Lebih bagus mana antara Wifi 2.4 GHz dan 5 GHz ?

Jika Anda baru belajar tentang dunia antena wifi, mungkin Anda akan dihadapkan pada 2 pilihan : menggunakan radio dengan frekuensi 2.4 GHz atau 5 GHz ? pilih mana ???

Tidak usah bingung!!!

Mari kita bahas satu persatu perbedaan keduanya :

1. Daya Jangkau (Kekuatan Sinyal)

Wifi yang beroperasi di 2.4 GHz memiliki frekuensi yang lebih rendah dibandingkan dengan wifi yang beroperasi di frekuensi 5 GHz. Menurut ilmu fisika, semakin rendah frekuensi gelombang, maka akan semakin besar panjang gelombangnya. Itu artinya, semakin besar panjang gelombangnya, maka akan semakin jauh daya pancarnya.

Jadi bisa disimpulkan bahwa wifi yang beroperasi dengan frekuensi 2.4 GHz memiliki pancaran atau jangkauan sinyal yang lebih besar atau lebih jauh dibanding dengan Wifi 5GHz. Sehingga tidak heran jika jarak 4 km bisa dapat sinyal -30 dbi.

Radio wifi 2.4 GHz dibanding dengan radio wifi 5 GHz dengan daya pancar yang sama, maka yang 2.4 GHz akan lebih jauh pancarannya (lebih kuat sinyalnya). Tapi pada kenyataannya, frekuensi 2.4 GHz paling sering mengalami permasalahan interferensi karena penggunanya yang cukup banyak, apalagi di kota besar yang padat dengan sinyal wifi. Sehingga sekalipun sinyalnya bagus, tidak menjamin internetnya akan lancar. Hal ini masuk akal karena wifi 2.4GHz adalah wifi pertama yang dipakai untuk data komunikasi dan jumlah penggunanya sangat banyak, sedangkan 5 GHz baru dikembangkan belakangan ini.

Hal ini juga berkaitan dengan daya tembus. Frekuensi 5 GHz sangat terpengaruh dengan adanya penghalang ketimbang 2.4 GHz. Adanya daun, bambu, pepohonan dll sangat berpengaruh pada frekuensi 5 GHz. Jadi jika Anda menggunakan radio 5 GHz, pastikan tidak ada satupun penghalang untuk jarak jauh. Di lapangan, tidak jarang wifi 5 GHz pada kondisi kemarau sinyalnya bagus, tapi pada kondisi hujan sinyalnya jadi jelek.

wifi2
2. Kapasitas Bandwidth

Kapasitas bandwidth tergantung pada aturan atau standarisasi dari badan internasional. Fakta yang ada adalah bahwa data rate dari wifi 2.4 bisa sama dengan wifi 5 GHz. IEEE802.11b/g dengan data rate 54Mbps sama dengan IEEE802.11a.

Wifi 2.4GHz sepertinya sudah tidak begitu berkembang lagi, karena pengembangan saat ini lebih difokuskan kepada frekuensi 5 GHz. Hal ini mungkin disebabkan oleh karena kemampuan frekuensi 5 GHz untuk membawa data yang besar meski jarak jangkauannya lebih rendah.

 

3. Keamanan

Sistem keamanan pada semua wifi adalah sama : MAC Address Filter, SSID, WEP dan WPA. Jadi sama saja, mau pakai 2.4 atau 5 GHz sistem keamanannya sama saja.

 

4. Daya Pancar dan Gain Antena

Power antenna atau power perangkat atau gain atau kekuatan daya pancar sinyal tergantung dari spesifikasi dari perangkat tersebut, bukan terletak pada frekuensi yang digunakan.

Gain atau kekuatan antenna bisa ditambahkan dengan menambah penguat atau amplifier. Gain antenna tidak diturunkan atau dinaikkan hanya dengan mengganti frekuensinya.

Semakin tinggi gain antena, maka akan semakin bagus. Tapi hal ini sekali lagi disesuaikan dengan kondisi berikut : jika jarak pendek, lebih baik menggunakan antena dengan GAIN rendah. Kenapa ? karena semakin tinggi GAIN antena, semakin sempit pula sudutnya, sehingga untuk jarak dekat (<6 km), kadang-kadang sulit POINTINGnya. Kena angin sedikit sudah menurun sinyalnya karena berubah arahnya. Tapi teknisi yang berpengalaman akan mampu mengatasi hal ini.

