Keuntungan dan Kerugian Tukang Borongan dan Harian

Bagi Anda yang masih pemula dalam soal membangun ataupun merenovasi rumah, maka memilih TUKANG YANG TEPAT sangatlah PENTING! Karena hal ini selain menyangkut soal biaya, juga soal kualitas hasil pekerjaannya. Merekalah yang mengeksekusi desain menjadi rumah yang akan Anda tinggali. Oleh karena itu, percuma saja jika desain rumah Anda bagus, tapi tukang bangunan yang dipilih tidak kompeten dan tidak profesional.

Memilih tukang bangunan memang gampang-gampang susah. Gampang, jika sebelumnya kita telah mengenal beberapa tukang bangunan yang bisa dipercaya. Sebaliknya, pencarian kita akan susah jika ini adalah kali pertama kita menggunakan jasa tukang bangunan.

Kita perlu cermat dalam memilih tukang agar hasil pekerjaan memuaskan dan biaya yang dikeluarkan tidak membengkak. Selain itu dalam memberikan upah kepada tukang, tentu kita harus lebih teliti khususnya dalam memilih sistem pembayaran upah seperti apa yang akan kita gunakan agar biaya yang dikeluarkan tidak membengkak dan hasilnya pun sesuai keinginan. Dengan membandingkan keduanya, maka kita bisa tahu mana yang lebih menguntungkan.

Ada dua sistem pembayaran upah yang diterapkan dalam membayar tukang, yaitu sistem borongan dan sistem harian. Masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan.

Perbedaan Tukang Harian dan Borongan

Pada Sistem Harian, kita akan memberikan upah kepada tenaga kerja atau tukang dihitung harian.

Sedang pada Sistem Borongan, kita menyerahkan sebagian atau sepenuhnya pekerjaan kepada mandor/tukang.

Sistem borongan dibagi menjadi dua sistem lagi, yaitu :
1. Sistem Borongan Tenaga
Pada sistem borongan tenaga ini, kita hanya akan membayar Tenaga/Orang yang digunakan dalam pekerjaan tersebut. Jadi disini, kepala tukang atau mandor akan menyediakan tenaga atau orang – orang yang dibutuhkan dalam pekerjaan tersebut hingga selesai, dan kita hanya perlu membayarkan tenaga mereka sedangkan semua kebutuhan material atau bahan sekecil apapun itu, menjadi tanggung jawab kita.

2. Sistem Borongan Tenaga dan Material (Penuh)
Pada sistem borongan Tenaga dan Material ini, kita akan membayarkan penuh kepada mandor atau tukang yaitu upah tenaga dan upah material. Jadi disini, kita akan melakukan negosiasi terlebih dahulu soal berapa upah yang diminta untuk membayar tenaga kerja dan belanja material. Biasanya sebelum memutuskan harga, mandor/tukang akan melihat jenis pekerjaan dan material yang akan digunakan jadi kita harus memiliki gambar rencana dan spesifikasi teknisnya.

Untuk menghemat bahan material sehingga untungnya bisa lebih banyak, di sini para pemborong biasa “nakal” dengan menurunkan kualitas bahan atau diirit-irit.

Dari sisi harga, biaya borongan yang tidak bersamaan dengan material relatif lebih murah dibanding dengan pola borongan material. Namun, besaran biaya keduanya tetaplah tergantung dari luas bangunan yang dibangun.

 

Sistem Tukang Harian

Pada sistem tukang harian, sebaiknya dilakukan jika Anda memiliki waktu yang cukup untuk mengawasi kinerja para tukang.

