Tips Merawat AC agar Awet hingga 10 Tahun dan Hemat Listrik

Oktober 21, 2013

AC yang tidak berisik, dingin tapi tidak membuat menggigil dan kulit kering, menghilangkan bau merupakan hal ideal bagi banyak orang. Nah, bagaimana agar AC Anda awet dan bebas problem hingga 10 tahun bahkan lebih ? Awet dan hemat listrik tentunya dambaan setiap orang.

Masih amat sedikit orang yang mengetahui cara menggunakan AC yang benar. Mayoritas orang masih salah menggunakan AC yang mengakibatkan tingginya biaya listrik dan membuat AC cepat rusak.

Berikut ini tips-tips agar AC Anda bisa awet dan hemat listrik :

1. Pastikan PK AC mencukupi kebutuhan ruangan

Jika ruangan 4 x 3 m2, maka BTU yang dibutuhkan adalah sekitar 6.000. Nah, AC 1/2 PK BTU-nya 5.000, AC 3/4PK BTU-nya 7.000, dan harganya cuma beda 100ribu Rupiah. Watt AC berbeda sekitar 200 Watt. Dalam hal ini Anda HARUS menggunakan AC 3/4PK. Kenapa? Karena kalau pakai AC yang 1/2PK, kompressor AC harus bekerja maksimum baru ruangan bisa dingin. Bayangkan saja kalau mobil setiap hari kita geber-geber terus, dibanding sama mobil yang santai kita bawanya, lebih awet mana?

Apabila Anda menyetel remote AC pada 22 derajat celcius tetapi ruangan tidak dingin, maka kemungkinan besar anda telah salah memilih PK pada AC anda.

Berikut adalah panduan umum dari kami pada saat memilih PK pada AC:

  • 1/2PK = 5000 Btu/h (ukuran ruangan 10m2)
  • 3/4PK = 7000 Btu/h (ukuran ruangan 14m2)
  • 1PK = 9000 Btu/h (ukuran ruangan 18m2)
  • 1 1/2PK = 12000 Btu/h (ukuran ruangan 24m2)
  • 2PK = 18000 Btu/h (ukuran ruangan 36m2)

Kami juga menyarankan anda untuk tidak memilih PK AC yang terlalu pas dengan ruangan anda karena ada beberapa faktor lainnya yang ikut mempengaruhi, seperti berapa orang yang menggunakan AC di ruangan tersebut dan peralatan elektronik lainnya yang juga bisa memberikan panas tambahan pada ruangan.

Definisi PK Pada AC

PK merupakan singkatan dari Paard Kracht. Kapasitas AC biasa dinilai dari berapa PK AC itu. Ini sering juga disebut sebagai horsepower atau tenaga dari AC tersebut.

Berikut ini rumus yang biasa digunakan untuk menghitung berapa kapasitas AC yang diperlukan :

BTU = Luas Ruangan Dalam m2 x 500
BTU = Lebar x Panjang x 500

Kalkulasi ini berasumsi bahwa tinggi ruangan yang anda hendak pasang AC adalah tinggi standar yang ada di Indonesia, yaitu umumnya 2.5 – 3 meter.

Perhitungan diatas ini juga tidak memperhitungkan jika untuk ruangan yang banyak orangnya atau ruangan yang sering buka-tutup jendela atau ruangan terbuka, karena hampir mustahil untuk memperhitungkan jika banyak faktor yang berbeda-beda.

Rumus diatas akan menghasilkan angka dalam satuan BTU. Angka tersebut perlu untuk dicocokan dengan kemampuan AC untuk mendinginkan ruangan dalam satuan BTU/h yang biasa ada di setiap AC. Orang lebih awam menggunakan satuan PK dalam menentukan AC, sehingga disini ditampilkan bagan untuk membantu anda mengkonversi berapa PK yang anda butuhkan :

  • 1/2PK = 5000 Btu/h (ukuran ruangan 10m2)
  • 3/4PK = 7000 Btu/h (ukuran ruangan 14m2)
  • 1PK = 9000 Btu/h (ukuran ruangan 18m2)
  • 1 1/2PK = 12000 Btu/h (ukuran ruangan 24m2)
  • 2PK = 18000 Btu/h (ukuran ruangan 36m2)

Ukuran Ruangan Saya 20m2 Dan Menggunakan AC 3/4 PK. Hasilnya Dingin Juga, Apa Tidak Salah Cara Hitungnya?

AC memang didesain agar dapat mendinginkan ruangan. Angka patokan diatas adalah kapasitas AC untuk mendinginkan ruangan itu dalam hitungan waktu 1 jam. Jadi untuk ruangan yang lebih besar memang tetap akan dingin dan sejuk, akan tetapi akan membutuhkan waktu yang lebih lama dan memakan listrik yang lebih besar dari seharusnya.