Sedang untuk jarak jauh, antena dengan GAIN tinggi akan lebih bagus. Karena sekalipun sudutnya sempit, jika jarak jauh maka sudutnya otomatis akan melebar. Sehingga pointingnya tidak susah. Misal untuk jarak > 40 km, lebih baik menggunakan antena dengan gain 30db, misal ROCKET DISH.

Bisa terlihat dari gambar di atas, semakin tinggi gain antena, akan semakin jauh jangkauannya karena sudutnya semakin dipersempit (lebih mengarah ke salah satu arah).

Gambar di atas diambil dengan menggunakan Tools di https://airlink.ubnt.com. Dengan tools ini, Anda bisa memperkirakan apakah ada penghalang atau tidak. Anda bisa lihat Line of Sight (LOS), Frensel zone dan Clearance Zone. Dengan tools ini pula Anda bisa menentukan mau menggunakan radio UBNT dengan tipe apa. Tapi sekali lagi, ini hanya untuk perkiraan saja, karena di lapangan bisa saja ada pohon/pepohonan yang menghalangi.

Semakin tinggi antena harusnya semakin bagus karena semakin LOS (tidak ada penghalang) dan fresnel zone aman. Tapi hal ini di lapangan terkadang tidak sesuai dengan teorinya. Anda harus melakukan percobaan dengan ketinggian 10 meter bagaimana, 20 meter bagaimana dst… Karena terkadang 10 meter lebih bagus dibanding 20 meter. Hal ini bisa saja terjadi karena semakin tinggi antena, maka semakin banyak radio lain yang akan masuk, sehingga kemungkinan besar INTERFERENSI juga bertambah banyak. Dan jangan lupakan untuk sudut verticalnya harus disesuaikan jika ketinggian tidak sama tinggi.

Jika banyak interferensi (banyak radio lain yang menggunakan frekuensi yg sama atau berdekatan), Anda bisa ubah ke frekuensi yang masih kosong. Bisa di bawah atau di atas, atau di tengah, yang penting tidak ada radio lain yg menggunakan atau berdekatan.

Jangan melihat kekuatan sinyal sebagai satu-satunya acuan, tapi lihatnya juga CCQ. CCQ atau link quality ini justru yang PALING PENTING. Sebagai contohnya pada kanal atas, sinyalnya menurun, tapi ternyata CCQnya malah lebih bagus dibanding kanal bawah. Maka, pilihlah frekuensi atas. Hal ini umumnya karena adanya INTERFERENSI.

 

5. Topologi

Untuk topologi jaringan, Wireless LAN tidak ada yang berbeda antara wifi 2.4 dan 5 GHz.

 

6. Modulasi

Teknik modulasi yang dipakai oleh wifi 2.4 GHz dan 5GHz ada dua, yaitu Direct Sequence Spread Spectrum atau DSSS dan Orthogonal Frequency Division Multiplexing atau OFDM.

Teknik modulasi OFDM dan DSSS ditentukan berdasarkan pada standarisasi yang digunakan oleh sebuah perangkat wifi dan bukan berdasarkan pada jenis frekuensi yang dipakai.

Misalnya wifi dengan standar IEEE 802.11g yang beroperasi pada frekuensi 2.4 GHz menggunakan modulasi DSSS dan OFDM. Pada wifi dengan standar IEEE 802.11a juga menggunakan modulasi OFDM. Wifi dengan standar IEEE 802.11n menggunakan dua modulasi, DSSS dan OFDM.

Untuk wifi dengan standar IEEE 802.11b hanya menggunakan modulasi DSSS. OFDM dan DSSS. Antara OFDM dan DSSS, performanya lebih bagus OFDM dari pada modulasi DSSS.

 

Jadi dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa perbedaan utama antara wifi 2.4 GHz dan 5 GHz lebih terletak pada sisi karakter bawaan frekuensi yang dipakai, yaitu daya jangkau dan beratnya beban yang bisa dilalui. Dengan asumsi bahwa power atau gain yang sama maka daya jangkau frekuesi 2.4 lebih jauh dari 5 GHz. Sedang pada besarnya bandwidth yang dapat dibawa, frekuensi 5 GHz lebih unggul karena interferensinya lebih sedikit ketimbang 2.4 GHz, sehingga beban yang dibawa bisa lebih besar.

wifi1

Di luar itu, antara wifi 2.4 dan 5Ghz hampir tidak ada perbedaan karena keduanya menggunakan teknologi sama atau sesuai dengan aturan IEEE 802.11xxx, mulai dari urusan topologi sampai urusan keamanan. Di lapangan, masih banyak HOTSPOT dan PTP yang menggunakan frekuensi 2.4 GHz. Tapi umumnya frekuensi 2.4 GHz lebih ditujukan untuk multipoint, seperti akses di kantor, sekolah dan rumah. Sedang 5 GHz lebih umum digunakan untuk PTP.

