Anak Muda Dulu dan Sekarang

Anak muda sekarang dibandingkan dengan anak muda tahun 90-an jelas sudah lain. Tahun 90-an belum ada fasilitas seperti sekarang ini yang memungkinkan setiap orang dengan mudah mengakses informasi. Tidak heran jika banyak anak muda saat ini yg berwirausaha, sementara orang tuanya msh enjoy menjadi karyawan.

Bukan bermaksud menyombongkan diri, menjadi pebisnis adalah sebuah pilihan. Dan menjadi karyawanpun (PNS, swasta) adalah juga sebuah pilihan.

Dari 10 anak muda yang saya pernah ikut gathering di dalamnya, hanya ada 1 orang saja yang tertarik untuk berwirausaha. Yang lainnya masih enjoy mewujudkan cita-citanya menjadi karyawan sesuai jurusan perkuliahan yang mereka ambil. Itu artinya, meski ada fasilitas yang sama, tapi tidak semua anak muda mau terjun ke dunia bisnis.

Bagi orang tuapun terkadang kuatir jika anak-anaknya yang masih duduk di bangku sekolah maupun kuliah sudah mulai berbisnis. Mereka kuatir jika itu akan mengganggu kuliah mereka. Padahal jika memang anaknya pintar, orang tua tidak perlu kuatir, karena justru dengan berbisnis, maka anak mereka akan berlatih bagaimana mengenal karakter banyak orang, membawa diri mereka, tahu pengelolaan keuangan dan waktu yang baik. Sehingga tentunya hal ini akan bisa membantu mereka masuk ke dalam dunia yang sesungguhnya, yaitu dunia kerja.

Tidak dipungkiri bahwa seringkali menjadi pebisnis (atau lebih tepatnya adalah PEDAGANG) biasanya diwarisi oleh orang tua maupun saudaranya. Entah itu orangtuanya cuma pedagang siomay, pedagang ayam potong (seperti ibu saya), pedagang bakso keliling. Tapi terkadang lucunya adalah orang tua yang pedagang lebih menginginkan anaknya untuk jadi pegawai kantoran dibanding jadi pedagang. Padahal, untungnya jadi pedagang dibanding gaji kantoran malah lebih besar pedagang. Ga perlu kuliah tinggi-tinggi lagi.

Bagaimana anak muda ini akhirnya bisa memperbesar usahanya, tentunya perlu didukung oleh orang yang sudah senior, atau lebih dikenal dengan Mentor bisnisnya. Hal ini yang seringkali susah didapatkan. Makanya mereka perlu berjuang untuk menemukan network atau partner yang tulus untuk saling berbagi. Atau mengikuti seminar-seminar yang ada.

Kalau cuma membuat usaha perorangan, memang cukup untuk hidup sehari-hari. Tapi kalau mau untuk jangka panjang, bahkan ketika sudah lansia, maka perlu membuat sebuah perusahaan dengan sistem manajemen yang bagus yang bisa diwariskan ke generasi selanjutnya (misal : PT). Kita tentu tidak tahu berapa lama kita akan hidup di dunia ini, tetapi kita punya tanggung jawab terhadap keluarga, terutama jika kita seorang suami.

Ada banyak peluang usaha online yang bisa diambil, seperti usaha jual sepatu grosir, jual lampu lampion, jual baju anak, pakaian korea, pembuatan web, jasa hosting, desain grafis dll.

Di offlinepun juga banyak peluang, seperti usaha makanan (masakan jepang, nasi pecel pincuk, srabi), laundry, toko komputer, warnet, cafe dll.

Selamat berwirausaha mandiri!

Telah dibaca :3608

Tinggalkan komentar