Ketergantungan Internet

1 bulan terakhir ini para netter dihebohkan oleh beberapa ISP yang mengalami gangguan koneksi internetnya. Mulai dari spee** yang lemot, smartf*** yang link internasionalnya down, flex* yang putus nyambung, dst.

Banyak rekan netter yang update status berisikan keluhan terhadap koneksinya yang kayak keong alias lelet, termasuk saya. Padahal salah satu provider itu di iklannya bilang “selamat datang di jaringan ANTI lelet”, dengan jargon #ihateslow, tapi ternyata tidak selamanya sesuai kenyataan. Sewaktu terjadi gangguan, bilangnya sedang terjadi optimalisasi jaringan (klise), padahal entah apa yang sebenarnya terjadi.

Seorang teman yang memiliki bisnis offline menyeletuk di BBM “Berapa hari ini statusmu kok keluh kesah sama internet to pak dokter?”…

Lalu saya balas “memang pekerjaanku sangat bergantung dengan internet kok 🙂 …”.

Saya menjalankan usaha yang bergerak di bidang jasa secara fulltime di internet. Jadi kalau tidak ada akses internet, ya tidak bisa maksimal kerjanya. Sementara blackberry juga internetnya masih lemot, jadi tidak banyak membantu kalau untuk pekerjaan yang membutuhkan upload data dalam jumlah besar. Akibat gangguan tersebut, banyak pekerjaan dan orderan yang terbengkelai.

Lalu ada yang menyeletuk : “kok tidak pasang spee** ?”. Karena saya ada di daerah, dan saat ini masih belum tinggal menetap, jadi memasang koneksi yang menggunakan kabel telfon masih menjadi nomer kesekian. Lagian juga belum ada kabel telfon yang sudah terpasang di kompleks perumahan ini.

Modem yang bisa dibawa kemana-mana masih menjadi pilihan saya saat ini karena terkadang ketemu dengan klien, instalasi di studio dll merupakan hal yang kadang harus dilakukan.

Kasus yang terjadi akhir-akhir ini adalah akibat putusnya kabel fiber optic bawah laut akibat jangkar kapal. Ada pula isu yang lain menyebutkan bahwa ada pencurian kabel. Anda bisa membacanya di sini. Sampai akhirnya ada kaskusker yang menulis threat untuk mengajak pengguna yang “merasa” dirugikan. Silahkan baca di sini.

Harus diakui bahwa tidak ada satupun operator seluler yang tidak pernah ada gangguan pada internetnya. Entah itu cuma sekali dua kali seminggu. Apalagi harganya juga sangat murah dibanding dengan koneksi menggunakan modem.

Ketergantungan internet memang sudah menguasai banyak lini ekonomi. Bayangkan saja gara-gara ada gangguan internet, beberapa orang datang ke kantor p*s untuk melakukan pembayaran kreditan sepeda motor saja harus menunggu 6 hari. Hal ini menyebabkan molornya waktu dan sebagian besar kegiatan ekonomi jadi lumpuh sesaat.

Semoga ke depan gangguan seperti ini bisa diantisipasi oleh provider. Dan bagi pebisnis online, ada baiknya menggunakan koneksi backup. Biar mahal sedikit yang penting cepat dan sedikit gangguan. Daripada terus mengeluh, mengumpat dan malah tambah stress dan bikin kepala cenat cenut :p

Untuk koneksi backup, saat ini saya gunakan AXIS Pro Unlimited. Lumayan, bisa dapat 1 Mbps dengan harga 25rb/minggu (kuota 750 mega).

Anda bisa membaca detail mengenai submarine fiber optic di sini atau lihat gambarnya di sini.

Telah dibaca :6078

Tinggalkan komentar