Category Archives: Bisnis

Harga di tetangga lebih murah ? Bikin down deh

Telah dibaca :239

Ada seorang bertanya : “Pak, saya jualan produk A di web. Tapi waktu saya lihat di web lain ada yang jual lebih murah, saya jadi bingung. Gimana bisa laku produk saya kalau ada web lain yang menjual lebih murah. Padahal kan calon pembeli akan tahu soal itu”.

Pertanyaan itu terasa menggelikan memang, terutama bagi kita yang sudah lama berkecimpung di dunia marketing. Bukan bermaksud sombong lo ya :)

Penanya tersebut sesungguhnya sedang dilanda “penyakit” yang namanya MENTAL BLOCK. Mentalnya sudah jatuh ketika melihat ada penjual lain yang harganya lebih murah. Dia berpikiran bahwa apa yang dia kuatirkan itu juga yang dirasakan oleh calon pembeli, padahal belum tentu semua calon pembeli berpikir demikian.

Bagi saya, tidak perlu kuatir ketika ada orang lain menjual dengan harga lebih murah atau bahkan memberikan diskon terlalu banyak. Yang sebenarnya terjadi adalah bahwa masing-masing penjual memberikan add value  (nilai tambah) yang berbeda.

Penjual A memberikan add value berupa harga yang murah. Penjual B memberikan add value berupa pelayanan yang cepat. Penjual C memberikan add value berupa layanan konsultasi gratis dan bisa dihubungi dengan mudah.

Anda termasuk yang mana? atau Anda punya add value yang lain?

Kalau saya sih lebih baik mengambil margin keuntungan yang besar, yang otomatis harganya juga lebih tinggi dari yang lain dengan tetap mengefisiensikan biaya pengeluaran. Add value yang saya berikan adalah berupa : kecepatan dalam layanan, support yang cepat dan gratis, layanan konsultasi gratis untuk klien aktif. Dan sebenarnya hal ini menguntungkan kedua belah pihak (win win solution), baik pembeli maupun penjual. Pembeli dapat support optimal, penjual dapat untung banyak :)

Jadi jangan takut mengambil margin keuntungan yang besar dibanding yang lain. Selain itu bisa untuk manajemen risiko, Anda juga bisa gunakan profit tersebut untuk terus mengembangkan usaha Anda.

Yang penting : PeDe aja lagi…. rejeki ga akan kemana :)

Incoming search terms for the article:

,leave reply,value adalah pembeli

Benarkah Bisnis Internet Tanpa Modal ?

Telah dibaca :125

Seorang peserta seminar tentang bisnis internet memberi sanggahan pada saat sesi tanya jawab :

“Pak, saya tidak setuju dengan pernyataan Anda bahwa bisnis online itu tanpa modal!!! Buktinya saya ke sini saja ikut seminar Anda sudah keluar uang untuk bayar tiket dan bensin! Apa itu tidak bisa disebut dengan modal ? ”

Mau bisnis apapun, baik offline dan online tetap keluar modal. Keluar modal untuk cari ilmunya, untuk trial dan error dlsb.

Jadi mindset bahwa bisnis internet itu tanpa modal sebaiknya tidak ditanamkan pada para calon pebisnis online. Kuatirnya setelah tahu bahwa untuk iklan aja harus bayar, untuk bikin web aja harus bayar, setelah itu mereka malah ga lanjut lagi…. :)

Incoming search terms for the article:

,part time tanpa modal

Ketergantungan Internet

Telah dibaca :415

1 bulan terakhir ini para netter dihebohkan oleh beberapa ISP yang mengalami gangguan koneksi internetnya. Mulai dari spee** yang lemot, smartf*** yang link internasionalnya down, flex* yang putus nyambung, dst.

Banyak rekan netter yang update status berisikan keluhan terhadap koneksinya yang kayak keong alias lelet, termasuk saya. Padahal salah satu provider itu di iklannya bilang “selamat datang di jaringan ANTI lelet”, dengan jargon #ihateslow, tapi ternyata tidak selamanya sesuai kenyataan. Sewaktu terjadi gangguan, bilangnya sedang terjadi optimalisasi jaringan (klise), padahal entah apa yang sebenarnya terjadi.

Seorang teman yang memiliki bisnis offline menyeletuk di BBM “Berapa hari ini statusmu kok keluh kesah sama internet to pak dokter?”…

Lalu saya balas “memang pekerjaanku sangat bergantung dengan internet kok :) …”.

Saya menjalankan usaha yang bergerak di bidang jasa secara fulltime di internet. Jadi kalau tidak ada akses internet, ya tidak bisa maksimal kerjanya. Sementara blackberry juga internetnya masih lemot, jadi tidak banyak membantu kalau untuk pekerjaan yang membutuhkan upload data dalam jumlah besar. Akibat gangguan tersebut, banyak pekerjaan dan orderan yang terbengkelai.

