak sampai 3 meter, tapi ngomongnya sampai ngotot dan terika-teriak, sebuah hal yang tidak baik.

Mulai saat ini berhenti menuntut dan menghakimi orang lain atas setiap permasalahan. Belajarlah untuk mendekatkan diri pada sang maha kuasa, rajin-rajinlah berdoa…. Doakan rumah tangga Anda. Kalau perlu doa + puasa… Minta pertolongan TUHAN agar kehidupan rumah tangga Anda bagaikan SORGA, yang orang lain pun bisa mengecap keharmonisan Anda.

Syukuri apapun yang Tuhan telah beri, termasuk pasangan. Kalau sudah menikah, itu artinya memang JODOHnya… Suka duka, jelek-baik harus diterima. Pasangan kita adalah cermin diri kita. Kalau pasangan masih belum sesuai harapan, kita harus juga instropeksi.

Jangan berpikir untuk CERAI… Karena akibat dari perceraian juga tidak selamanya baik seperti yang dibilang para artis… Bangun kembali pondasi pernikahan yang selama ini mungkin belum ditegakkan.

Menjalani pernikahan, mendidik anak, ini semua perlu SENI, bukan EMOSI! Libatkan Tuhan dalam segala perkara hidup Anda, maka Anda akan berbahagia.

Ingin mendapatkan email inspiratif dari Purba Kuncara langsung ke inbox Anda ?

Silahkan daftar di mailing list purbakuncara.com

Leave a Reply