Psikologi Penjualan : Samakan dulu frekuensinya

Menurut Kerry L. Johnson di dalam bukunya “Sales Magic”, 83% transaksi bisnis terjadi karena pembeli “MENYUKAI” penjualnya.

face-535767_1280

Ketika Anda di sebuah kota lain, Anda ketemu orang jualan bakso…. Dan orang itu bilang bahwa sebenarnya asalnya sama dengan Anda, yaitu dari kota tempat Anda tinggal. Kira-kira apa yang Anda rasakan ketika bertemu dengan orang yang memiliki kesamaan dengan Anda ?? Langsung “klik” kan?

Secara tak sadar, kita akan segera klik dengan penjual yang memiliki banyak persamaan dengan kita. Kita akan jadi lebih mudah akrab.

Semua usaha untuk membangun kesamaan = PACING

Tujuan PACING adalah membangun KEAKRABAN & KEPERCAYAAN

Bagaimana jika bukan satu daerah atau satu tempat asal ?

Samakan hal ini :
1. Fisiologis : Jika orangnya duduk, maka kita juga ikutan duduk. Jika orangnya duduk bersandar, maka kita juga ikutan bersandar. Sama = menyerupai dalam batas kewajaran, bukan persis menyerupai.

2. Intonasi : tinggi rendah suara disamakan, mengiyakan apa yang mereka katakan

3. Kata-kata : sesuaikan dg gaya bahasanya dan latar belakang pendidikannya. Misal : Jika masuk dunia anak-anak, gunakan bahasa anak-anak. Jika Anda komunikasi lewat chat, misalnya calon pembeli menggunakan kata “sis”, maka gunakan pula hal itu. Gunakan bahasanya si calon customer agar mudah akrab.

 

Pada dasarnya, kita akan senang dengan orang yang banyak memiliki kesamaan dengan kita bukan ?

 

Nah, setelah berhasil dalam pacing, baru kita masuk fase “leading” atau mengarahkan/memimpin.

Kesalahan terbesar dalam komunikasi adalah kita buru-buru masuk fase “leading”, tidak mau memulai dg fase “pacing“.

Kenapa anak-anak tidak mau taat pada orang tua tapi lebih taat pada teman-temannya?

Itu karena orang tua tidak mau masuk dalam dunia anak-anak, tidak mau menggunakan bahasa anak-anak. Mereka ingin buru-buru ditaati.

Demikian pula pada kasus seorang istri tidak mau taat pada suaminya atau seorang bawahan tidak mau taat pada atasannya.

Jadi, lakukan PACING –> LEADING. Jika leadingnya gagal, ya lakukan pacing lagi. Demikian seterusnya.

Pacing = menyamakan frekuensi dg lawan bicara

Hal ini bisa Anda gunakan untuk membangun keakraban dengan siapa saja pada konteks apa saja.

Semoga setelah membaca artikel ini, Anda jadi lebih mudah berkomunikasi dengan siapa saja, termasuk dengan pasangan dan keluarga. Sehingga tidak sering muncul lagi kesalahpahaman 🙂

Telah dibaca :127

1 thought on “Psikologi Penjualan : Samakan dulu frekuensinya

Tinggalkan komentar