Kelebihan menggunakan tukang harian, yaitu tukang harus bekerja terus tanpa ada kesempatan menganggur. Selain itu, pekerjaan tukang harian biasanya lebih rapi karena dikerjakan per hari dengan detail. Biar pekerjaan tukang lebih efisian, kamu perlu menyiapkan terlebih dahulu material serta gambar teknik yang menerangkan bagian apa saja yang perlu direnovasi, dibangun dan dirobohkan, agar tidak ada bongkar pasang pekerjaan yang akan merugikan dari segi biaya dan waktu. Hal ini dilakukan guna mengefisienkan waktu kerja tukang, sebab semakin molor waktu pengerjaan maka akan semakin besar pula biaya yang Anda keluarkan. Pada sistem ini, Anda perlu membuat jadwal kerja para tukang agar pekerjaan mereka lebih terorganisir.

Buat kontrak dan perjanjian yang jelas, terutama yang terkait dengan waktu pengerjaan. Jangan sampai mencapai waktu yang melewati batas. Jadi terlebih dahulu tanyakan kepada tukang tersebut, BERAPA LAMA dia bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut? apabila menurut anda terlalu lama waktu yang dia minta maka anda perlu melakukan negosiasi waktu dan upah harian yang akan anda berikan kepadanya. Tujuan negosiasi ini adalah anda jadi punya perkiraan biaya dan waktu yang akan digunakan.

Kekurangan dalam Sistem Harian adalah kita harus setiap hari mengawasi terus pekerjaan dari tukang tersebut karena apabila tidak diawasi maka kemungkinan tukang tersebut akan mengulur waktu pekerjaan agar pekerjaan lebih lama selesai dan dia bisa mendapatkan upah kerja lebih banyak. HARUS DIAWASI TERUS AGAR PEKERJAAN RAPI, SESUAI INSTRUKSI DAN BISA CEPAT SELESAI karena biasanya tukang harian suka mengulur-ulur waktu agar dapat upah lebih banyak!!! Jadi sebaiknya memang perlu didiskusikan terlebih dahulu dengan tukang berapa hari dia akan selesai.

Meski sangat menyita perhatian karena harus diawasi secara langsung, sistem tukang harian ini memungkinkan Anda cepat mengetahui jika ada proses pengerjaan yang kurang sesuai dengan desain yang Anda buat. Dan bila pekerjaan tukang tidak memuaskan di tengah hari, misal hari ke-2, Anda dapat langsung menghentikan pekerjaannya dan mengganti dengan tukang yang lain tanpa harus menunggu hingga pekerjaan itu selesai.

Selain itu, jika skema harian maka Anda harus menyediakan materialnya sendiri. Tidak bisa dipastikan berapa material yang dibutuhkan. Anda sendiri yang urus bagaimana pasirnya datang, batu batanya butuh berapa, hal ini kadang memerlukan pemikiran dan bikin pusing. Kalau ada material yang kurang, maka proses pembangunan bisa tersendat. Kelebihannya adalah KITA BISA MENENTUKAN SENDIRI KUALITAS MATERIAL YANG KITA INGINKAN!

Juga skema harian, Anda menyediakan makanan, kopi, rokok, snack. Di adat jawa biasanya seperti itu. Ini adalah budget di luar ongkos tukangnya sendiri, kecuali ditentukan dari awal bahwa ongkos tukang sudah termasuk konsumsi.

Gunakan sistem tukang harian jika Anda sudah mengenal tukang tersebut (track recordnya). Dan sebaiknya untuk pekerjaan kecil saja (renovasi), seperti : mengganti letak pintu, mengganti keramik lantai, atau mengecat ruang kecil.

Jika Anda tidak mengenal satupun tukang, maka lebih baik Anda menggunakan tukang bangunan dengan sistem borongan.

 

Sistem Tukang Borongan

Tukang bangunan dengan sistem borongan ini sebenarnya lebih praktis dibandingkan dengan sistem harian. Pasalnya Anda hanya perlu mencari pemborong atau mandor bangunan yang tepat dan mempercayakan seluruh pengerjaan padanya. Nantinya, mandorlah yang akan mencari tukang sesuai dengan yang diminta pada mereka.