Sebaliknya jika anda menggunakan AC 1 PK di ruangan 10m2, AC akan tetap bekerja dan ruangan akan menjadi lebih sejuk. Tetapi daya listrik (watt) yang dibutuhkan akan terlalu banyak sehingga tidak efisien jika daya PLN Anda pas-pasan.

2. Jangan mensetting suhu di bawah 22 Derajat Celsius

Mensetting suhu di bawah 22 derajat akan membuat mesin AC bekerja ekstra terus menerus dan menjadi boros energi. Komponen-komponennya dipaksa bekerja keras setiap saat, dan malah menjadi lebih cepat rusak. Ibarat mesin motor, dia seperti ditancap gas terus menerus tidak berhenti-henti. Ini adalah kesalahan nomor satu hampir semua orang yang tidak paham dengan cara kerja AC. Kebanyakan pengguna AC menyetel suhu remote AC pada 16 agar cepat dingin tetapi ini salah.

AC adalah pengatur suhu ruangan (air conditioner), bukan pendingin ruangan, meskipun sebenernya udara yg keluar dari AC hanya udara dingin, tidak bisa keluar udara panas. Sehingga aturlah suhu AC sesuai suhu ruangan yang nyaman, yaitu 25 derajat.

Pilihlah AC yang irit listrik dan efisien, bukan yang sanggup mendinginkan sampai sedingin-dinginnya.

Sebaiknya jangan tidur menggunakan selimut, karena selimut akan menaikkan suhu yang sudah didinginkan dari AC. Jadi sebenarnya penggunaan selimut itu justru tidak menghemat listrik. Harusnya dengan suhu stabil di 25 derajat, manusia sudah bisa tidur dengan nyaman tanpa selimut.

Sebelum itu mari kita diskusikan cara kerja AC pada umumnya (bukan inverter). Apabila anda menyetel suhu remote AC pada 22, maka kompressor AC akan bekerja untuk membuat suhu ruangan berada di 22. Pada saat AC mendeteksi bahwa suhu ruangan berada di 22, maka kompressor AC akan berhenti bekerja sehingga angin yang keluar dari AC akan seperti angin dari kipas angin. Permasalahannya adalah apabila anda menyetel suhu remote pada 16 (suhu minimum) maka kompressor AC akan terus bekerja agar suhu ruangan berada di 16. Masalah timbul karena kita berada di Indonesia dimana suhu kamar hampir tidak mungkin bisa berada pada 16.

Berikut adalah akibat suhu kamar yang tidak mungkin bisa mencapai 16 :

  • Kompressor AC terus menerus bekerja untuk mencapai suhu 16 yang tidak mungkin tercapai.
  • Kompressor tidak pernah istirahat dan terus bekerja 100% sehingga ini akan memperpendek usia kompressor.
  • Untuk AC inverter maka kompressor terus menerus bekerja yang mengakibatkan hampir tidak ada penghematan dibanding AC biasa. Dalam kondisi normal, AC inverter akan bekerja dengan amat cepat & keras untuk mendinginkan ruangan sebelum bekerja seminimal mungkin. Karena kompressor terus menerus bekerja keras, maka bisa jadi biaya listrik AC inverter malah menjadi lebih mahal.

Suhu luar ruangan di Jakarta pada dini hari adalah 25 – 26 derajat sepanjang tahun. Jadi sekali lagi TIDAK MUNGKIN suhu 16 derajat akan tercapai. suhu 20 derajat pun hampir tidak mungkin bisa tercapai kecuali anda menggunakan AC yang memiliki kapasitas JAUH lebih besar dibandingkan kebutuhan ruangan. Contoh untuk ruang server biasanya ukuran 3x3m dimana dibutuhkan BTU hanya 4.500 alias AC 1/2 PK sudah mencukupi, tapi dipasang AC 1.5 PK dengan kapasitas Btu 12.000 itu baru bisa tercapai suhu 20 derajat.

Sebenernya cara kerja AC non-inverter adalah sebagai berikut : Suhu di remote misalnya 23 derajat. Pada saat AC dinyalakan akan terdengar bunyi “tek” yang menandakan kompressor AC menyala dan gas Freon akan dipompa dari kompressor ke evaporator AC di unit Indoor dan disembur oleh kipas AC sehingga angin yang keluar adalah angin dingin. Unit thermostat di Indoor AC akan bekerja sama dengan unit komputer di AC untuk berusaha membuat ruangan mencapai suhu 23 derajat Celsius. Jadi saya tekankan suhu di remote AC TIDAK SAMA dengan suhu ruangan. Suhu di remote AC itu adalah kita sebagai pengguna AC meminta kepada AC supaya membuat ruangan mencapai suhu yang ada di remote AC. Nah apakah AC-nya mampu membuat suhu ruangan sama dengan suhu remote? Belum tentu, apalagi kalau remote dibikin suhu 16, maka pasti tidak akan bisa. Outdoor unit akan kepanasan sebelum suhunya tercapai, kecuali kalau PKnya melebihi kebutuhan ruangan.

