Investasi Properti Tidak Selamanya Menguntungkan!

Investasi properti memang masih menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian kalangan masyarakat. Mereka percaya bahwa investasi properti nggak bakal mengenal kata depresiasi alias harga jual turun.

Tapi tetap saja, yang namanya investasi selalu ada risiko dan kelemahan dibalik keuntungan yang ditawarkan. Dengan kata lain: High Risk High Return.

 

 

Jadi walaupun banyak orang bilang bahwa bisnis properti sangat menguntungkan, sebenarnya tidaklah semudah seperti yang Anda lihat. Hasil maksimal dari bisnis properti ini sangat tergantung kepada strategi yang Anda jalankan. Dari mulai perencanaan yang harus benar-benar matang, pemilihan lokasi dan lainnya.

Biar Anda makin matang, berikut ini beberapa hal yang bisa jadi acuan Anda :

1. Lokasi, Lokasi, Lokasi, Lokasi (4L)

Lokasi adalah yang terpenting dalam element investasi properti. Lebih baik memilih lokasi yang lebih bagus dan lebih mahal sedikit daripada lokasi yang tidak bagus dan jauh lebih murah. Karena lebih baik mendapatkan rumah yang peningkatan harga tiap tahun jauh lebih tinggi daripada rumah yang murah tapi peningkatan harga tiap tahun minim.

Jadi sebelum mulai menginvestasikan uang, tentu kita harus mempelajari dulu lokasi saat ini dan proyeksi dalam beberapa tahun ke depan.

Lokasi terbaik untuk investasi properti adalah tempat-tempat strategis yang sangat dekat dengan pusat kota, yang memiliki akses transportasi yang memadai, baik itu angkutan umum atau fasilitas jalan yang baik, dekat dengan pusat pendidikan, seperti sekolah, rumah sakit dan lainnya, dekat dengan kantor pemerintahan, minimalnya kantor kecamatan dan usahakan harus dekat dengan pusat bisnis seperti mall dan pasar.

2. Fasilitas Memadai
Selain lokasi, beberapa fasilitas dalam perumahan juga sangat penting untuk dicermati. Hal tersebut karena setiap orang pasti menginginkan lokasi properti yang sudah ditunjang oleh fasilitas yang memadai, dari mulai fasilitas pendidikan, pusat perbelanjaan, pusat olahraga, play ground, akses transportasi yang memadai dan fasilitas lainnya.

3. Ketahui harga pasaran dan belilah properti yang dibawah harga pasaran
Apabila anda membeli properti dengan harga yang sangat tinggi, peningkatan harga tiap tahun akan terasa kecil. Namanya INVESTASI ya harus untung kan ? Kecuali kalau Anda sudah terlanjur jatuh cinta dan ingin menempatinya sendiri sebagai tempat tinggal, ya mau gimana lagi ???? 🙂

4. Gelembung Properti
Dikenal juga dengan istilah property bubble. Hal ini ditandai dengan melonjaknya harga-harga perumahan akibat meningkatnya permintaan dan spekulasi.

Ibarat balon udara yang terus membesar, permintaan akan berhenti dan kelebihan pasokan akan membuat harga properti menurun. Hal ini pernah terjadi di Amerika Serikat pada medio 2006, yang menyebabkan resesi ekonomi dan berimbas pada perekonomian global.

5. Biaya Perawatan dan Asuransi

Properti juga perlu dirawat buat menjaga nilai investasinya. Rumah yang terawat tentu bakal menarik minat pembeli dan mendongkrak harga jualnya.

Kita juga harus merogoh kocek buat membeli asuransi agar properti terlindung dari ancaman kebakaran atau bencana alam. Kalau properti nggak diasuransikan, bisa-bisa malah menuai kerugian. Tapi ini hanya opsional saja karena tidak semua orang tertarik dengan asuransi.

6. Modal Besar
Nggak bisa dipungkiri bahwa investasi di bidang properti termasuk INVESTASI PADAT MODAL, alias memakan modal besar. Maka diperlukan persiapan matang sebelum terjun ke bisnis properti supaya keuangan nggak tergerus.

Persiapan matang sebelum berinvestasi di sektor properti itu sangatlah penting. Jangan habiskan semua uang Anda untuk membeli properti. Sebaiknya Anda mengambil maksimal 20% dari uang tabungan untuk berinvestasi.

7. Kualitas Menurun

Ini berhubungan dengan poin keempat. Layaknya barang buatan manusia, kualitasnya pasti bakal menurun seiring waktu.

Investasi properti menuntut pengawasan terhadap kualitas material. Kalau sedari awal material bangunan yang digunakan nggak memenuhi standar yang layak, nggak mustahil dalam jangka waktu beberapa tahun kerusakan terjadi di sana-sini. Bikin kepala tambah pusing tujuh keliling.

8. Biaya Transaksi

Mengurus surat-surat dengan jasa notaris juga membutuhkan biaya yang tidak murah. Investasi properti nggak cuma soal harga beli dan jual saja, tapi Anda juga harus memperhatikan biaya-biaya lain seperti biaya notaris, biaya pengurusan izin dan surat-surat, dll.

9. Jangka Waktu
Investasi properti adalah investasi jangka panjang. Investasi ini juga tidak selikuid jenis investasi lain.

Agar return yang diraih tinggi, paling tidak rumah bisa dijual dalam kurun waktu minimal 5 tahun. Nggak kayak menjual kacang goreng, menjual rumah memerlukan waktu dan proses negosiasi yang terkadang ALOT.

10. Status Tanah dan Bangunan

Menginvestasikan modal besar pada properti yang masih dalam status sengketa itu fatal sekali! Selain membuang waktu untuk mengurus lewat notaris dan pengadilan, modal yang digelontorkan bakal tambah membengkak.

Memastikan bahwa properti yang diincar sudah sesuai aturan dan perizinan yang berlaku itu penting. Pastikan bahwa tanah dan bangunan sudah sesuai prosedur.

Jadi jangan cuma tergiur dengan keuntungan yang ditawarkan. Pelajari dulu semua risiko dan kelemahan investasi properti. JANGAN TERBURU-BURU AMBIL KEPUTUSAN!

11. Lihat Track-record Pengembang

Anda harus mencari pengembang atau developer yang baik. Untuk mengetahui ini, Anda bisa melihatnya dari track-record yang mereka miliki. Beberapa point yang harus Anda perhitungkan ketika memilih pengembang adalah developer harus memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas tinggi, berpengalaman dengan proyek-proyek besar dan harus memiliki margin error yang sangat rendah.

Telah dibaca :108

Tinggalkan komentar