Lalu ada yang menyeletuk : “kok tidak pasang spee** ?”. Karena saya ada di daerah, dan saat ini masih belum tinggal menetap, jadi memasang koneksi yang menggunakan kabel telfon masih menjadi nomer kesekian. Lagian juga belum ada kabel telfon yang sudah terpasang di kompleks perumahan ini.

Modem yang bisa dibawa kemana-mana masih menjadi pilihan saya saat ini karena terkadang ketemu dengan klien, instalasi di studio dll merupakan hal yang kadang harus dilakukan.

Kasus yang terjadi akhir-akhir ini adalah akibat putusnya kabel fiber optic bawah laut akibat jangkar kapal. Ada pula isu yang lain menyebutkan bahwa ada pencurian kabel. Anda bisa membacanya di sini. Sampai akhirnya ada kaskusker yang menulis threat untuk mengajak pengguna yang “merasa” dirugikan. Silahkan baca di sini.

Harus diakui bahwa tidak ada satupun operator seluler yang tidak pernah ada gangguan pada internetnya. Entah itu cuma sekali dua kali seminggu. Apalagi harganya juga sangat murah dibanding dengan koneksi menggunakan modem.

Ketergantungan internet memang sudah menguasai banyak lini ekonomi. Bayangkan saja gara-gara ada gangguan internet, beberapa orang datang ke kantor p*s untuk melakukan pembayaran kreditan sepeda motor saja harus menunggu 6 hari. Hal ini menyebabkan molornya waktu dan sebagian besar kegiatan ekonomi jadi lumpuh sesaat.

Semoga ke depan gangguan seperti ini bisa diantisipasi oleh provider. Dan bagi pebisnis online, ada baiknya menggunakan koneksi backup. Biar mahal sedikit yang penting cepat dan sedikit gangguan. Daripada terus mengeluh, mengumpat dan malah tambah stress dan bikin kepala cenat cenut :p

Untuk koneksi backup, saat ini saya gunakan AXIS Pro Unlimited. Lumayan, bisa dapat 1 Mbps dengan harga 25rb/minggu (kuota 750 mega).

Anda bisa membaca detail mengenai submarine fiber optic di sini atau lihat gambarnya di sini.

Incoming search terms for the article:

,purbakuncara com

Full Time vs Part Time

Telah dibaca :351

Pada dasarnya saya ini adalah orang yang “gila” kerja. Kalau sudah asyik bekerja, maka tidak bisa diganggu gugat. Tapi hanya pada pekerjaan-pekerjaan tertentu saja yang bisa saya kerjakan dengan senang hati. Untuk pekerjaan lain, saya sangat pemalas.

Pada awal 2011 saya memutuskan untuk full time di bisnis internet. Saat itu saya baru lulus 4 bulan dari dokter umum. Ternyata praktek jadi dokter umum itu kalau masih awal-awal begitu capek. Jaga UGD 24 jam. Pasien gawat datang jam 1 pagi. Benar-benar butuh sebuah komitmen dan kerja keras.

Di sisi lain, saya sudah merintis bisnis online dari tahun 2008. Sampai awal 2011 itu memang bisnis online saya mengalami kemajuan yang berarti. Beranjak mulai naik omsetnya hingga 12 – 15 juta per bulan. Tapi saya tidak bisa maksimal di keduanya itu, antara praktek dan bisnis. Di saat server mati, malah pas sedang menangani pasien gawat… X_x

Akhirnya atas saran kakak saya yang sudah menjadi direktur sebuah RS Pemerintah, saya disarankan untuk fokus. Fokus mau jadi dokter atau mau jadi pengusaha. Kalau mau jadi dokter, masuk aja ke RS. Seiring bergilirnya waktu, saya lebih condong untuk membesarkan usaha saya terlebih dahulu.

Di online sebenarnya sangat mudah mendapatkan 1 juta dalam sehari. Kalau seandainya rutin, hasilnya bisa melebihi gaji anggota DPR lo… he3..

Pendapatan 1 juta per hari di online bagi kebanyakan pebisnis internet yang sudah senior mungkin masih sangat kecil. Tapi bagi orang yang terbiasa usaha offline, uang segitu sudah lumayan banyak.

Nah, kembali lagi soal full time dan part time. Jika mau hasilnya maksimal, maka harus fokus dulu ke salah satu, jangan setengah-setengah.

Ada beberapa contoh, misalnya ada penjual jasa tertentu di internet, yang sebenarnya dia cuma part time di usaha itu. Dia lebih banyak offline. Suatu saat kliennya sudah membayar, tapi tidak diproses-proses. Dihubungi via telfon juga jawabannya : “sabar pak, sabarrrr”. Klien sudah bayar kan tentunya harus ditanggapi secara profesional, bukan cuma kata sabar sabar dan sabar.

Dari contoh ini saya belajar bahwa jika ingin mendapatkan service yang baik, carilah orang yang benar-benar serius dalam bisnis tersebut.

Incoming search terms for the article:

,maksud jadi dokter full time