Berikut bayangan jika Anda ingin PTP (point to point) dengan frekuensi 5 GHz :

  • Jarak <5 km : UBNT litebeam 5
  • Jarak 5 – 10 km : UBNT Powerbeam M5 400 atau Mikrotik Groove dg antena Grid kenbotong 24db.
  • Jarak 10 – 30 km : UBNT Rocket M5 + Rocket Dish 30 db, mikrotik basebox + rocket dish 30db, Powerbeam M5 500
  • Jarak 30 km – 50 km : Mikrotik NetMetal 2000mw + rocket dish 30 db/33db.

Jika Anda ingin order peralatan di atas secara online, Anda bisa order di www.antarlangit.com. Anda juga bisa konsultasi dengan teknisinya untuk spesifikasi yang tepat sesuai kebutuhan Anda.

Sinyal yang bagus agar internet bisa lancar minimal -75 dbi. Diutamakan untuk dapat sinyal di atas -60 dbi. Atau kalau bisa -40 dbi lebih bagus lagi. Yang terpenting bukan besar sinyalnya, tapi LINK QUALITY. Link quality ini berkaitan dengan KESTABILAN, CCQ, dan beban yang bisa dilewati. Sinyal bagus tapi tidak bisa dilewati beban besar atau kurang stabil, biasanya disebabkan karena masalah INTERFERENSI. Anda harus geser ke frekuensi lain, satu persatu dicoba sampai dapat CCQ yang bagus.

 

Peluang Membuka Usaha Hotspot

Jika Anda ingin membuka usaha hotspot, dimana Anda mengambil sumber internet yang jauh dari tempat Anda, misalnya Anda order biznethome 50 mbps, maka pastikan harga jual Andapun jangan terlalu murah. Hal ini berkaitan dengan biaya maintenance. Umumnya jika radio netmetal diberi beban 50 mbps secara terus menerus, maka akan CEPAT RUSAK. 1 tahun umumnya sudah LELAH dan harus dimasukkan ke GUDANG. Kecuali bebannya cuma 10 mbps, tentu akan lebih ringan. Atau jika Anda ingin membawa beban 100 mbps, beli radio yang kuat dilewati 1 Gbps sekalian, seperti ubnt airfiber 5U.

Paling enak dan modalnya tidak besar kalau untuk usaha hotspot adalah dengan cara  : Berlangganan internet dengan fiber optic, lalu disebar ke pelanggan dengan menggunakan kabel LAN, bukan radio wifi. Gunakan mikrotik untuk pengaturan bandwidth.

 

Frekuensi 5 GHz yang bebas digunakan di Indonesia tanpa perlu ijin

Adapun beberapa hal penting yang diatur di dalam Peraturan Menteri Kominfo No. 27/PER/M.KOMINFO/6/2009 antara lain sebagai berikut :

  1. Pita frekuensi radio 5.8 GHz pada rentang frekuensi radio 5725 – 5825 MHz ditetapkan untuk keperluan layanan pita lebar nirkabel (wireless broadband) dengan moda TDD.
  2. Setiap pengguna frekuensi radio pada pita frekuensi radio 5.8 GHz untuk layanan pita lebar nirkabel (wireless broadband) diberikan izin penggunaan frekuensi radio berdasarkan izin kelas.
  3. Penggunaan frekuensi radio berdasarkan izin kelas tersebut wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut: a. digunakan secara bersama (sharing) pada waktu, wilayah, dan/atau tehnologi secara harmonis antar pengguna; b. dilarang menimbulkan gangguan yang merugikan; dan c. tidak mendapatkan proteksi.
  4. Penggunaan bersama (sharing) tersebut dilakukan berdasarkan koordinasi antar pengguna frekuensi radio.
  5. Dikecualikan dari ketentuan pemberian izin berdasarkan izin kelas, pemberian izin penggunaan frekuensi radio berdasarkan izin kelas tidak berlaku pada kota dimana terdapat pengguna pita frekuensi radio 5.8 GHz eksisting untuk keperluan layanan pita lebar nirkabel (wireless broadband)
Telah dibaca :788

Tinggalkan komentar