Kumpulkan hartamu di kekekalan

Umumnya manusia secara alamiah akan berpikir seperti ini ketika melakukan sesuatu : “Apa untungnya bagiku jika melakukan hal itu?”… Misal ketika bersedekah atau berbagi, memberikan zakat ataupun perpuluhan, mengajari orang secara gratis, akan berpikir 1000 x : “Apa untungnya bagiku ?”, “uangku jadi berkurang donk?”, “Wah enak donk mereka ga kerja tapi dapat duit?”, “wah enak donk mereka dapat gratisan?”

Yes, hal itu wajar kok. Tapi yang perlu dipahami adalah ketika kita memberikan sesuatu dari milik kita kepada sesama ciptaan Tuhan, sesungguhnya kita sedang menukar harta kita di bumi ini dengan harta di kekekalan. Jadi sebenarnya harta kita tidak berkurang, tapi justru sebenarnya kita sedang berbuat baik untuk diri kita sendiri…

Dan ketika memberikan sesuatu, coba tanyakan dulu kepada diri sendiri : “Apakah kita mau menerima pemberian itu?” … Misal Anda punya makanan yang sudah termakan sebagian. Jika ada orang lain yang memberikan itu ke Anda, apakah Anda akan menerimanya ? apakah justru Anda jadi tersinggung?

Setiap orang, sekalipun itu orang desa / kampung, orang miskin dan anak yatim sekalipun, mereka tetap punya PERASAAN. Berikan yang terbaik untuk mereka, sama seperti ketika Anda ingin diberikan yang terbaik oleh orang lain.

Berlombalah untuk terlebih dahulu memberikan rasa hormat kepada orang lain, siapapun mereka, berapapun derajat mereka.

Berlombalah melakukan kebajikan, sekalipun itu kecil, di mulai dari apa yang bisa kita lakukan sekarang…..

Harta di bumi bisa dicuri orang, tapi harta di sorga tidak bisa dicuri.

Di mana harta kita berada, di situ juga hati kita berada.

 

Mari membangun RUMAH YANG INDAH di SURGA!

 

#mindset

#HatiHamba

Telah dibaca :416

Tinggalkan komentar