Perselingkuhan ataupun pengkhianatan merupakan perbuatan fatal dan murahan yang seringkali pelakunya justru playing victim. Sudah tidak menghormati pernikahan, apalagi menghormati pasangannya. Tak jarang tindakan ini justru terjadi dengan melibatkan orang yang selama ini justru kita kenal dekat, seperti teman yang sudah dianggap seperti saudara.
Ciri-ciri seseorang yang sedang selingkuh umumnya ditandai dengan perubahan pola perilaku secara mendadak, baik dari cara berkomunikasi, penggunaan teknologi, hingga sikap emosional terhadap pasangan.
Mengenali tanda-tanda ini penting untuk mendeteksi masalah dalam hubungan, meskipun perubahan tersebut tidak bisa langsung dijadikan bukti mutlak tanpa adanya konfirmasi langsung.

Perubahan Perilaku dan Privasi Ponsel
- Protektif pada ponsel: Selalu membawa ponsel ke mana-mana, termasuk ke kamar mandi.
- Mengubah kata sandi: Mengganti PIN atau password secara tiba-tiba tanpa memberi tahu pasangan.
- Membalikkan layar: Memposisikan layar ponsel menghadap ke bawah saat sedang bersama Anda.
- Pola WhatsApp berubah: Menjadi sangat aktif di WhatsApp atau media sosial, tetapi lambat membalas pesan Anda.
Perubahan Sikap dan Emosional
- Menarik diri: Keintiman emosional berkurang dan obrolan terasa hambar.
- Sikap defensif: Menjadi mudah marah atau balik menyalahkan saat ditanya aktivitasnya.
- Suka mengkritik: Sering mencari kesalahan kecil pasangan yang sebelumnya tidak pernah dipermasalahkan.
- Menyebut nama baru: Sering menceritakan atau memuji satu nama pria/wanita tertentu dalam obrolan sehari-hari.
Perubahan Fisik dan Aktivitas Luar Rumah
- Penampilan berubah drastis: Mendadak sangat rajin berdandan, memakai parfum baru, olahraga/ngegym, atau membeli pakaian baru bukan untuk pasangannya. Alasan berolahraga seringkali menjadi alibi agar bisa bertemu dengan selingkuhannya.
- Sering keluar rumah: Menghabiskan banyak waktu di luar dengan alasan yang tidak jelas atau mengelak saat ditanya.
- Intensitas seksual berubah: Mengalami penurunan gairah karena jarak emosional, atau justru meningkat secara drastis akibat efek transfer dopamin baru.
Menurut artikel kesehatan dari Halodoc, studi dalam Journal of Marital and Family Therapy menunjukkan bahwa ketidakpuasan emosional merupakan pemicu terkuat perempuan untuk berselingkuh dibandingkan faktor kepuasan seksual. Oleh karena itu, penurunan kualitas komunikasi biasanya menjadi pintu masuk utama hadirnya orang ketiga.
Sedang bagi laki-laki yang berselingkuh, perasaan tidak dihormati dan dihargai oleh pasangannya seringkali menjadi kesempatan membuka percikan cinta baru ketika ada yang wanita lain yang lebih memperhatikan dan menghormatinya. Kata-kata pedas dari istrinya memompanya untuk membalas dengan menyalurkan hasrat seksual kepada WIL (wanita idaman lain) yang lebih menghormatinya.
Kepercayaan yang sudah retak tidak mudah dipulihkan. Harus ada penyesalan yang mendalam dan komitmen untuk berubah dan memperbaiki hubungan.

Medical Doctor, WordPress Fan & Radio Broadcasting. Founder KLIKHOST.COM