Nah selama suhu ruangan belum tercapai, kompressor akan bekerja FULL 100% sampai suhu ruangan tercapai ATAU kompressor terlalu panas jadi akan di cut off atau dimatikan. Pada saat itu akan terdengar lagi bunyi “tek” yang menandakan kompressor AC mati. Apabila suhu sudah mencapai 21.9 derajat kebawah, kompressor akan mati menandakan suhu sudah tercapai. Angin yang keluar dari kisi-kisi AC akan jadi seperti kipas angin. Kemudian setelah suhu ruangan sudah diatas 24.9 derajat, kompressor akan kembali menyala ditandai dengan bunyi “tek” lagi.

Hal ini akan terjadi berulang-ulang selama AC dinyalakan. Nah sekarang bayangkan anda menyetel remote AC di suhu 16 derajat. Ruangan anda TIDAK AKAN pernah mencapai suhu 16 derajat sehingga kompressor AC hanya akan mati saat sudah terlalu panas. Tindakan ini tentu saja akan memperpendek umur kompressor AC. SEHARUSNYA dengan suhu hanya 23 atau 24 derajat saja dengan fan di tingkat kedua anda sudah merasa dingin banget. Kalau tidak dingin dan AC tidak ada masalah, kemungkinan besar PK AC anda tidak cukup untuk mendinginkan seluruh ruangan.

Kalau cara kerja AC Inverter berbeda. Kompressor AC tidak pernah mati. Yang ditambah atau dikurangi hanya daya AC ke kompressor. Kelebihan utama dari Inverter selain listrik yang lebih hemat karena kompressor bekerja terus namun stabil, sama seperti menyetir mobil keluar kota pasti lebih hemat BBM karena banyak lewat tol dengan kecepatan tinggi namun konstan dibanding menyetir di dalam kota yang gas-rem-gas-rem terus karena macettttt… Adalah suhu ruangan yang lebih stabil.

Untuk AC non-inverter, fluktuasi suhu ruangan adalah lebih kurang 2 derajat celsius. Sedangkan untuk AC Inverter adalah 0.5 derajat Celsius. Jadi secara teori yah, kalau di AC Non-Inverter anda men-set suhu remote 23 derajat, suhu di ruangan anda adalah antara 21 – 25 derajat Celsius. itulah kenapa biasanya pada saat pake AC Non-Inverter jam 4 pagi anda suka mematikan AC karena kedinginan. Betul apa betulll? Kalau pakai AC Inverter suhu 23 derajat akan terjaga selama AC dinyalakan karena suhu ruangan hanya akan antara 22.5 – 23.5 derajat.

Oke kembali ke suhu remote dan fan. Jadi saya bisa pastikan walaupun anda menggunakan AC Inverter, selama anda setel suhu remote 16 derajat dan fan maksimum, penghematan listrik anda adalah NOL BESAR! alias tidak ada penghematan sama sekali! Bahkan bisa lebih boros dibanding AC non-Inverter. Hal ini bisa terjadi karena biasanya AC Inverter memiliki Watt yang lebih besar pada saat start awal untuk mendinginkan ruangan lebih cepat. Jadi kalau anda tetap ngeyel sukanya pake suhu 16 dan fan maksimum, mending pake AC Low Watt. Saya jamin lebih hemat listrik.

Jadi kunci dari cara menggunakan AC yang benar adalah cukup setel suhu remote di 23 – 24 derajat tergantung tingkat tahan dinginnya anda. Pokoknya kalau tidur tanpa selimut masih bisa dan tidak kedinginan. Nah temukan suhu dimana anda bisa tidur tanpa pakai selimut. Set suhu remote anda di suhu itu, niscaya kompressor AC anda akan lebih awet karena tidak perlu kerja terlalu berat, dan suhu ruangan bisa tercapai sesuai dengan suhu remote.

3. Jangan langsung nyalakan AC ketika listrik mati lalu nyala

Kalau AC baru dimatikan, entah karena listrik jebret atau tidak sengaja kepencet tombol off-nya, JANGAN langsung dinyalakan kembali. Biarkan oli kompressor dan gas freon kembali ke kompressor dulu dan beristirahat selama minimal 1 menit. Niscaya umur kompressor anda akan lebih panjang. Cara menggunakan AC yang benar ini adalah salah satu cara paling efektif dalam memperpanjang umur kompressor AC anda.