Pemborong akan menyodorkan BIAYA sesuai pekerjaan yang Anda minta. Jadi Anda sudah tahu estimasi biayanya berapa.  Inilah kelebihan dari sistem borongan daripada harian. Misal : membangun rumah tipe 45, dengan menggunakan granit, dengan car port ukuran sekian, hiasan taman seperti ini dan seterusnya.

Di sistem borongan, Anda nggak hanya bisa mempercayakan kerja tukang bangunan saja pada mandor, tapi juga bisa mempercayakan desain maupun bahan-bahan materialnya. Dengan begitu, Anda nggak perlu repot-repot lagi untuk membeli dan menyiapkan bahan material lagi. Bahkan Anda tidak perlu repot-repot menyediakan makan siang.

Kelebihan dari sistem borongan adalah kita tidak perlu setiap hari mengawasi pekerjaan tersebut, karena pekerjaan sudah menjadi tanggung jawab dari mandor/tukang. Kelebihan lainnya adalah pekerjaan bisa lebih cepat selesai.

Meski sudah mempercayakannya pada mandor, bukan berarti Anda nggak perlu melakukan pengawasan sendiri!!!! Pengawasan tetap harus dilakukan, karena biasanya para tukang hanya mengerjakan dengan asal cepat saja tanpa memperhatikan detil dan kualitas pengerjaan. Dan ini yang sangat umum dikeluhkan oleh orang yang menggunakan jasa tukang borongan.

Jadi kekurangan dari sistem borongan ini adalah pekerjaan bisa saja tidak rapi karena mandor atau tukang ingin cepat – cepat menyelesaikan pekerjaannya, mengutamakan kecepatan dan kuantitas tapi mengabaikan kualitas. Karena bagi pemborong, tambahan waktu kerja berarti tambahan waktu untuk biaya tukang, sehingga jika proyek lebih cepat selesai maka akan lebih baik. Dan hal lain lagi yang perlu dijaga adalah mandor yang tidak tanggung jawab pekerjaannya hingga selesai padahal kita sudah membayarkan upah yang disepakati.

Biasanya mandor akan menghitung borongan itu dengan hitungan seperti ini : biaya tukang harian x 2. Misal kalau dihitung sama mandor bahwa pekerjaan itu selesai dalam 2 hari, dan menghabiskan biaya tukang sekitar 200rb/hari, maka dia akan mengkalkulasi biaya borongannya sebesar : 200rb/hari x 2 hari x 2 = 800rb. Ada juga yang sistemnya dihitung per meter persegi. Itulah mengapa sistem borongan terkadang terkesan lebih mahal karena mandor juga harus ambil untung dari tugasnya dalam MENCARIKAN TUKANG dan MENGAWASI. Sayangnya, biasanya tukang-tukang tersebut dibayar lebih murah oleh mandor karena dianggap ikut proyek, sehingga tukangnya juga tidak maksimal dalam bekerja. Ingatkan MANDOR jika dia tidak mengawasi tukang setiap hari.

Sekali lagi, meski menyerahkan pekerjaan kepada tukang, Anda juga harus turut mengawasi hasil pekerjaannya. Jangan bosan-bosan mengunjungi pembangunan, simak dan cek keadaannya dengan mata kepala sendiri. Jangan sampai kualitas turun walaupun kuantitas terpenuhi. Jangan malas untuk mengomentari langsung hasil pekerjaannya kalau dirasa tidak beres, ITU HAK ANDA karena ANDALAH PEMILIK BANGUNAN TERSEBUT!

