My Dream Job Is To Be A ….

Setiap orang tentu punya cita-cita waktu kecil. Apa cita-cita kamu waktu kecil ? Jadi pilot ? jadi dokter ??? Umumnya anak kecil memang cita-citanya itu ya… Tapi kalau saya dulu cita-cita pingin jadi masinis karena waktu kecil sering naik kereta api dari Wlingi (Blitar) ke surabaya. Jadi pengen banget jadi masinis biar bisa naik kereta api setiap hari. Tapi waktu besar ternyata semuanya berubah…. Malah lulus dokter umum, tapi akhirnya ga praktek.. xixixii

Sumber foto : Google

Sampai sekarang saya masih suka naik kereta Api…Dan kesukaan itu juga diikuti oleh anak saya yang pertama… Dia sangat excited melihat kereta api dan sering minta ke stasiun kota kediri.

Waktu SD saya punya cita-cita pingin punya stasiun radio FM. Saya kenal dengan pemancar FM karena kakak nomer 1 yang demen banget dengan dunia broadcast. Sampai kakak bela-belain ikutan kursus penyiar di RRI, dan buku-buku diktatnya saya baca dan pelajari. Itu cita-cita waktu SD ya… Sampai SMP saya masih doyan brik-brikan di 3 meter band. Meski pernah rumah dilempari batu karena nyeplet ke tivi tetangga. Hihihi.. Makhlum waktu itu belum kenal yang namanya SWR, Rig Expert (buat matching antena) dan LPF (Low Pass Filter).

Waktu SMA cita-cita saya berubah. Saya ingin jadi ahli IT karena melihat seorang programmer itu kok KUERREENN Yah… (Karena saya dulu ga suka berhadapan dengan orang-orang banyak. Saya cenderung tertutup, tidak seperti sekarang ini). Tapi cita-cita itu sirna karena Ayah (alm) menginginkan saya masuk kedokteran, padahal saya ingin masuk S1 Informatika ITS. Seandainya saya masuk ITS, mungkin sudah jago bikin program ya? kerja di perusahaan nasional yang besar. Tapi kenyataannya berkata lain… Untungnya saya punya teman-teman yang bisa programming dll. Saya banyak belajar dari teman-teman.

Hingga saat kuliah di kedokteran, hal pertama yang saya minta pada orang tua adalah sebuah handycam. Karena saya memang suka banget dengan dunia shotting menyooting ini dari sejak kecil. Saat SD saya sempat menghebohkan desa karena berhasil membuat mainan shooting-shootingan dari kardus dan cermin yang saya cat sedemikian rupa hingga mirip kamera video shooting sony. Lensanya menggunakan botol aqua. Yah, itulah indahnya masa kecil saya, di samping banyak juga hal-hal menyakitkan yang saya alami waktu kecil. Trauma-trauma yang saya alami membuat saya banyak membaca buku-buku psikologi dan pengembangan diri.

Menjelang akhir S1 di Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Brawijaya Malang, saya mulai lagi menuliskan mimpi-mimpi saya, yang hampir sebagian besar mimpi tersebut kesampaian dalam 3 tahun setelahnya. Puji Tuhan! Salah satu yang kesampaian adalah : ingin bekerja di rumah saja, dari mana saja dan kapan saja. Hehehe. Beruntung sekali saya dipertemukan dengan dunia internet marketing, meski awal-awalnya saya sering dihujat oleh teman-teman karena mereka menganggap bahwa mendapatkan uang dari internet hanyalah hoax semata. Saya sempat menyerah beberapa kali dalam 3 tahun pertama menggelutinya.

Ya, bekerja di rumah, tiap hari bisa ketemu anak dan istri. Kemana saya pergi, mereka bisa ikut.

Bersyukur saya dipertemukan dengan orang-orang yang mengubahkan hidup saya, salah satunya adalah HARTONO. Hartono ini adalah pemimpin komsel (komunitas sel) Blimbing waktu itu di GBI Diaspora Sejahtera Malang (tahun 2007 – 2008). Hartono berkata waktu itu : “Saya ingin bisa membuat website yang bisa diakses oleh banyak orang sekalipun saya sedang tidur”. Saya langsung dapat ide : “Wow, keren ini. Saya harus bisa membuat web”. Tapi sebenarnya hal ini berkaitan juga dengan waktu SMP dimana saya sudah belajar mengedit website HTML, belajar programming WS dan flow cart, hingga saya dipertemukan seorang teman kuliah yang unik bernama Dokter TULUS SAMPURNO. Dari Tulus inilah saya cukup banyak gambaran tentang dunia website.

Tulus adalah salah satu teman yang di saat kuliah sering bawa leptop ke kampus. Waktu itu leptop masih besar-besar dan cukup mahal harganya. Saya masih punya PC saja yang waktu itu harganya di atas 4 juta (cukup mahal waktu itu). Saya mengajak ngobrol Tulus waktu naik tangga : “Kamu ngapain lus kok sering bawa leptop?”. Lalu Tulus menceritakan bahwa dia mengerjakan web-web Perhutani dll. Salah satu hal yang membuat saya terkagum-kagum adalah ketika tulus bercerita bahwa dia punya keinginan untuk membuat data center. Wow, data center ???? Waktu itu saya kira membangun data center itu kayak di kampus begitu, dimana komputer servernya buanyakkkk… Processor XEON dll.

Beberapa tahun setelah ngobrol dengan tulus itu saya dipertemukan dengan kakak kelas yang jago hacking. Saya lupa namanya. Waktu itu saya masih clerk (pra koas / pra dokter muda) di Kebinanan dan kandungan (obgyns) RSSA Malang. Kakak kelas itu sedang membaca sebuah buku yang membahas tentang DATA CENTER. Wow… apakah itu data center?  lalu saya coba membaca bukunya tat kala ia sedang menghadapi pasien. Hehehe…

Puncaknya saya mau nyemplung ke dunia perhostingan (jualan hosting) tahun 2008 adalah setelah ketemu dengan seorang teman bernama Stephanus Arief di Camp Pemuda Se Jawa Timur yang diadakan oleh CMC Surabaya tanggal 27-30 September 2008 di Rumah Retreat Sawiran KM-6, Nongkojajar Purwodadi. Dari Steve ini saya mantaf untuk berjualan hosting setelah ia menceritakan tentang seluk-beluk dunia hosting di Surabaya dan Jakarta. Waktu itu ada 3 perusahaan hosting yang cukup terkenal, antara lain : rum*hweb, i*webhost dan jag*anhosting. 1 Bulan setelahnya, tepatnya tanggal 29 Oktober 2008 lahirlah web berbayar pertama saya, yaitu adabisnis.com. Dan tahun 2011 saya baru launching klikhost.com yang masih exist hingga sekarang.

Saya masih punya keinginan suatu ketika nanti punya software atau layanan berbasis cloud yang berhubungan dengan dunia medis. Entah apa itu, saya sendiri juga belum tahu ^^

Keep IT Simple Stupid!

Telah dibaca :132

Tinggalkan komentar