4. Insulasi ruangan yang baik

Banyak faktor yang menyebabkan AC nya tidak dingin, antara lain : banyak bukaan (jendela), salah penempatan indoor, jarak indoor dan outdoor yg terlalu jauh. Selain itu, semakin besar beda suhu target yang diinginkan dengan suhu lingkungan luar, maka semakin berat kerja AC, terlebih jika insulasi ruangan tidak bagus.

Apabila kita sering keluar masuk ruangan, pastikan pintu selalu ditutup kembali. Atau kalau kamar tidur kita ada kamar mandinya, pastikan supaya pintu selalu ditutup kembali. Mengapa? Karena begitu ada pintu yang terbuka, angin dingin akan langsung keluar ruangan, dan AC akan kembali berusaha menurunkan suhu di dalam ruangan. Nah apabila pintu terus terbuka, baik ke kamar mandi atau bahkan ke ruangan lain di luar kamar, sebenarnya ukuran ruangan yang didinginkan jadi lebih besar dari seharusnya. Ini akan berimbas dengan kompressor yang akan terus bekerja menjaga suhu ruangan agar sama dengan suhu remote. Itulah kenapa di semua mall di Jakarta pintu kaca yang menghubungkan tempat parkir dengan Mall pasti ada stiker di pintu kacanya yang kira-kira bertuliskan “Pintu harus selalu dalam keadaan tertutup”

5. Tempatkan bagian outdoor pada tempat yang tepat

Jauhkan dari terik matahari secara langsung, debu maupun air hujan.

6. Bersihkan debu di atas lemari & di dinding tembok secara rutin

Musuh utama bagi AC adalah debu. Debu yang menumpuk di atas lemari atau dinding tembok akan disaring oleh AC dan menyulitkan kerja AC. Semakin banyak debu yang menempel pada AC, maka akan mengakibatkan kerja AC yang semakin sulit dan anda harus melakukan cuci AC lebih sering lagi.
Karena itu kami sarankan anda untuk membersihkan debu diatas lemari dan dinding tembok secara rutin karena ini akan membantu kinerja AC secara tidak langsung.

7. Perawatan yang teratur minimal 3-6 bulan sekali

AC yang sudah kotor, terutama di filter, evaporator dan di kipas AC akan membutuhkan daya extra untuk mencapai kondisi pendinginan yang ingin dicapai. Contoh : kalau kipas dan filter AC sudah penuh debu misalnya, dari biasanya anda pakai fan kecepatan 1 sekarang harus maksimum baru dingin. Ini akan mengakibatkan pemborosan listrik yang tidak perlu. Begitu pula dengan unit outdoor, bila sudah kotor dan berdebu, pembuangan panas akan tidak bisa maksimal, sehingga kompressor lebih sering mati karena terlalu panas, padahal suhu ruangan belum tercapai.

Bahkan kalau ada yang merokok di dalam ruangan, atau dekat tempat yang banyak debu atau dapur, maka AC wajib dicuci setiap 2 bulan sekali. Jika anda tinggal di daerah dekat pantai, seperti di Pantai Mutiara, Pluit, Pantai Indah Kapuk, Ancol, dll. Kami sungguh menyarankan anda mencuci AC dengan AIR MINUM ISI ULANG, bukan air tanah ataupun air PAM dan dicuci setiap 2 bulan sekali sehingga pembentukan karat akibat udara laut dapat diminimalisasi.

Jangan lupa juga Filter AC yang ada di Indoor unit juga kalau bisa setiap 2 minggu sekali dicuci, karena setelah 2 minggu pasti seluruh permukaan filter-nya sudah tertutup debu tipis.

Telah dibaca :84147

Incoming search terms for the article:

,perawatan ac,cara merawat ac,cara perawatan ac,perawatan ac split,perawatan ac rumah,cara merawat ac rumah,cara perawatan ac rumah,suhu ac yang baik saat tidur,suhu ac yang baik,pemeliharaan ac split,cara tepat menggunakan ac biar tidak cepet rusak mesi nya,Perawatan ac bru

3 Responses to “Tips Merawat AC agar Awet hingga 10 Tahun dan Hemat Listrik”

  1. assalam mualaikum bang kuncara
    salam kenal saya dendy adanta dari universitas sriwijaya
    saya izin copy materinya bang untuk tugas skripsi saya, yaitu pembuatan ebook sistem ac

    [Reply]

    Purba Kuncara Reply:

    @dendy adanat, silahkan mas

    [Reply]

  2. Saya hanya bisa melakukan clean up filter pada air conditioner di rumah. Selain itu, saya serahkan ke service AC.
    Kalau soal pemakaian, apalagi setting temperature anak aya tetep saja minta di setting 18 derajat, padahal kan nggak mungkin bisa tercapai. Yang ada hanya AC jalan terus.

    [Reply]

Leave a Reply