 

Tips Memilih Pemborong

  1. Pilih pemborong yang baik dan punya komitmen tinggi terhadap kualitas hasil kerja. Cek dulu rekam jejaknya. Ini sangat penting buat keberhasilan pembangunan. Jangan lupa tanyakan kepada kontraktor atau tukang bangunan yg anda sewa: pernah mengerjakan apa saja sebelum ini? Saudara saya pernah mengalami borongan penuh (beserta material), sudah dibayar 60juta tapi setelah itu pemborong tidak bisa dihubungi nomer HPnya.
  2. Datangi rumah yang pernah dia bangun. Kalau perlu, tanya pemilik rumah bagaimana kinerja pemborong itu.
  3. Ketahui apa yang ingin dikerjakan
    Anda perlu tahu rincian apa saja yang ingin anda bangun atau renovasi, dan besaran pekerjaan yg akan dibebankan pada tukang bangunan atau kontraktor.
  4. Jika lingkup pekerjaan sedikit, anda bisa menyewa jasa tukang bangunan harian (dengan sistem pembayaran per hari. Namun jika pekerjaan banyak, anda disarankan buat menyewa jasa tukang bangunan borongan. Bila anda menyewa jasa tukang bangunan harian tapi pengeluaran anda malah jadi membengkak bukannya berhemat, itu artinya lingkup pekerjaan terlalu besar & anda mestinya menggunakan tukang bangunan borongan.

 

Tarif Upah Harian

Jenis Pekerjaan Upah per Hari (Rp)

Pekerja 99.000

Tukang Gali 120.000

Kepala Tukang Batu 140.000

Tukang Batu 122.000

Kepala Tukang Kayu 140.000

Tukang Kayu 122.000

Kepala Tukang Besi 140.000

Tukang Besi 122.000

Kepala Tukang Cat 140.000

Tukang Cat 122.000

Tukang Aspal 122.000

Mandor atau Pengawas 158.000

Instalasi 140.000

Pembantu Instalasi 122.000

Tukang Babat Rumput 103.000

Kepala Tukang Pasang 122.000

Tukang Pasang Pipa 103.000

 

Sebelum akhirnya memilih salah satu sistem, hendaknya pikirkan dulu perihal waktu. Bila Anda tak memiliki banyak waktu untuk mengawasi, sebaiknya pilih jasa tukang borongan, namun tetap harus sesekali melihat perkembangan sampai mana proses pengerjaannya. Misalnya : borongan tukang cat, tapi ternyata pekerjaannya asal jadi. Hal ini bisa membuang-buang cat akhirnya.

 

Berikut komentar-komentar orang-orang yang saya kumpulkan dari youtube dll :

Mau borongan atau harian, Sama aja menurut saya,,
Sama sama bikin emosi😂😂
Tukang Borongan kerjaan blum brs trs di tinggal kabur,,
Klo harian Kerjanya di lama lamain😂😂
Itu yg pernah tak alami…

Itu klo di tempat saya si,, dan biasanya suka ada tukang yg agak nakal…

saya pilih borongan, dan sebelumnya ada pembicaraan masalah hasil kerja (kualitas = monitoring)
borongan itu lebih menguntungkan bagi mandor… (qualiti kontrolnya + target waktunya)
bayar tukang kecil, tapi untungnya banyak… bagi owner/pemilik bisa menempati lebih cepat dan harus di kontrol…

Suami Saya leader proyek dan selalu mengerjakan harian dengan target, hari ini harus selesai poin A B dan C, begitu terus… Jadi selalu kerja sesuai target… Apalagi kalo finishing bahkan lembur sampe jam 12 malam…

Betul rmh sy..cm pasang bata 2bln.6×8.5…
Di sambil kerja nukang di tempat lain…
Kerjaan ny gk bagus..cor2 pada melotot…dinding yg bekas bambu pada bolong gk tambalin..jd ky kandang dara..

Padahal sm tetangga..tp krn ku di LN..
Jd kerja gk beres .

Mandornya jg rajin, pagi siang sore ngecek hasil kerja anak buahnya, kl ada yg ga rapi sedikit saja pak mandor pasti ngomong ke anak buahnya.

betul 5X, apalg yg pemilik g mudeng bangunan bakal dikerjain…. ini kek gt kek… yg bener2 profesional hny sedikit…

Ya jngn digebuk rata bos, owner jg ada yg nggk bayar tukangnya/pemborong, dan klo sistem borong apalagi renov dengan seenak jidat mengekpresikan kemauan padahal tidak sesuai kesepakat, giliran dimintain tambah mbulet

Borongan kerjany ga rapih. Asal jadi

gk semua gitu pemborong banyak juga yg profesional dan banyak juga owner yg gk profesional q juga sering kena owner yg kyk gitu

Klo di pelosok desa/kampungku sulit cari pemborong yg profesional…
Yang ada ngasal tdk ada RABnya padahal bahan bangunan kan macam2 ada yang murah,ada yg mahal.
Bahan dan Perbandingan campuran cor juga ngasal, seperti batu pecah untuk cor kadang diganti batu sisa ayakan, semen juga ngirit, pembesian ngirit🤦‍♂️
Dan lagi klo borongan tidak bisa nyicil bosssku, biasanya minta dibayar sebagian di muka😂

Borongan/harian yg penting jujur…jd sm2 enak…enak di nikmati upahnya enak di tempati rmhnya.

Pengalaman di semarang kmrn pas bangun dapur (rumah baru dr developer blm ada dapur). tukang dateng jam 8 pagi, jam 2 siang udah beres mau pulang. kerjaan lelet parah. sempet juga pas sore2 lg mendung suruh pasang genteng ( ukuran L 5×1 m ) lembur bentar gk mau, mlh ngeyel bilang gk bakal ujan.(soalnya internit udah kepasang sbgian) alhasil mlm ujan deres ambrol semua . malah bengkak anggaranya…

Kalo harian banyaak buat jajan tukangnya. …! Rokonya aja sehari 20 ribu perorang kalo ada tiga orang tekor. Itu menurutku. Minding borongan

Kelakuan tukang sama kelakuannya ngeselin 👹👹👹

Saya pernah bangun rumah. Alkhamdulillah lancar. Saran saya:
– material beli sendiri dan konsultasikan sama tukangnya biar gak salah
– bayar upah mingguan. Klo ada yg mau kas bon, usahakan nilai kas bon jangan melebihi hari kerja yg sdh dikerjakan.
– klo borongan hrs kenal betul sama kinerja dan komitmen tukang. Krn tetangga saya pernah bangun rumah belum jadi ditinggal kabur dan tdk tanggung jawab
– mending tukang makan siang sndiri di warung biar gak repot. Kita hnya sedia snack ringan dan teh/air putih.
-pelunasan upah dilakukan bila rumah sdh dievaluasi bagian mana yg msh kurang dan sdh dilakukan perbaikan.

Pengalaman aqu banget. Bangun rumah pake harian di lama lamain waktunya. Tukangnya tidak profesional. Hasil akhirnya buruk. Aqu sedih setiap kali melihatnya. aqu mau bongkar dan bangun baru. Makasih infonya.

DI BORONGIN : tukang nya kita dah percaya ma tukang tapi kerja hasil nya gak karuan , belom tentu rapi om .
HARIAN : tukangnya ngelelet banyak mondar mandir nya hasil kerjanya 0 , tukang sekarang dah pinter2 duit iya kerjaan no 2 om .

punya ilmu bangun rumah + banyak waktu luang = harian lebih murah
ga punya ilmu membangun rumah + punya budget + ga mau repot + waktu luang mendesak = borongan lebih efisien

Saya lihat ada org bangun rumah 1 jam kerja trus rokokan guyunan kerja lagi terus nyantai

Aqu kok gk ccok yg nmanya borongan.biaya hbis,gk selesai kerjaan.gk konsisten,trus kdang sembrono.saya nglihat tetanggaku ikut sedih.pasang teras mobil saja biaya 9 jta lom slesai,masangnya terlalu tinggi,trus sebulan lom selesai.buang2 waktu.mau ditinggal pergi gk bsa.
Klo saya mantep harian.gk sampai sebulan selesai.

 

https://www.youtube.com/watch?v=p9NmJDzIvUU

 

Telah dibaca :1024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *